Pesona Tersembunyi Sang Tuan Muda

Pesona Tersembunyi Sang Tuan Muda
236.Bab 236


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


*****


Tuan Prakoso sampai tak bisa berkata-kata lagi sangking terkejutnya dengan semua ini,begitu pula dengan dengan Panji...dia pun tak kalah terkejut.


''Tap...tapi om...''kata Panji.


''Om percaya kamu bisa mengelola perusahaan ini.''kata Arya sambil menepuk pundak Panji.


''Ini tidak mungkin...bagaimana bisa?''tanya tuan Prakoso yang masih belum percaya sambil menatap kearah sang asisten.


''Semua bisa saja terjadi tuan.''sahut Arya.''Baiklah bagaimana dengan tawaran yang saya berikan tuan Prakoso?''tanya Arya kembali.


''Saya...''kata tuan Prakoso.


''Kalau anda mau...silahkan tempati jabatan anda yang baru dan anda juga masih bisa memakai asisten anda untuk tetap menjadi asisten anda di posisi yang sekarang.''potong Arya.''Tapi kalau anda tak mau...silahkan...saya juga tak akan membujuk ataupun melarang.''sambungnya.


Yang membuat tuan Prakoso bertambah kesal,lalu pergi meninggalkan ruangan rapat tapi sang asisten tetap berada di sana.

__ADS_1


''Kamu...''panggil Arya.


''Saya tuan.''sahut asisten Ari,yaitu asisten tuan Prakoso.


''Seperti yang saya katakan tadi,kamu tetap menjadi asisten tuan Prakoso bila dia mau menempati posisi barunya tapi kalau dia tak mau...kamu bisa menjadi asisten Panji.''kata Arya.''Tapi ingat...jangan sekali-kali kamu berkhianat karena aku tak akan pernah memberi ampun pada orang yang berani bermain-main denganku apalagi seorang penghianat.''peringatnya.''Kamu tetap dalam pengawasan.''imbuhnya lagi.


''Ba...baik tuan.''jawab asisten Ari.


Kenapa Arya tetap mempekerjakan asisten tuan Prakoso?jawabannya adalah setelah Arya selidiki dia merupakan tipe orang yang setia juga baik,berbeda dengan atasan dan hal itu terbukti dari bukti yang dia dapatkan bahwa berkali-kali asisten Ari sudah mengingatkan tuan Prakoso untuk tidak berbuat jahat.


''Om,Panji rasa Panji belum mampu untuk ini.''kata Panji.


''Saya memang sudah pernah ikut membantu disini tapi bukan duduk di posisi yang paling tinggi...aku takut kalau sampai Panji tak mampu dan berakhir mengecewakan.''ungkap Panji.


''Kamu tidak boleh ragu Panji.''kata Arya.''Kamu harus meyakinkan dalam diri kamu bahwa kamu itu bisa dan mampu...serta ingatlah bahwa kamu melakukan ini untuk meraih kebahagiaan serta memberikan kehidupan yang baik untuk istri dan anak-anak kalian kelak.''nasehat Arya.


''Tapi papa...''liruh Panji.


''Masalah papamu...biarkan saja dan justru kamu harus buktikan ke dia bahwa kamu mampu untuk memimpin perusahaan ini.''sahut Arya.''Jadi bagaimana Panji?''tanya Arya.

__ADS_1


''Emm...baiklah om...akan Panji coba.''jawab Panji.


''Bukan coba...tapi kamu memang harus sungguh-sungguh dan harus buktikan.''tekan Arya.


*****


Tuan Prakoso uring-uringan di sepanjang jalan dari perusahaan menuju kerumahnya.


''S**l...''umpatnya.


''Ada apa pa?''tanya nyonya Prakoso.''Ke...kenapa pulang-pulang langsung marah-marah?''tanya kembali.


''Karena sekarang perusahaan sudah di ambil alih oleh tuan Arya.''jawabnya.


''Hah...bagaimana bisa pa?''tanya nyonya Prakoso yang juga tak kalah terkejut.


''Dia membeli saham dari para pemenang saham yang lain dan di tambah lagi dia juga yang membeli 15 persen saham yang aku jual kemarin.''kesalnya.''Jadi dia mempunyai 60 persen saham sedangkan aku hanya 40 persen.''imbuhnya lagi.''Dan jauh lebih membuatku kesal dia telah menunjuk Panji untuk menggeser posisiku.''sambungnya.


''Panji...anak kita?''tanya nyonya Prakoso.

__ADS_1


''Anakmu...bukan anakku.''seru tuan Prakoso penuh penekanan.


__ADS_2