Pesona Tersembunyi Sang Tuan Muda

Pesona Tersembunyi Sang Tuan Muda
135.Bab 135


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


*****


''Kenalin ma...ini pacar Sam...''kata Sam sambil menggandeng seseorang...


''Tolongin aku...''bisiknya lirih pada gadis itu.


Semua orang di sana menatap Samudra...mereka semua kaget dengan pengakuan Samudra.


''Benarkah?''tanya mama Samudra meyakinkan.


''Iya ma.''jawab Samudra setenang mungkin padahal dalam hatinya sudah tidak karu-karuan rasanya.


''Jadi ini calon mantu mama.''kata nyonya Regantara lagi.''Sini sayang deket mama...''katanya lagi sambil menjulurkan tangannya agar di raih oleh Aurora.


''Dasar anak nakal ini punya pacar gak bilang-bilang...''geram mama Samudra.


Jangan di tanya lagi bagaimana hati Aurora saat ini...sudah seperti lampu disko saja yang jedak jeduk jeder (hehehe) dan di tambah lagi melihat tatapan berbinar yang menyiratkan kebahagiaan di mata mamanya Samudra membuatnya tak tega untuk mengatakan bahwa dia bukan kekasih anaknya ya walaupun itu memang kenyataannya sih.


Di lain pihak ada Arya yang merasa bahagia di dalam hatinya secara tidak langsung hal ini akan membuat Aurora dan Samudra semakin dekat...yang itu artinya semua yang sudah di rencanakannya akan terwujud dengan sendirinya...dengan campur tangan Yang Maha Kuasa langsung.


''Nama kamu siapa nak?''tanya mama Samudra.''Aduh kamu cantik banget...''pujinya.


''Nama saya Aurora tante.''jawab Aurora.


''Jangan panggil tante dong tapi panggil mama...sama seperti Samudra.''pintanya.


''I...iya tan eh mama.''kata Aurora yang sedikit gugup.


''Ouh manisnya.''puji mama Samudra lagi.''O iya rumah kamu dimana?''tanyanya lagi.


''Mama apa-apaan sih kok pakek nanya apamat rumah segala...''sela Samudra.


''Hust kamu itu diem aja mama lagi ingin lebih dekat sama calon mantu mama ini.''kata mama Samudra.''Di mana sayang?''tanyanya lagi dengan lembut pada Aurora.


''Emm...''gumam Aurora sambil menatap kearah kakak ipar yang ada di sebrangnya.


''Ehm...maaf tante jika saya menyela...''kata Shanum mengalihkan perhatian mama Samudra.''Dia adalah adik saya...Aurora Putri Nerendra.''kata Shanum memperkenalkan.


''Ya ampun jadi kamu adalah adik dari tuan Arya Narendra...''seru mama Samudra.''Pantas saja anak itu belum mau mengambil alih kendali perusahaan dan resign dari perusahaan kakak kamu ternyata lagi dekat sama adik atasannya...''ujar mama Samudra.


''Mama...''seru Samudra.

__ADS_1


''Nak Arya ternyata kita akan menjadi besan...hahaha...''seru tuan Bima Regantara.


''Semoga saja om.''jawab Arya.


''Nak kamu sering-sering ya berkunjung ke rumah mama atau kapan-kapan kita bisa jalan bareng...''pintanya.''Mama selalu kesepian di rumah sendiri...papa sibuk sama perusahaannya dan Sam sibuk bekerja di perusahaan kakak kamu...''ucapnya memelas.


''I...iya ma.''ucap Aurora setelah melihat kode anggukan kepala dari sang kakak ipar.


''Maaf tante karena hari sudah menjelang malam jadi kami pamit pulang dulu...''kata Shanum.''Takut anak-anak nyariin di rumah karena bisanya kami sudah pulang dari tadi.''lanjutnya.


''O iya terimakasih ya nak...dan salam untuk anak-anak kalian di rumah.''kata mama Samudra.


''Iya tante sama-sama...''jawab Shanum.''Ayok dek...''ajaknya pada Aurora.


''Iya kak.''jawab Aurora.''Ma,Rora pulang dulu ya...''pamitnya.


''Iya sayang...terimakasih ya.''jawabnya.''Sayang mama boleh tidak minta nomor ponsel kamu?''tanya mama Samudra dan di angguki oleh Aurora.


Ucapan terimakasih juga di ucapkan oleh tuan Regantara kepada Arya dan Arya pun berpamitan dengannya.


''Sam antar kedepan dulu ya ma...pa...''kata Samudra dan di iyakan oleh kedua orang tuanya.


''Assalamualaikum.''


''Bang...kak...maaf untuk yang tadi.''ucap Samudra.


''Kami ngerti kok Sam.''jawab Arya.''Tapi sepertinya kamu dan Aurora perlu ngomong berdua.''kata Arya lagi.


''Bener Sam...kalian berdua harus bahas tentang ini berdua,jadi kamu antar Aurora ya...''kata Shanum mendukung sang suami.


''Kak...''rengek Aurora.


''Sudah gak apa-apa...''jawab Shanum yang seolah tahu arti dari rengekan sang adik ipar.''Kami duluan ya...''kata Shanum selanjutnya.


Kemudian Shanum dan Arya serta Lila juga Henry melangkah duluan batu setelah mereka di susul oleh Samudra dan Aurora.


*****


''Maaf ya untuk yang tadi.''ucap Samudra memecah keheningan di dalam mobil yang sudah melaju beberapa saat tadi.


''Kenapa kakak mesti bohong ke orangtua kak Sam?''tanya Aurora.


''Aku terpaksa Ra.''jawab Samudra.''Mama selalu menanyakan tentang kekasih aku bahkan dia terus mengatur perjodohan buatku dan hal itu membuat beban di pikirannya sehingga tekanan darahnya naik.''jelas Samudra.

__ADS_1


''Kekasih kakak kenapa gak di kenalin?''tanya Aurora lagi.


''Hahaha...jangankan kekasih...teman dekat wanita saja aku gak punya Ra.''jawab Samudra di sela tawanya.''Jadi mau ya Ra jadi pacar pura-pura aku?''tanyanya kemudian.''Demi mama.''katanya meyakinkan.


''Tapi aku gak enak dan merasa bersalah kak kalau harus bohong...aku merasa seperti memberi harapan palsu...dan aku takut hal ini malah akan semakin menyakiti hati mamanya kak Sam kalau tahu tentang kebenarannya suatu saat nanti.''kata Aurora panjang lebar.


''Kamu benar Ra...''jawab Samudra.''Ya sudah lalu gitu kita pacaran beneran aja.''lanjutnya.


''Hah...''kaget Aurora.''Maksudnya?''tanyanya pada Samudra.


''Ya seperti yang kamu bilang tadi...gimana kalau kita pacaran beneran aja.''jawabnya.


''Hahaha...kak Sam bercanda ni...''ujar Aurora.


Tiba-tiba Samudra menepikan mobilnya di tepi jalan.


''Loh kok kita berhenti disini kak?''tanya Aurora.


''Ra...kakak gak bercanda dengan ucapan kakak tadi...gimana kalau kita pacaran aja jadikan kita gak bohong ke orang tua aku...''kata Samudra.


''Jadi ceritanya kak Sam lagi nembak aku nih...''kata Aurora lagi yang di sertai kekehan kecil.


''Aurora Putri Narendra maukan kamu menjadi kekasih hati ku...''ucap Samudra yang sudah meraih tangan Aurora di genggamannya dan jujur jantung Aurora saat ini sudah berdetak kencang...bak tersihir dengan pesona yang di keluarkan oleh Samudra refleks Aurora pun menganggukkan kepalanya.


''Serius kamu nerima aku?''tanya Samudra memastikan.


''Iya demi mama.''kata Aurora menekan rasa canggungnya.


''Terimakasih ya Ra.''ucap Samudra.


''Iya...tapi...''kata Aurora kemudian.


''Tapi apa Ra?''tanya Samudra yang sudah khawatir kalau Aurora mengubah keputusannya.


''Cih...masa gak ada romantis-romantisnya sih kak nembak cewek.''gerutu Aurora.


''Oh jadi kamu mau yang romantis...''goda Samudra yang langsung memajukan wajahnya.


''Ka...kakak...ma...mau apa?''tanya Aurora gugup.


''Katanya mau yang romantis.''jawab Samudra lembut dengan nafas yang sudah saling menerpa wajah antara yang satu dengan yang lainnya karena posisi mereka yang sangat dekat.


Cup

__ADS_1


Satu kecupan dalam Samudra berikan di kening kekasih barunya itu.


__ADS_2