
❤️ Happy Reading ❤️
*****
Pagi ini Kinara bangun tidur dengan mata yang sembab dan sedikit bengkak karena dia semalaman menangis,entah pukul berapa semalam dia tidur...
''Kinara pamit.''kata Kinara begitu turun dari kamarnya dan melihat mama serta papanya duduk di kursi ruang makan untuk sarapan pagi.
''Kamu gak sarapan dulu Ra?''tanya mama Kinara yang melihat bagaimana keadaan sang putri,wajah pucat...mata sembab.
''Gak usah,terimakasih.''ucap Kinara.''Kinara berangkat...''pamitnya lagi.
''Ra.''seru tuan Atmaja yang mau tak mau menghentikan langkah Kinara.''Sudah kamu pikirkan baik-baik perkataan papa semalam?''tanya tuan Atmaja.''Apa pilihanmu?''tanyanya lagi.
''Pa...''tegur nyonya Atmaja.
''Diam ma...gak usah ikut campur.''sentaknya.''Jawab Ra!''bentak tuan Atmaja pada Kinara yang membuat Kinara mau tak mau meneteskan air matanya kembali.
Tanpa menjawab...Kinara langsung berlari keluar rumah.
Dia ingin pergi sendiri...dia tak ingin di antar oleh supirnya...karena dia ingin menenangkan dirinya...bahkan kemana tujuannya pagi ini pun dia tak tau.
__ADS_1
Dan pagi ini juga kedua kakak laki-laki Kinara sudah datang ke rumah orangtuanya,karena semalam sang mama menelpon dan menceritakan segalanya makanya hari ini mereka datang untuk mencegah niat sang papa pada adik perempuan mereka satu-satunya.
''Tumben pagi-pagi kalian sudah berada di sini?''tanya tuan Atmaja.
Kedua kakak Kinara tinggal di luar kota bersama dengan anak dan istri mereka.
''Ada yang ingin kami bicarakan pa.''kata anak sulung tuan Atmaja.
''Apa?''tanya tuan Wira Atmaja.
Tuan Atmaja sangat penasaran sekali dengan apa yang ingin di bicarakan olah kedua putranya itu...hal sepenting apakan sampai membuat keduanya datang bersama sepagi ini dari luar kota tempat tinggal mereka.
''Ini soal Kinara.''kata Alif kakak pertama Kinara.
''Enggak pa.''sahut Tyo anak kedua tuan Atmaja.
''Bukan Kinara tapi mama.''kata nyonya Atmaja.
''Kami mohon pa tolong urungkan niat papa itu.''kata Alif.
''Kalian tau perusahaan kita hampir bangkrut?''tanya tuan Atmaja.
__ADS_1
''Iya tau pa.''jawab mereka berdua.
''Tapi bukan begini caranya...kita bisa pikirkan cara yang lain.''sambung Tyo.
''Dengan cara apa?''tanya tuan Atmaja lagi.''Papa gak mau kalau sampai usaha papa ini bangkrut.''sambungnya.
''Kiya bisa jual aset keluarga kita pa.''usul nyonya Atmaja.
''Memangnya mama pikir itu cukup.''sahut tuan Atmaja.''Bagaimana kalau aset kalian berdua ikut papa jual?''tanaya tuan Atmaja.
Tyo dan Alif saling pandang...mereka tak bisa memutuskan karena aset mereka juga merupakan aset istri yang akan mereka turunkan ke anak-anak mereka kelak walaupun tak seberapa jumlahnya dan mereka juga harus menjaga rumah tangga serta perasaan istrinya.
''Kenapa diam?''tanya tuan Atmaja.''Kalian tidak bisa memutuskan bukan?''tebaknya.''Kalau kalian tidak bisa memberi jalan keluar untuk masalah ini...lebih baik kalian diam saja jangan ikut campur.''kata tuan Atmaja lalu pergi.
''Maafkan kami ma...''kata Tyo penuh sesal.
Mereka merasa menjadi kakak yang tak berguna karena tak bisa melindungi adik perempuan mereka satu-satunya.
''Tidak apa-apa...yang penting kita sudah berusaha.''kata nyonya Atmaja.
''Tapi ma...''kata Alif.
__ADS_1
''Kalian sudah berkeluarga...jadi ada perasaan yang harus kalian jaga.''potong nyonya Atmaja.
Nyonya Atmaja juga tidak ingin karena masalah ini akan jadi bumerang untuk rumah tangga kedua putranya.