
❤️ Happy Reading ❤️
Dua bulan berlalu tanpa drama atau pun tanpa masalah yang cukup berarti untuk Shanum juga Arya...
Cahaya matahari sudah menunjukkan kaindahannya di dunia tapi sepasang suami istri ini masih setia di peraduannya...bergelung mesra berbalut selimut...sehingga salah satu di antara mereka berdua ada yang tiba-tiba merasakan gejolak yang teramat sangat di perutnya...,ya dia adalah Shanum...begitu merasakannya dia langsung melepaskan pelukan sang suami lalu bergegas menuju ke kamar mandi.
Hoek...Hoek...Hoek..
Shanum terus memuntahkan semua yang ada di perutnya sampai dia mengeluarkan cairan kuning yang terasa sangat pahit di mulutnya...serta membuatnya lemas tak berdaya dan akhirnya pingsan di kamar mandi.
Karena merasakan istri yang di peluknya tidak ada dalam pelukan...membuat Arya bangun dari tidurnya.
''Sudah siang ternyata.''gumam Arya begitu melihat jam yang ada di kamarnya.''Apa Shanum sudah turun kebawah?''gumamnya lagi.''Lebih baik aku mandi dan nyusul dia kebawah.''lanjutnya lalu turun dari ranjang dan berjalan menuju ke kamar mandi.
Cklek
''Ya ampun sayang.''seru Arya begitu membuka pintu dan melihat sang istri tergeletak lemah di lantai kamar mandi.
''Sayang.''panggil Arya sambil sedikit menepuk pipi Shanum namun gak ada respon dari sang empunya...lalu dia pun langsung mengangkat sang istri dan membaringkannya di ranjang.
Kemudian Arya langsung menelpon pak Nuh memberi tahu bahwa sang istri tidak sadarkan diri,tak lupa dia juga menelpon dokter Harun.
Tut...Tut...Tut...
''Cepat ke mension dan bawa dokter wanita bersamamu!''seru Arya begitu sambungan telepon terangkat,lalu tanpa mendengar jawaban dari sang penerima Arya sudah memutuskan sambungan teleponnya.
Tentu saja hal itu membuat yang di telpon mendengus kesal serta mengumpatnya...walaupun sudah dapat di pastikan kalau berhadapan langsung tidak mungkin akan berani melakukannya.
*****
Tok...tok...tok...
''Tuan muda.''panggil pak Nuh yang sudah berada di depan pintu kamar tuan dan nyonya mudanya.
''Masuk pak.''kata Arya.
Pak Nuh masuk bersama dengan bik Asih yang membawa segelas air putih hangat dan juga sebotol minyak kayu putih di tangannya.
Setelah menaruh gelas di nakas bik Asih langsung duduk di dekat kaki Shanum sambil menggosokkan minyak kayu putih di kaki nyonya mudanya.
''Maaf tuan muda tolong gosok tangan nyonya muda menggunakan minyak kayu putih ini.''kata bik Asih.''Dan tolong taruh juga di hidung nyonya agar beliau bisa mencium dan menghirup baunya.''tutur bik Asih lagi dan Arya pun langsung melakukannya.
''Sttt...''Shanum sedikit meringis saat merasakan kepalanya berdenyut begitu dia sadar.
__ADS_1
''Sayang.''panggil Arya.
''By.''ucap Shanum lirih.
''Syukurlah kamu sudah sadar yank.''kata Arya.''Kamu membuatku sangat takut juga khawatir yank.''katanya lagi.
''Maaf tuan muda dokter Harun sudah tiba.''kata pak Nuh memberi tahu.
''Suruh langsung masuk.''kata Arya.
''Selamat siang tuan muda.''sapa dokter Harun dan satu dokter serta satu perawat wanita yang datang bersamanya.
''Hem.''jawab Arya datar.''Cepat periksa istriku.''perintah Arya.
Sang dokter wanita yang di bantu seorang perawat wanita langsung memeriksa Shanum sedangkan dokter Harun hanya mengawasi saja dan memastikan kalau tidak ada kesalahan sekecil apapun...karena sekecil apapun kesalahan yang mereka lakukan maka akan berdampak sangat besar pada hidup juga karir mereka.
''Maaf dok...eh nyonya muda apa yang anda rasakan?''tanya sang dokter wanita sebut saja dokter Leni...dia adalah dokter umum.
''Kepala saja sedikit pusing dok dan perut saya juga mual.''jawab Shanum.
''Bagaimana dengan siklus bulanan anda nyonya?apakah anda sudah mendapatkannya bulan ini?''tanyanya lagi.
''Siklus bulanan ya...''kata Shanum.''Ah iya dok aku bulan ini belum mendapatkannya...apa artinya saat ini saya...''ucap Shanum.
''Bagaimana?''tanya Arya begitu sang dokter selesai dengan tugasnya.
''Selamat tuan muda juga nyonya muda.''ucap sang dokter.
''Maksudnya?''tanya Arya lagi.
''Begini tuan muda menurut hasil diagnosa saya saat ini nyonya muda sedang hamil.''tutur dokter Leni.
''Hah...ha...hamil.''kaget Arya.
''Benar tuan muda tapi untuk lebih pastinya silahkan untuk memeriksanya ke dokter obgyn.''saran sang dokter.
''Kalau begitu kami permisi tuan...nyonya.''pamit para dokter plus perawat.
''Hem.''jawab Arya.
''Iya dokter...terimakasih.''jawab Shanum.
''Iya sama-sama nyonya muda.''jawab mereka.
__ADS_1
''Selamat tuan muda...nyonya muda.''ucap pak Nuh juga bik Asih begitu tinggal hanya ada mereka berempat di dalam kamat Arya.
''Terimakasih pak,bik.''jawab Shanum.''O iya pak bisa tolang minta salah satu maid untuk ke apotek membelikan saya tes kehamilan..'pinta Shanum.
''Baik nyonya muda...kalau begitu kami permisi.''kata pak Nuh.
*****
''Kok minta di belikan alat tes kehamilan sayang?''tanya Arya.
''Aku hanya ingin lebih memastikannya saja by.''jawab Shanum.
Begitu alat tes kehamilan sudah berada di tangannya Shanum segera bergegas ke kamar mandi untuk menggunakannya dan ternyata benar dari lima alat tes berbeda yang di berikan kepadanya semua hasil menunjukkan hasil yang positif...dia bener-bener hamil.
''Bagaimana sayang?''tanya Arya begitu Shanum keluar dari kamar mandi.
Shanum pun langsung menganggukkan kepalanya dan berhambur kepelukan sang suami.
Mereka berdua sangat-sangat bahagia...karena terlalu bahagianya sampai tak terasa bahwa air mata sudah meleleh di pipi mereka.
''Terimakasih sayang...terimakasih.''ucap Arya sambil tak henti-hentinya mencium pucuk kepala sang istri.
''Terimakasih sayangnya daddy...kamu sudah mau hadir di hidup mommy dan daddy...''ucap Arya yang kemudian berjongkok di depan perut Shanum...mengelus dan menciumnya berkali-kali.
''Kita ke Rumah Sakit ya by,buat periksa.''kata Shanum.
''Iya sayang,aku akan hubungi Harun buat bikin temu janji sekarang juga.''kata Arya.''Sekarang kita siap-siap lalu makan dan langsung berangkat.''katanya lagi setelah menghubungi Harun.
''Iya by.''jawab Shanum.
*****
Setelah menjelaskan tentang semua keluhannya ke dokter Ria sang dokter obgyn...Shanum di minta untuk membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur lalu sang dokter mengoleskan gel di perut Shanum lalu mutar-mutar alat di atasnya.
''Bisa anda lihat di monitor tuan...nyonya..itu adalah kantung rahim nyonya dan di sana terdapat dua objek kecil yang masih sebesar biji kacang yang artinya nyonya muda benar sedang hamil dan selamat nyonya mengandung bayi kembar.''tutur sang dokter.
Shanum dan Arya spontan meneteskan air matanya...mereka bener-bener gak nyangka bahwa buah dari kesabaran mereka...mereka langsung di beri dua hadiah sekaligus.
''Umur kehamilannya masih empat minggu dan ini adalah vitamin serta obat untuk mengurangi pusing serta mualnya nyonya.''tutur sang dokter.
''Dan tolong hindari stres serta aktifitas yang berat-berat dan jangan capek-capek nyonya...saya rasa anda paham dengan hal ini.''kata dokter Ria lagi.
''Iya dok,kalau begitu kami permisi dan terimakasih.''ucap Shanum.
__ADS_1
''Iya sama-sama tuan...nyonya.''jawab dokter Ria.