
❤️ Happy Reading ❤️
*****
''Daddy...''panggil twins yang sedang duduk di sofa saat melihat daddynya masuk.
''Twins...''lirih Arya.
''Daddy...hiks...hiks...hiks...''isak Alexa saat Arya dan Henry mendekat kearahnya.
Dan begitu sang daddy sudah dekat langsung saja kedua bocah itu berhambur kepelukan hangatnya.
''Hiks...hiks...abang dad...hiks...hiks...''lirih Alexa.
''Shuttt sudah ya sayangnya daddy...Abang pasti baik-baik saja.''ucap Arya berusaha menenangkan kedua buah hatinya itu.
Henry juga sedih melihat Alvan terbaring lemah di ranjang di tambah lagi dengan twins yang menangis seperti itu karena baginya bila melihat Alexa menangis atau merengek itu sudah biasa tapi ini si Axel yang memiliki sifat hampir dengan Arya dan Alvan pun ikut berderai air mata.
''Aww...''pekik Alexa saat mengurai pelukan tak sengaja siku dan lututnya yang lecet tersenggol.
''Princess...mana yang sakit biar daddy lihat.''kata Arya khawatir.
Kemarahan Arya semakin bertambah saat melihat kulit mulus sang putri terdapat luka...bukan luka serius memang tapi Arya yakin kalau itu pasti terasa perih dan ngilu.
''Alexa gak apa-apa kok dad...tapi abang hiks...hiks...hiks...''tangis Alexa pecah kembali.''Ini semua gara-gara Alexa dad...ini salah Alexa.''katanya dengan tangis yang semakin menjadi.
''Shuttt sudah ya princess jangan nangis lagi ya...''bujuk Arya.''Daddy lihat abang dulu...''kata Arya kemudian.
''Sini sama pipi.''ucap Henry pada twins dan ikut mendudukkan dirinya di sofa sedangkan Arya sudah berjalan untuk melihat sang putra yang terbaring di ranjang rumah sakit dengan selang infus serta selang tambah darah menancap di tangannya.
''Abang.''lirihnya lalu meraih salah satu tangan dan duduk di kursi dekat tempat tidur.''Abang cepat bangun ya...''lirihnya lagi dengan air mata yang menetes di pipinya.
Sreek
''Hen,aku mau keruangan dokter sebentar untuk menanyakan keadaan abang,tolong titip anak-anak ya...''ucapnya.
''Iya Ar.''jawab Henry.
*****
Cklek
''Alvan...''lirih beberapa orang yang baru masuk dengan mata yang langsung tertuju kearah Alvan terbaring.
''Papi,bunda,ayah...''panggil Henry.
''Hen...''kata papi Alan.
__ADS_1
''Twins..."panggil bunda Sinta.''Kalian baik-baik saja sayang?''tanya bunda khawatir.
''Axel gak apa-apa oma cuma Alexa luka dan abang...''jawab Axel dengan menundukkan kepalanya.
Bunda yang mengerti bahwa cucu kembarnya itu sangat terpukul pun langsung memeluknya.
''Bagaimana keadaan Alvan Hen?''tanya ayah Bayu.
''Arya sedang menanyakannya ke dokter yah.''jawab Henry.
''Pi...''panggil Lila yang baru datang bersama Satria dan juga Angel.
Mereka semua pun langsung mendekat kearah Alvan untuk melihat keadaan bocah tampan yang sedang tak sadarkan diri itu.
''Bagaimana pelakunya Hen?apa sudah ketemu?''tanya papi Alan.
''Sudah pi,dia sedang di amankan oleh pengawal bayangan yang di tugaskan Arya untuk menjaga twins dan juga Alvan.''jawab Henry.
''Bagus.''tutur papi Alan.
''Oya kak Shanum mana?''tanya Angel yang tak melihat keberadaan sang kakak ipar disana.
''Iya dari tadi bunda juga gak melihat Shanum.''sahut bunda Sinta.''Apa dia ikut Arya menanyakan keadaan Alvan Hen?''tanyanya.
''Enggak bun.''jawab Henry yang membuat mereka bertanya-tanya.
''Loh terus dia kemana?''cecar bunda.
''Astaghfirullah.''kata mereka semua.
''Pasti dia sedih banget.''kata Lila.
''He'em makanya Arya meminta Aurora untuk ke rumah memberi tahu Shanum karena takut hal itu terjadi dan pada kenyataannya benar sesuai dugaan Arya bahwa Shanum pasti akan sangat syok.''jelas Henry.
Semua keluarga yang berkumpul disana bukan Arya yang mengabari melainkan Henry yang berinisiatif untuk memberi tahu pada mereka.
*****
Sedangkan saat ini Arya sedang duduk berhadapan dengan dokter yang menangani putra sulungnya.
''Bagaimana keadaan anak-anak saya dok?''tanya Arya.
''Kalau nona muda tidak apa-apa tuan muda hanya luka luar...lecet-lecet tapi lukanya tidak terlalu dalam jadi akan cepat kering.''jawab sang dokter.
''Terus bagaimana dengan putra saya?''tanya Arya lagi dengan tidak sabar.
''Setelah kami memeriksanya tadi sebenarnya tidak ada luka yang serius juga tidak ada yang patah atau cidera pada tuan muda tapi memang dia kehilangan banyak darah akibat benturan di kepalanya,beruntung tuan muda cepat di bawa kemari jadi langsung cepat ditangani dan mendapatkan tindakan jadi pendarahan bisa langsung di hentikan sebelum sampai ke otak...''terang dokter itu lagi.''Kami akan pantau dan observasi terus perkembangan tuan muda.''lanjutnya.
__ADS_1
''Baiklah kalau begitu saya permisi dok.''pamit Arya.
''Baik tuan muda...silahkan.''jawab sang dokter.
*****
Arya berjalan gontai menuju kembali keruangan sang putra di rawat.
Cklek
''Ar.''panggil papi Alan saat semua mata tertuju padanya.
''Bagaimana keadaan Alvan?''tanya ayah Bayu yang sudah tidak sabar untuk mengetahui keadaan sang cucu.
Arya pun memberitahu semua yang di katakan padanya tadi saat berada di ruangan dokter yang menangani Alvan.
Brak
''Abang...hiks..hiks..hiks...''lirih Shanum setelah membuka dengan kasar pintu yang ada di sana kemudian dia berhambur mendekat kearah sang putra.
Hatinya ibu mana yang takkan sakit apabila melihat kondisi anaknya yang sedang tidak baik-baik saja.
Seorang ibu memang lebih sering memarahi anaknya tapi dia tidak akan rela jika anaknya di marahi oleh orang lain...ibu juga adalah orang pertama yang akan merasakan sakit apa bila melihat anaknya dalam keadaan yang tidak baik-baik saja,ibu jugalah orang pertama yang akan membantu anaknya apa bila sedang kesusahan ataupun ada masalah dan ibu pulalah yang anak menjadi orang pertama yang pasang badan untuk melindungi anak-anaknya.
''Sayang...''panggil Arya lirih sambil mendekat kearah sang istri yang terlihat kacau.
''By...hiks...hiks...hiks...abang by...''kata Shanum.''Abang gak apa-apakan by...?''tanya Shanum.''Abang gak apa-apakan?!''tanyanya lagi dengan sudah menaikan satu oktaf suaranya.''Jawab by.''serunya sambil memukul-mukul dada bidang suaminya.
Grep
''Sayang tenang ya...jangan kayak gini.''kata Arya yang sudah membawa tubuh sang istri kedalam dekapannya.
''Tenang...tenang kamu bilang by...''kata Shanum.''Ibu mana yang bisa tenang melihat putranya terbaring lemah dan belum sadarkan diri seperti itu by...hiks...hiks...hiks...''serunya dengan disertai isakan tangis.
Semua orang yang di sana ikut meneteskan air matanya melihat Shanum yang seperti itu bagaikan mereka ikut merasakan apa yang sedang di rasakan ibu tiga anak itu.
''Katakan...katakan dimana orang yang sudah dengan lancangnya melukai anak-anakku by?''tanya Shanum dengan sorot mata yang menunjukkan amarah luar bisa disana.
''Katakan by...kenapa kamu diam saja?!''bentak Shanum.''Aku tau kamu pasti sudah mengetahui siapa pelakunya kan?''tanyanya lagi dengan nada yang masih sama.
''Kamu mau apa hem?''tanya Arya yang berusaha setenang mungkin.
''Aku akan membalas perbuatannya pada anak-anakku...akan aku balas berkali-kali lipat dari apa yang anak-anakku dapatkan.''katanya masih dengan amarah yang menggebu.
''Sayang...lihat aku...kamu percayakan dengan aku...biar aku yang urus semuanya...''kata Arya menatap sang istri untuk meyakinkannya.
''Tap...''
__ADS_1
Bruk
''Sha...''seru mereka semua.