
❤️ Happy Reading ❤️
*****
''Bagaimana?apa sudah kamu temukan dimana anak itu?''tanya tuan Prakoso pada salah satu orang suruhannya yang di beri perintah untuk mencari keberadaan Panji.
''Sudah tuan.''jawabnya.''Putra anda ada di jalan xxx dan bekerja di sebuah cafe di daerah sana.''jawabnya.
''Cari tau siapa pemilik cafe itu.''perintahnya.
''Baik tuan.''sahutnya.
''Kamu boleh pergi sekarang.''kata tuan Prakoso.
''Baik,permisi.''pamitnya.
Tuan Prakoso memang akhir-akhir ini sedikit pusing karena sang putra pergi,perjanjian kerja sama batal,di tambah lagi sang istri yang terus menangis dan menyalahkannya atas kepergian sang putra.
''Kamu keterlaluan.''
''Kamu egois pa.''
''Kamu lebih mementingkan kekayaan dari pada putramu sendiri sehingga dia sekarang pergi dari kita.''
''Kalau sampai ada apa-apa dengan putraku,aku tak akan memaafkanmu pa.''
__ADS_1
Itulah kata-kata yang selalu di ucapkan sang istri saat bertemu dengannya di rumah dan itu semakin membuatnya pening saja.
Karena ibu manapun akan lebih sedih dan terluka bila melihat anaknya sedih dan terluka,bahkan seorang ibu tak akan rela bila anaknya di bentak...sekalipun oleh ayahnya sendiri,karena sejak di dalam kandungan sang ibulah yang menjaga anaknya...melindunginya,merawatnya dengan penuh kasih sayang sampai dia pun rela menukar nyawanya demi anak tercinta.
Maka siapa orang yang harus seorang anak hormati yang pertama adalah ibumu,yang kedua ibumu bahkan yang ketiga juga ibumu barulah yang ke empat ayahmu.
Perjuangan seorang ibu tak akan bisa terganti oleh dan siapa pun,karena sejatinya seorang ayah tidak akan bisa menjadi sosok seorang ibu tapi seorang ibu bisa menjadi sosok seorang ayah.
*****
''Aku masuk dulu ya kak.''kata Kinara begitu dia dan Alvan sampai di depan gerbang rumahnya.
''Maaf non tadi bapak pesen,kata bapak temennya suruh ajak masuk.''kata seorang penjaga ketika membukakan pintu gerbang untuk Kinara dan perkataan itu membuat Kinara mengernyitkan dahinya heran.
''Bagaimana kak?''tanya Kinara pada Alvan.
''Iya.''jawab Alvan.
Mereka berdua lalu berjalan masuk beriringan menuju pintu utama.
''Hufffttt...''Kinara menghembuskan nafasnya sebelu membuka pintu.
''Kenapa?''tanya Alvan.
''Oh gak apa-apa kok kak...ayo masuk.''kata Kinara.
__ADS_1
Cklek
''Assalamualaikum.''
''Wa'alaikumsalam.''
''Sudah pulang Ra?''tanya mamanya Kinara.''Ayo ajak masuk temennya.''katanya lagi.
''Iya ma.''jawab Kinara.
Begitu masuk sudah ada papa Kinara yang duduk di salah satu sofa di ruang tamu,Alvan serta Kinara pun menyalaminya.
''Ada apa papa minta agar kak Alvan mampir?''tanya Kinara to the poin.
''Duduk dulu Ra,baru ngomong.''sahut sang papa.
''Ada apa pa?''tanyanya lagi setelah duduk.
''Papa cuma ingin meminta maaf pada temen kamu.''kata papa Kinara menurunkan gengsinya.''Om minta maaf sudah menghina kamu...om gak tau kalau kamu adalah anak dari tuan Arya Narendra.''katanya beralih ke Alvan.
''Jadi kalau saya bukan anak Arya Nerendra...anda bisa dengan seenaknya menghina saya...atau bahkan orang lain.''sarkas Alvan.
''Ah bukan begitu...''kata papa Kinara.
''Mengucapkan kata maaf itu adalah hal yang mudah tapi mengobati lukanya yang sulit.''kata Alvan.''Ibarat kaca yang sudah retak makan walaupun di satukan dengan apapun itu akan tetap meninggalkan bekas.''lanjutnya.''Anda tenang saja...saya sudah memaafkan anda.''kata Alvan lagi.
__ADS_1
Tuan Atmaja merasa tertogok dengan kalimat yang di lontarkan oleh Alvan.
''Tapi...''