Pesona Tersembunyi Sang Tuan Muda

Pesona Tersembunyi Sang Tuan Muda
23.Bab 23


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


*****


''Berantakan apanya Sha...ini mah rapi banget Sha dan nyaman kayaknya.''kata Arya sambil mengamati kamar Shanum.


''Ya udah mas Arya disini dulu ya aku mau mandi dulu...udah gerah dan lengket banget ni.''kata Shanum lalu mulai beranjak melangkah.


''Sha...''panggil Arya sambil memegang tangan Shanum.''Gak mau ngajak mandi bareng gitu...''kata Arya menggoda Shanum sambil menaik turunkan alisnya.


''Ih mas Arya apaan sih...''kata Shanum sambil melepaskan tangannya dan berlalu kekamar mandi dengan pipi yang bersemu merah akibat ulah Arya.


''Sha...Sha...masih malu-malu aja sama tunangan sendiri.''kata Arya sambil geleng-geleng kepala melihat tunangannya.


Sambil menunggu Shanum akhirnya Arya memilih untuk merebahkan tubuhnya yang sedikit lelah di ranjang milik Shanum.


''Ehm...nyamannya.''gumam Arya.


*****


Setelah sekitar 20 menit Shanum selesai melakukan ritual mandinya,dia keluar sudah menggunakan pakaian lengkap,sore ini dia memakai kaos warna navy dan celana bahan selutut,tidak lupa dengan rambutnya yang dililit handuk karena habis keramas.


''Mas Arya gantian mandi gih...''kata Shanum lalu melangkah mendekat ke ranjang tempat tidurnya karena tidak mendapat respon dari Arya.''Eh tidur ternyata.''kata Shanum.''Kamu kok ganteng banget sih mas...wajah kamu teduh banget kalo tidur.''kata Shanum lagi.


''Mas...Mas Arya...Mas...''panggil Shanum sambil mengelus lengan Arya.


''Eh iya Sha,maaf aku ketiduran.''kata Arya.''Ada apa Sha?''tanya Arya.


''Mas Arya mandi gih,udah aku siapin airnya buat mas Arya.''kata Shanum.


''Makasih ya Sha,senengnya di perhatiin gini.''kata Arya.''Jadi pengen cepet-cepet nikah biar di perhatiin gini tiap hari.''kata Arya lagi sambil memeluk pinggang Shanum.''Kita nikah besok aja ya Sha.''pinta Arya sambil mendongakkan wajahnya menatap Shanum.


''Hus ngawur...udah sana mandi dulu biar seger.''kata Shanum.


''Iya-iya calon istri.''kata Arya lalu mencium sekilas pipi Shanum kemudian beranjak menuju kamar mandi sambil menenteng paper bag yang berisi pakaiannya.


Sambil menunggu Arya Shanum memilih untuk membuka handphonenya yang dari tadi dia silent.


''Ternyata banyak yang Cha dan hubungi aku tadi.''gumam Shanum.


*****


Sedangkan di kamar lain ada Angel juga Satria.


''Sayang...kamu kapan mau lamar aku?''tanya Angel pada Satria.


''Sabar ya sayang tunggu duitnya kekumpul dulu,kamu tau sendirikan kalo keluarga aku itu bukan keluarga yang kaya.''kata Satria sambil menatap lekat netra meta kekasihnya itu.''Kamu sabar ya...sebentar lagi...aku janji.''katanya lagi.


''Tapi jangan lama-lama ya.''kata Angel manja.''Aku juga ingin seperti kak Shanum juga bang Arya.''lanjutnya lagi.


''Iya sayang,tapi maaf mungkin aku gak bisa ngasih kamu seperti yang bang Arya kasih ke kakak.''kata Satria dengan sedih.


''Gak apa-apa sayang yang terpenting hanya kamu bukan yang lain.''ucap Angel pengertian.


''Ih udah bisa gombal ya sekarang.''kekeh Satria sambil mencubit mesra hidung Angel kemudian mereka tertawa bersama.


*****


''Honey kapan kamu akan meresmikan hubungan kita ke jenjang selanjutnya?''tanya Lila pada Henry sambil bergelayut manja di lengan sang kekasih.


''Secepatnya honey,setelah pulang dari sini aku akan berbicara dengan kedua orang tuamu.''jawab Henry mantap.

__ADS_1


*****


Ketukan pintu dari luar membuyarkan kemesraan ketiga pasangan yang sedang kasmaran di dalam kamar.


Tok...Tok...Tok...


''Lila...Henry...''panggil sang pengetuk pintu.


''Iya bunda.''saut keduanya lalu melangkah membukakan pintu sang empunya rumah.


Cklek...


''Iya bunda.''kata Lila.


''Udah sana kalian jalan sekarang saja,nanti kemaleman belanjanya.'ucap bunda.


''Iya bunda kami berangkat sekarang.''jawab Henry.


''Eh bentar honey...aku ambil tas dulu.''kata Lila sambil melangkahkan kakinya masuk kedalam kamar untuk mengambil tas.''Yuk.''katanya kemudian dengan tas di tangannya.


''Kami berangkat dulu ya bunda...''kata Lila.''Assalamualaikum.''salam keduanya.


''Iya,wa'alaikumsalam...hati-hati ya...jangan ngebut.''nasehat bunda.


''Iya bunda.''jawab Henry.


*****


Tok...Tok...Tok...


Cklek...


''Sat,kamu sama Angel bantuin ayah sama bunda siap-siap yuk...,ayah udah nunggu dibawah tu.''kata bunda.


''Iya bunda,aku panggil Angel dulu.''jawab Satria.


''Ya udah bunda duluan ya.''kata bunda.


''Oke bun.''saut Satria lalu mengajak Angel untuk turun kebawah mempersiapkan pesta barbequean untuk nanti malam.


*****


Tok...Tok...Tok...


Kali ini pintu kamar Shanum yang diketuk oleh bunda.


Ceklek...


''Bunda.''sapa Shanum,dan Arya langsung bergegas menuju pintu begitu tau yang mengetuk pintu adalah sang calon ibu mertua.


''Sha,kalo butuh apa-apa kami semua ada di halaman belakang ya...''kata bunda memberi tahu.


''Emang udah pada siap-siap buat nanti malem ya bun''tanya Shanum.


''Iya,Lila sama Henry lagi pergi belanja terus tu ayah sama Satria lagi beresin tempat sama siapin alat yang dibutuhin,Angel juga ada disana.''terang bunda.


''Ya dah kalau gitu Shanum sama mas Arya juga kesana.''kata Shanum.


''Eh gak usah Sha,kamu istirahat aja ditemenin nak Arya,bunda gak mau kamu nanti jadi sakit karena kelelahan.''kata bunda.


''Tapi bun...''kata Shanum.

__ADS_1


''Tidak apa-apa bunda,kami akan kebawah...biar Arya ikut bantu-bantu dan Shanum bisa bersantai juga di bawah supaya tidak bosan.''kata Arya mengutarakan usulnya.


''Ya sudah ayo kalau begitu.''ucap bunda setelah beberapa saat berpikir.


Bunda lalu melangkah turun kebawah di ikuti oleh Shanum juga Arya di belakangnya.


*****


''Wah udah pada sibuk aja ni.''kata Shanum begitu sampai di halaman belakang.


''Iya dong...kak kamu duduk asa di situ,liat aja gak usah bantu ngapa-ngapain.''ucap Satri perhatian.


''Oke adikku sayang.''ucap Shanum senang.


*****


''Sayang apa ada yang kamu inginkan?''kata Arya.''Nanti biar aku suruh Henry membelikannya.''kata Arya lagi.


''Eum...''desah Shanum sambil meletakkan telunjuk tangannya di kening yang menandakan dia sedang berpikir.


''Aku mau ice cream mas.''kata Shanum antusias.


''Baiklah,aku akan menelpon Henry untuk membawakan kemauan kamu sayang.''ucap Arya penuh kasih.


*****


Malam pun telah tiba...semua sangat terlihat bahagia.


Semuanya sibuk dengan aktivitas masing-masing,ada yang memanggang,ada yang membumbui,ada yang menyiapkan di tengah-tengah tikar yang mereka pakai untuk alas duduk.


Setelah semuanya selesai akhirnya mereka duduk melingkar di tikar tersebut sambil menyantap makanannya...sangat terlihat jelas disana bahwa semuanya menikmati acara yang sederhana itu.


''Sayang...''panggil Arya dan sukses membuat Shanum menatapnya.


''Iya mas,ada apa?''tanya Shanum takut ada yang membuat Arya tidak nyaman.


''Aku ingin memberikanmu sesuatu.''kata Arya lalu merogoh saku celananya.''Ini untukmu.''katanya lagi sambil tangannya mengulurkan sesuatu kepada Shanum.


''Apa ini mas?''tanya Shanum.


''Itu untukmu sayang,belilah apapun yang kamu inginkan memakai itu.''kata Arya.


''Enggak mas,aku gak mau.''kekeh Shanum.


''Ayolah sayang...terima ya...aku mohon.''kata Arya penuh harap.


''Wah apa itu kak...?''tanya Satria.''Black cart..Kartu sultan.''seru Satria heboh sehingga yang lainnya beralih menatap Shanum juga Arya.


''Udah terima saja nak,itu berarti calon suamimu itu menyayangimu.''kata bunda yang melihat wajah memelas Arya karena Shanum belum juga mau menerima pemberiannya.


''Baiklah aku terima mas,terimakasih,tapi mas Arya bagaimana?''ucap Shanum yang juga tidak tega melihat bagaimana wajah sang kekasih.


''Tenang saja,aku masih punya kok.''Kata Arya.''Kartu itu memang aku persiapkan untukmu sayang,dan PINnya nanti aku kasih tau.''katanya lagi.


''Kalau Arya mah gak usah kamu pikirin Sha,kartu dia yang model begituan banyak.''Kata Henry.''Mau platinum cart,black cart,gold cart...dia mah punya semua.''kata Henry santai tapi sukses membuat orang yang mendengar terperangah kecuali Arya dan Henry sendiri.


''Wow...bener-bener sultan...sultan asli bukan abal-abal.''seru Satria dan membuat yang lainya terkekeh.


''Cie...calon nyonya sultan...''ledek Angel yang membuat Shanum sedikit cemberut karena jadi bahan ledekan.


''Apalah daya kami yang hanya rakyat jelata...''ucap Lila yang disambut gelak tawa oleh semuanya.

__ADS_1


__ADS_2