Pesona Tersembunyi Sang Tuan Muda

Pesona Tersembunyi Sang Tuan Muda
62.Bab 62


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


*****


''Ar,kamu itu sebenarnya bawa apa sih?setiap hari bawa paper bag terus.''tanya Henry sewaktu mereka di dalam mobil saat akan menuju ke kantor.


''Ini...?''kata Arya sambil mengangkat paper bagnya dan Henry menganggukkan kepalanya.''Ini bekal dari Shanum.''lanjut Arya.


''Tapi kok kamu selalu minta di beliin makan siang kalau sudah di bawain bakal?''tanya Henry heran.


''Iya bekalnya ini berisi cake buah sama buah potong dan infused water yang berbeda-beda setiap hari.''terang Arya.


''Enaknya...jadi pengen.''kata Henry.


''Bentar lagi...nanti pasti Lila bakal ngelakuin hal yang sama Hen.''kata Arya.


''Semoga saja Ar.''jawab Henry sambil tersenyum membayangkan hal itu.


*****


Hari ini Arya sangat di sibukkan dengan banyak sekali tumpukan berkas dokumen di mejanya karena kemarin dia pulang lebih awal dan malamnya ada acara pertunangan Satria jadi semalam sama sekali dia tidak menyentuh berkas-berkasnya.


Begitu juga dengan Shanum...hari ini lumayan banyak pasien yang harus di tanganinya....entah kenapa hari ini poli penyakit dalam terasa rame karena banyaknya pasien.


*****


Walaupun capek tapi Shanum tetap memasak untuk makan malam bersama suaminya.


Sekarang dia sedang duduk di ruang keluarga sambil menonton tv sembari menunggu sang suami pulang.


Tin...tin...tin...


Terdengar suara klakson mobil Arya sehingga membuat Shanum langsung bergegas menuju ke teras depan rumah guna menyambut kedatangan suaminya.


''Kamu langsung pulang istirahat Hen.''titah Arya.


''Baik tuan muda.''jawab Henry lalu Arya langsung keluar dari mobil.


Rasa lelah...rasa penat yang dia rasakan karena banyaknya pekerjaan mendadak hilang menguap begitu saja begitu melihat sang istri dengan senyum manisnya menyambut kedatangannya.

__ADS_1


''Assalamualaikum sayang.''salam Arya.


''Wa'alaikumsalam by.''jawab Shanum lalu meraih tangan Arya untuk di ciumnya juga meraih tas kerja Arya.


''Gimana by kerjaannya?semua lancarkan?''tanya Shanum.


''Alhamdulilah sayang cuma tadi rada capek aja karena banyak berkas yang harus aku pelajari juga tanda tangani.''jawab Arya.''Tapi setelah melihat kamu rasa capekku hilang sayang.''lanjut Arya.


''Ih gombal.''kata Shanum.


''Loh kok gombal sih sayang...aku serius tau.''jawab Arya.


Keharmonisan mereka...keromantisan mereka...kebahagiaan mereka berdua tak luput dari pandangan para maid yang bekerja disana...mereka semua turut bersyukur dan juga mendoakan untuk mereka berdua.


*****


''Kamu duduk dulu by,biar aku siapin air buat kamu mandi.''kata Shanum dan hanya di angguki oleh Arya.


''Airnya sudah siap by...kami mandi dulu gih biar seger.''tutur Shanum.


''Terimakasih ya sayang.''ucap Arya.


Arya pun mengecup bibir Shanum sekilas yang membuat Shanum hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan suaminya.


*****


''Ayo turun makan malam by.''ajak Shanum.


''Ayo sayang...kebetulan aku juga sudah laper banget ni.''jawab Arya.


''Masak apa yank?''tanya Arya begitu sampai di ruang makan sambil mengendus-endus wangi dari hidangan yang tersaji di meja makan.


''Ini aku buat sup ayam by.''jawab Shanum.''Cobain deh by...aku yakin kamu bakalan suka.''lanjutnya lalu menyajikan untuk Arya.


''Gimana by?''tanya Shanum penasaran setelah Arya menyuapkan makanan ke mulutnya.


''Ehm ini beneran enak sayang...dan kamu bener aku suka.''jawabnya lalu kembali menyendokkan makanan ke mulutnya.


Mereka berdua pun menikmati makan malam mereka.Arya sampai meminta nambah makannya...entah karena dia memang suka atau karena dia memang sedang kelaparan.

__ADS_1


''Langsung ke kamar aja ya sayang.''pinta Arya setelah mereka menyelesaikan makannya.


''Iya by.''jawab Shanum lalu meraih botol minum dengan gelas yang sudah tertata di nampan untuk di bawanya ke kamar.


*****


''Kamu tadi ngapain aja di Rumah Sakit sayang?''tanya Arya yang saat ini sedang duduk berdua di tempat tidur dengan Shanum yang bersender padanya.


''Ya seperti biasanya by,tapi hari ini aku juga lumayan capek by,soalnya hari ini banyak banget pasien yang masuk ke poli penyakit dalam.''jawab Shanum.


''Kapan ya sayang di sini ada Arya juniornya?''tanya Arya lagi sambil sebelah tangannya mengelus perut rata Shanum.


''Yang sabar ya by.''jawab Shanum.


''Apa kita kurang kali ya yank usahanya?''tanya Arya.''Ayo kita mulai usaha lagi sayang.''katanya lagi.


''Tapi mas ak...''omongan Shanum sudah terputus dengan c****n dari Arya.


C****n yang awalnya lembut lama kelamaan menjadi panas dan semakin menuntut...saling m*****t...saling m*******t...saling m******t...saling bertukar s****a satu sama lain...saling berebut seperti tidak ada yang mau mengalah antara yang satu dengan yang lain.


Tangan Arya pun sudah tidak dapat di kondisikan...sudah bergerilya kemana-mana...menj***h...me*****s setiap inci dari tubuh istrinya sampai tak terasa tidak ada satu helai benang pun yang masih menempel di tubuh mereka.


Selain menikmati bibir manis istrinya dan menj***h tubuh sang istri diapun meninggalkan banyak jejak kepemilikan di leher sang istri yang dia susuri juga tidak lupa di area favoritnya...ya dimana lagi kalau bukan kedua benda kenyal yang terpampang nyata di depannya...dia menj***t juga meny***p dengan rakusnya dan tidak dilupakan tangan yang me****t,mer***s,serta mem***n puncaknya sehingga membuat sang empunya mend***h.


Syara d*****n yang keluar dari mulut sang istri terasa seperti nyanyian yang merdu buat Arya dan itu membuat gelora gairahnya bertambah.


Lagi dan lagi Arya menanamkan bibit-bibit unggulnya di rahim Shanum agar dia segera memperoleh Arya junior untuk melengkapi kebahagiaan dalam biduk rumah tangganya.


Seperti tiada pernah ada lelahnya...tiada pernah ada bosannya...Arya melakukannya berkali-kali...berjam-jam,karena bagi Arya...Shanum sudah seperti candu buatnya sehingga membuat dia ketagihan serta ingin terus dan terus menikmatinya.


Hingga pertempuran panas itu pun berakhir tepat pukul satu malam.Shanum pun di buat kuwalahan oleh ulah suaminya itu...tubuhnya sudah terasa lemas dan remuk tapi di balik semua itu juga tidak bisa di pungkiri dia juga sangat menikmatinya dan juga bahagia karena bisa memuaskan sang suami,karena dia tidak ingin kalau sampai sang suami berpaling kepada wanita lain ataupun jajan sembarangan di luaran sana karena tidak mendapatkan kepuasan dari sang istri...banyak dari kegagalan berumah tangga terjadi karena rasa ketidak puasan dari pasangan masing-masing sehingga merasa rumput di luaran sana lebih enak.


''Terimakasih sayang.''ucap Arya lalu mengecup kening Shanum setelah adegan panas mereka.''Semoga kamu cepat hadir disini ya anaknya daddy.''ucap Arya lagi yang kali ini tepat didepan perut Shanum lalu menciumnya.


Hati Shanum menghangat mendengar perkataan Arya.


''Semoga saja by.Amin.''ucap Shanum.


Lalu mereka berdua pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh mereka dan kembali ke tempat tidur untuk mengistirahatkan tubuh mereka dengan saling berpelukan.

__ADS_1


__ADS_2