
❤️ Happy Reading ❤️
*****
Beberapa hari telah berlalu namun perusahan tuan Prakoso masih tetap sama bahkan beberapa dewan direksi sudah menjual sahamnya begitu pula dengan tuan Prakoso yang ikut menjual sebagian sahamnya.
Hari ini adalah hari dimana ada rapat dewan direksi dan pemegang saham guna untuk membahas masalah yang terjadi di perusahan tersebut dan untuk hari ini pula adalah hari dimana tuan Prakoso akan bertemu pertama kalinya dengan orang yang sudah membeli 15 persen saham perusahaan miliknya.
''Bagaimana...apakah semuanya sudah siap?''tanya tuan Prakoso pada sang asisten.
''Sudah tuan dan acara akan dimulai nanti pukul sepuluh pagi.''jawab sang asisten.
*****
Sedangkan di sebelah pihak...Arya mengajak Panji untuk ikut bersama dengannya pagi ini.
''Maaf om sebelumnya.''kata Panji dengan sopan.''Kenapa saya di ajak untuk ikut dengan om?''tanyanya karena sudah di luputi penasaran sejak tadi.
''Ada yang ingin om tunjukkan padamu.''kata Arya.
''Apa itu om?''tanyanya lagi.
''Nanti kamu juga bakalan tau.''sahut Arya lalu kembali melanjutkan aktivitasnya yang berkutat dengan tumpukan-tumpukan dokumen yang ada di atas meja sedangkan Panji hanya duduk di sofa yang ada di ruangan tersebut.
Tok
__ADS_1
Tok
Tok
''Masuk.''sahut Arya.
Cklek
''Apa sudah waktunya?''tanya Arya langsung sebelum Henry mengucapkan sepatah kata pun.
''Iya Ar.''jawab Henry.
''Baiklah...ayo sekarang kita berangkat.''kata Arya.''Panji.''panggilnya.''Kamu juga ikut.''katanya kemudian.
Panji sibuk mengamati jalan dan merasa tidak asing dengan jalan yang di lewatinya sampai-sampai dia tidak sadar kalau sudah sampai di depan lobi sebuah perusahaan.
Panji pun mengikuti Arya dan Henry keluar dari mobil dan alangkah kagetnya dia begitu dia tau bahwa saat ini dia sedang di perusahaan milik papanya.
''Maaf om,kenapa om mengajak saya kemari?''tanya Panji bingung.
''Nanti kamu juga bakal tau sendiri jawabannya.''sahut Arya yang ambigu.
Panji berjalan sejajar dengan Henry tepat di belakang Arya sampai tibalah mereka tepat di depan pintu ruangan rapat perusahaan tersebut.
''Permisi...selamat pagi.''sapa Henry mewakili.
__ADS_1
Ya mereka langsung masuk saja terutama Henry yang memang berubah menjadi di depan Arya saat ini,karena memang pintu tidak di tutup sebelum para tamu hadir dan membahas sesuatu.
''Selamat pagi.''sahut tuan Prakoso beserta asistennya.
''Tuan Henry.''panggil asisten tuan Prakoso.''Ada apa gerangan anda kemari?''tanyanya dengan sopan.
''Tentu saja untuk menghadiri rapat dewan direksi serta para pemegang saham.''jawabnya dengan santai.
''Tapi maaf bukanya lancang...ini bersifat interen dan bukan untuk orang luar.''peringat sang asisten dengan sopan.
''Saya memang orang luar tapi tidak dengan atasan saya.''jawab Henry.
''Bagaimana bisa?''tanya tuan Prakoso.''Ini bukan sebuah lelucon tuan.''katanya lagi.
''Tentu saja bisa dan ini memang juga bukan sebuah lelucon.''kali ini bukan Henry yang menjawab melainkan tuan besar Arya Narendra langsung.
''Apa maksud anda tuan?''tanya tuan Prakoso.
''Tunjukkan semuanya Hen.''titah Arya dan di angguki oleh Henry.
Dengan senang hati Henry menunjukkan dokumen yang baru saja di keluarkannya dari dalam tas kerja sang atasan.
Sedangkan Arya mengajak Panji untuk duduk di salah satu kursi yang masih kosong di sana.
''Bagaimana ini...tidak mungkin.''kata tuan Prakoso sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
__ADS_1
''Jadi sudah sangat jelas di sana tuan Prakoso bahwa pegang saham mayoritas adalah saya.''kata Arya.''Karena saham milikku 60 persen dan saham milik anda hanya 40 persen jadi kekuasaan tertinggi perusahaan ada di tangan saya.''kata Arya lagi.''Dan satu lagi perusahan ini akan di pegang oleh orang kepercayaan saya...yaitu Panji tapi saya masih berbaik hati jika anda masih ingin bekerja di perusahaan ini maka anda bisa menjadi wakilnya.''sambungnya.
Tuan Prakoso sampai tak bisa berkata-kata lagi sangking terkejutnya dengan semua ini,begitu pula dengan Panji...dia pun tak kalah terkejut.