Pesona Tersembunyi Sang Tuan Muda

Pesona Tersembunyi Sang Tuan Muda
53.Bab 53


__ADS_3

Jangan lupa kasih like juga komen ya readers...🙏🙏🙏


Ig ennita_diana


❤️ Happy Reading ❤️


*****


''Argh...''erang Shanum merasakan sakit di perutnya.


Wanita tersebut langsung keluar dan berusaha bersikap normal agar tidak ketahuan para bodyguard.


''Mas Arya...'''satu kata yang keluar dari mulut Shanum sebelum dia tak sadarkan diri.


*****


Tok...tok...tok...


''Sha...''panggil Lila.


Karena tak mendapat sahutan dari siempu yang punya ruangan akhirnya Lila memutuskan untuk masuk saja.


Cklek


''Sha...''panggilnya lagi sambil clingak-clinguk karena yang punya ruangan tidak ada di kursi kebesarannya sampai dia melihat di satu titik...


''Astagfirullah Sha...!''seru Lila yang melihat Shanum terkapar di lantai dengan banyak darah.


''Sha...bangun Sha...''ucap Lila dengan derai tangisnya lalu mengecek napas serta detak nadi Shanum yang melemah.


''Tolong...tolong...!''seru Lila yang di dengar oleh para bodyguard yang berjaga di luar lalu langsung masuk kedalam.


''Ayo bawa Shanum ke ruang tindakan.''ajak Lila dan Shanum langsung di bopong oleh salah satu bodyguard.


''Kamu harus bertahan Sha...''gumam Lila saat menuju ruang tindakan.


*****


Shanum pun langsung di rebahkan di bed tindakan dan salah satu perawat yang berjaga langsung menghubungi dokter Harun untuk memberi tahu apa yang terjadi.


Beberapa saat kemudian dokter Harun datang tergopoh-gopoh bersama beberapa dokter terbaiknya untuk menangani Shanum karena dia tidak mau mendapat amukan dari yang punya Rumah Sakit.


Sedangkan di luar ruangan Lila terus saja menangis.


''Bertahan Sha...kamu harus bertahan...kamu kuat...''gumam Lila terus menerus.


''Bang Arya...ya aku lupa belum memberi tahu bang Arya.''gumamnya lagi lalu merogoh ponsel yang berada di saku jas dokternya.


*****


Sedangkan di perusahaan Arya tampak gelisah dan juga khawatir serta tiba-tiba dadanya terasa sesak yang dia sendiri tidak tahu apa penyebabnya.


Tok...tok...tok...


''Masuk.''kata Arya.


Cklek


''Kamu kenapa Ar kok kusut gitu?''tanya Henry.


''Aku sendiri juga gak tau Hen,tiba-tiba dadaku terasa sesak...perasaanku gak tenang juga khawatir...aku kepikiran Shanum terus dari tadi.''jelasnya sambil mengusap wajahnya kasar.


''Mungkin itu hanya perasaanmu saja Ar...Shanum pasti baik-baik saja.''kata Henry menenangkan.


''Semoga benar begitu Hen.''kata Arya.

__ADS_1


Tiba-tiba ponsel Arya berdering dan terpampang jelas nama Lila di sana.


''Lila.''ucap Arya sambil mengernyitkan dahinya.


''Ada apa...tumben.''pikir Arya.


''Iya hal...''kata Arya terpotong.


''Bang Arya...hiks...hiks...hiks...''kata Lila.


Kemudian Arya menghidupkan pengeras suara di ponselnya agar Henry dapat mendengarnya juga.


''Lila ada apa?''tanya Arya.


''Sha...Shanum bang...Shanum bang...hiks...hiks...hiks...''kata Lila.


Deg


''Shanum...Shanum kenapa La?''tanya Arya.


''Shanum hiks...tidak sadarkan diri bang...hiks...Shanum kena tusuk...hiks...hiks...hiks...''jawab Lila.


Jduaarr


Arya langsung terduduk lemas mendengarnya...inikah yang membuatnya tiba-tiba sesak tadi...inikah pertanda dari kegelisahan dan kecemasannya tadi...


''Halo honey...kamu sekarang ada dimana?''tanya Henry kemudian karena melihat Arya yang shock.


''Aku ada di depan ruang tindakan honey...hiks...hiks...hiks...''jawab Lila.


''Oke kamu tenang,aku dan Arya akan langsung kesana.''kata Henry lalu mematikan panggilan teleponnya.


''Ar...are you oke...?''tanya Henry sambil menepuk pundak Arya.


''Diva tolong kamu handle kantor dan jika ada yang mencari saya maupun tuan muda bolang kalau kami sedang ada urusan penting dan tidak bisa diganggu.''kata Henry pada Diva lalu pergi mengejar Arya tanpa mendengar jawaban dari Diva.


''Meraka berdua kenapa ya?''batin Diva.


Seluruh karyawan kaget melihat Arya juga Henry yang berlari menuju keluar lobi kantor.


''Kenapa?''


''Ada apa?''


Itulah kata-kata yang dipikirkan oleh para pegawai yang melihatnya.


*****


Didalam mobil sesekali Arya bergumam dan mengguyar rambut sarta wajahnya dengan kasar.


Terlihat jelas kesedihan serta kecemasan dalam wajah Arya.


''Lebih cepat lagi.''perintah Arya pada supirnya.


Henry juga sudah menghubungi serta meminta Satria untuk memberi tahu orangtuanya tentang apa yang sudah terjadi pada Shanum.


*****


Tap...tap...tap...


Begitu sampai di lobi Rumah Sakit Arya langsung berlari menuju ruangan dimana Shanum berada.


''Lila...''panggil Arya.


''Bang Arya...honey.''saut Lila lalu berhambur kepelukan sang kekasih.

__ADS_1


''Bagaimana keadaan Shanum?''tanya Arya.


''Belum tau bang...dokter Harun dan dokter yang lainnya belum ada yang keluar.''jawab Lila.


''Shit....''umpat Arya lalu dia berjalan menuju anak buahnya.


Bugh


Bugh


Kedua bodyguard-nya mendapatkan bogem mentah dari Arya dan disaat dia ingin memukul mereka lagi dia sudah di cegah oleh ayah Bayu.


''Arya...sudah.''kata ayah yang baru datang bersama bunda,Satria,juga Angel.


''Ayah...''kata Arya yang langsung membalikkan badannya dan memeluk ayah mertuanya.


''Maafin Arya yah...Arya udah gagal jaga putri ayah.''ucap Arya.


''Sudah Ar,jangan salahin diri kamu sendiri...ini sudah takdir,lebih baik sekarang kita do'akan Shanum supaya semuanya baik-baik saja.''kata ayah sambil mengelus punggung Arya.


Cklek


''Harun,bagaimana keadaan istri saya?''tanya Arya begitu melihat Harun keluar ruangan.


''Kondisinya sudah stabil tuan muda,untung saja tusukannya tidak terlalu dalam dan tidak mengenai organ vital.''terang Harun.''Sekarang dokter Shanum sudah bisa di pindahkan ke ruang rawat.''lanjutnya.


''Henry...kamu taukan apa yang harus kamu lakukan.''kata Arya tegas.


''Iya tuan muda.''jawab Henry.''Saya permisi.''pamitnya.


*****


''Sayang...ayo bangun...aku tau kamu kuat.''gumam Arya sambil terus menggenggam dengan sekali-sekali menciumi tangan Shanum.


Cklek


''Permisi...''dokter Harun masuk ke ruang rawat Shanum.


Dan Arya pun langsung memandang tajam pada Harun.


''Haduh mati aku...''batin Harun.


''Tatapan kakak ipar nyeremin.''bisik Satria pada Angel.


''Bener...aku takut lihatnya.''bisik Angel.


''Maaf tuan muda saya mau memeriksa keadaan nyonya muda.''ucap dokter Harun memberanikan diri.


Setelah selesai Harun langsung mendapat tatapan mematikan lagi dari Arya.


''Kenapa Shanum belum sadar.''tanya Arya dingin.


''I...itu efek dari obat bius tuan muda.''jawab Shanum.


''Permisi tuan muda.''kata Henry yang baru masuk.


''Hem...bagaimana Hen?''tanya Arya.


''Saya sudah mengecek cctv Rumah Sakit dan saya juga sudah menyebar anak buah kita untuk mencari orang tersebut.''jawab Henry.


''Kalau sampai terjadi sesuatu pada istriku...kamu orang pertama yang akan aku cincang Harun.''ancam Arya yang sukses membuat nyali dokter Harun menciut dan semua orang yang ada di sana bergidik ngeri mendengarnya.


Dan tanpa sengaja Harun melirik ke arah Henry yang sedang tersenyum smirk kearahnya seolah-olah sedang berkata ''Rasakan kamu Harun''.


''Saya permisi dulu tuan muda.''pamit dokter Harun dari ruangan yang baginya sangat menyesakkan.

__ADS_1


__ADS_2