
❤️ Happy Reading ❤️
*****
Mereka terus saja mengobrol sampai-sampai membuat tuan Atmaja bertambah kaget dengan fakta-fakta tentang Alvan juga bertambah tak enak hati serta was-was tentunya.
Kenapa...karena dia takut Alvan akan membongkar bagaimana perilaku dirinya pada Alvan yang tentu saja akan sangat berdampak pada perusahannya mengingat betapa sayangnya keluarga Narendra serata keluarga Regantara pada pemuda itu.
''Abang masih suka naik si hitam ya?''tanya Aurora.
''Iya Buna.''jawab Alvan.
''Aduh bang...pensiunin napa...kasihan tu mobil Abang di anggurin begitu saja.''kata Aurora lagi.''Kalau enggak buat Buna aja bang kalau Abang memang gak mau...''rayu Aurora lagi.
''Apa masih kurang mobil yang ada di kediaman Regantara sampai Buna masih aja ngincer mobil Abang.''kata Alvan.
''Kamu kan tau sendiri kalau buna ingin banget mobil itu tapi sayang sudah duluan Abang Arya yang beliin buat kamu.''sungutnya yang membuat semua yang ada di sana geleng-geleng kepala sambil tersenyum melihat interaksi antara ponakan dan tantenya.
__ADS_1
''Kayak kamu gak tau putra sulung kakak ini Ra.''kata Shanum.''Dia lebih memilih sederhana dari pada menggunakan segala fasilitas mewah yang kami berikan untuknya.''kata Shanum lagi.
''Masak calon pemimpin perusahaan besar NRD grup kemana-mana naiknya motor biasa kayak gitu.''cibir Aurora.
Glek
Tuan Atmaja si papanya Kinara bagaikan terkena syok terapi malam ini karena berturut-turut dia mendapat kejutan dari sosok pemuda yang pernah di hinanya itu...pemuda yang pernah dia katakan kalau tak pantas bersanding dengan putrinya,tapi nyatanya malam ini dia mendapatkan kenyataan yang sangat mencengangkan.
''Biarin...suka-suka Abang dong.''kata Alvan membela dirinya sendiri.
''Saya dengar putri bungsu tuan Atmaja masih berkuliah ya?''tanya Arya pada tuan Atmaja.
''Dimana tuan?''tanya Arya lagi.
''Di universitas xxx tuan..''sahut tuan Atmaja.
''Wah kebetulan sekali putra saya juga berkuliah di sana.''kata Arya.
__ADS_1
''Kapan bang siap untuk terjun?''tanya Samudra pada Alvan.
''Nantilah yah...nunggu selesai dulu kuliahnya.''jawab Alvan.''Lagian ini aku juga mau nyiapin buat PKL yah.''lanjut Alvan.
''Mai PKL di mana ni?''tanya Samudra lagi.''Di tempat ayah saja gimana?''usul Samudera.
''Gak usah ya terimakasih tapi aku sudah dapat kok buat tempat PKL aku.''jawab Alvan.
''Dimana ni?''tanya Samudra.''Ayah jadi penasaran di perusahaan mana putra mahkota Narendra grup mau melakukan PKL.''sambungnya.
''Ayah mau tau?''tanya Alvan dan di angguki oleh Samudra.
''Di...''jawab Alvan menggantung yang membuat tambah penasaran.''Ada deh...rahasia.''sambungnya lagi.
''Oh dasar bocah bikin penasaran saja.''seru Samudra yang membuat semuanya tertawa.
*****
__ADS_1
''S**l...s**l...s**l...kalau tau dia ternyata putra dari orang berada dan berpengaruh.''umpat tuan Atmaja pergi setelah pestanya usia.''Kalau tau gitu dia akan bisa menjadi sebuah bantu loncatan untuk perusahaan milikku di bandingkan lewat keluarga Prakoso.''sambungnya lagi.
''Aku harus meminta Kinara untuk merayu bocah laki-laki itu agar mau dekat kembali dengan Kinara sehingga dia bisa aku jadikan sebuah alat.''katanya penuh dengan rasa keyakinan yang tinggi.''Ya benar...lagi-lagi aku harus menggunakan Kinara sebagai umpan.''katanya lagi.