Pesona Tersembunyi Sang Tuan Muda

Pesona Tersembunyi Sang Tuan Muda
163.Bab 163


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


*****


Saat menjelang sore hari,Alvan dan para sahabat yang baru sampai di perkiraan kampus langsung menyalakan motor masing-masing untuk pulang.


Disaat mereka akan pergi di area kampus mereka melihat satu sosok gadis cantik yang tadi bertemu dengan mereka berempat di kantin...ya gadis itu adalah Kinara Atmaja yang di panggil dengan sebutan Nara.


''Al,bukannya itu Nara ya?''seru Rama sahabat Alvan yang membonceng dirinya.''Berhenti dulu Al.''seru Rama lagi sehingga memaksa Alvan untuk menghentikan laju motor maticnya tepat di depan Nara.


*****


''Loh Ra kok belum pulang?''tanya Rama pada Nara.


''Iya ni kak lagi nunggu taksi.''jawab Nara.


''La memangnya gak di jemput?''tanya Niko yang tau betul bahwa gadis cantik yang sangat suka dengan sahabatnya itu kalau ke kampus di antar jemput oleh supir.


''Enggak kak.''sahut Nara sambil menggelengkan kepalanya.''Soalnya supir yang biasa jemput tadi anter mama keluar.''sambung Nara.


''Ya sudah kalau gitu kamu dianter sama Alvan saja.''kata Rama kemudian yang membuat Alvan serta Nara kaget mendengarnya.


''Loh tapikan elo...''kata Alvan.


''Gue mah gampang...gue bisa bareng Niko atau Dodi.''kata Rama.

__ADS_1


''Gak usah kak...Nara nunggu taksi aja.''sahut Nara yang membuat Alvan sedikit mengernyitkan dahinya heran...tumben-tumbenan si Nara gak mau bareng atau dekat-dekat dengannya...pikir Alvan.


''Gak pa-pa Ra...ini sudah sore lo lagian mau sampai kapan kamu nungguin taksi sendirian di sini?''timpal Niko.''Al gak apa-apakan kalau Nara bareng sama elo?''tanyanya pada Alvan.


''Iya.''jawab Alvan singkat.


''Gak usah kak.''sahut Nara cepat.


''Udah gak apa-apa...''kata Rama.''Buruan naik ke motor Alvan nanti kesorean lo.''kata Rama lagi sambil sedikit menarik tangan Nara agar mendekat ke Alvan.


''Kita-kita duluan ya...''seru Niko sambil menstater motornya dan hal serupa pun di ikuti oleh Dodi dan Rama yang langsung duduk di motor Dodi.


*****


''Ayo.''ajak Alvan sambil menyerahkan helm kepada Nara.


Selama beberapa menit perjalanan mereka tak ada satupun yang membuka mulutnya untuk memulai sebuah percakapan.


''Kamu kenapa Ra?sakit.''tanya Alvan.


''Enggak kak.''jawab Nara.


''Oh kirain sakit...habisnya kamu cuma diem aja.''kata Alvan lagi.''O iya rumah kamu dimana?''tanya Alvan.


''Di jalan xxx kak.''sahut Nara.''Ehm memangnya gak apa-apa ya kalau kakak antar aku dulu?''tanya Nara ragu-ragu.

__ADS_1


''Kenapa?''bukannya menjawab tapi Alvan malah balik bertanya pada Nara.


''Ya takutnya nanti ada yang marah.''kata Nara lagi.


''Marah?siapa?''tanya Alvan yang masih belum ngeh.


''Pacar kakak mungkin.''jawab Nara.


''Aku gak punya pacar Ra.''sahut Alvan.


''Itu si princess-princess...''ujar Nara.


''Oh itu...ehm princess itu adik perempuan aku.''sahut Alvan.


''Oh syukurlah.''gumam Nara dengan nafas yang terasa lega mendengar kenyataan ini.Ternyata orang di cemburui ternyata adik Alvan sendiri.


''Kamu ngomong apa?''tanya Alvan yang sayup-sayup mendengar gumaman Nara.


''Oh bukan apa-apa kok kak.''jawab Nara sambil senyam-senyum sendiri.


*****


''Terimakasih ya kak.''ucap Nara saat mereka sampai di depan gerbang rumah Nara.''Mau mampir dulu gak?''tanyanya.


''Gak usahlah Ra,terimakasih.''sahut Alvan.''Lagian juga sudah sore,aku langsung pulang aja...assalamualaikum.''kata Alvan.

__ADS_1


''Wa'alaikumsalam.''sahut Nara.


__ADS_2