
β€οΈ Happy Reading β€οΈ
*****
''Ya udah kalau gitu di antara kita berempat gak ada panggilan om sama tante untuk memanggil satu sama lain tapi kita gunain sebutan yang sama pipi,Mimi,papa,mama,daddy,mommy,karena kita semua akan menjadi orangtua untuk satu sama lain...bagaimana?''usul Lila.
''Setuju.''seru Angel.''Terus kamu mau di panggil apa Ra?''tanya Angel sama Aurora.
''Inget gak ada kata tante atau aunty...''peringat Lila.
''Aku mau di panggil...''kata Aurora terhenti saat yang lain menatapnya serius.
''Ehm...''dehem Aurora menetralisir kegugupannya.
''Aku mau di panggil buna.''kata Aurora selanjutnya.
''Oh bunda...''kata Angel.
''Bukan bunda kak tapi Buna...''ucap Aurora.
''Buna...''seru mereka bertiga dan di angguki oleh Aurora.
''Kok buna?''tanya Lila.
''Iya kak buna...singkatan dari bunda muda...hehehe...''jelas Aurora sambil tertawa yang disambut geleng-geleng kepala oleh ketiga bumil.
''Oke deal kamu di panggil buna.''kata Lila lagi.
*****
''Ehm...lagi pada ngomongin apa sih kok seru banget kelihatannya.''kata Arya begitu dia sampai di teras belakang bersama Henry juga Satria yang membuat keempat wanita yang ada di sana langsung menoleh.
''Ini lo lagi ngebahas panggilan para baby untuk kita semua.''jawab Lila.
''Sudah selesai by?''tanya Shanum begitu Arya duduk di dekatnya.
''He'em.''jawab Arya.
''Terus apa panggilannya?''tanya Satria.
''Um...pipi,Mimi untuk aku ma suami,papa,mama untuk Angel juga kamu,terus daddy, mommy untuk Shanum juga Arya,sedangkan Buna untuk Aurora.''jawab Lila memberi tahu.
''Kita gak mau ada panggilan om dan tante diantara anak-anak kita nanti...''terang Angel.
*****
Sedangkan di tempat lain nyonya Rima beserta Alan sangat geram akan kabar kehamilan istri Arya.Mereka harus berpikir keras bagaimana caranya agar dapat menyingkirkan Arya dan mendapatkan semua harta tuan Narendra.
Di ruangan lain seorang wanita juga sangat merasa kesal atas kehamilan sang rival...dia harus putar otak untuk dapat menyingkirkan Shanum dari hidup Arya...agar dia dapat menggeser posisinya menjadi nyonya muda Arya Narendra...sedangkan dia sendiri belum bisa mendapatkan caranya karena dia yakin kalau Arya pasti akan lebih ketat dan protektif menjaga wanita yang mengandung anaknya itu.
''Belum hamil aja kemana-mana sudah dikawal gimana sekarang,pasti lebih...''gumamnya.
''Aargghhh...dasar sial...''makinya.
__ADS_1
*****
Keesokan harinya seperti biasa tuan Alan selalu berkunjung ke perkebunannya untuk mengisi hari luang di masa tuanya,Aurora pergi kesekolah,sedangkan di mension hanya ada nyonya Rima,Naina beserta kedua anaknya yang sedang di kamar bersama para pengasuhnya juga Aldi yang kebetulan di minta oleh sang mami untuk makan siang di rumah karena ingin menyusun rencana menyingkirkan Arya.
''Jadi gimana mi?apa rencananya?''tanya Aldi.
''Gak ada cara lain selain nyingkirin dia dari muka bumi ini...''jawab nyonya Rima.
''Maksud mami?''tanya Naina.
''Ya kita bunuh saja seperti kita menghabisi nyawa ibunya.''jawab nyonya Rima.
Sedangkan di luar ruangan sudah ada tuan Alan Narendra dengan Aurora yang baru pulang.Tuan Alan mengurungkan langkahnya untuk masuk setelah mendengar tentang mendiang istrinya,Aurora pun tidak jadi masuk mengikuti apa tuan Alan.
''Apa maksudnya?''lirih tuan Alan kaget.
Kembali ke perbincangan nyonya Rima.
''Kita akan menyabotase mobil yang dia tumpangi..''tuturnya.
''Gak bisa mi,itu pasti akan sangat sulit mengingat sistem keamanannya ketat.''kata Aldi.
''Kalau itu gak bisa gimana dengan kalau mengecoh saat mobil di kemudikan...biar terjadi kecelakaan di jalan.''usulnya lagi.
''Aku rasa itu lebih baik mi.''ucap Aldi.
''Terus wanita itu gimana mi?''tanya Naina.
''Kita akan urus dia nanti setelah kita menghabisi Arya.''jawab nyonya Rima.
*****
''Papi...''bisik Aurora.
''Iya sayang...''jawab tuan Alan lirih.
''Papi baik-baik aja?''tanya Aurora lagi dan tuan Alan hanya menganggukan kepalanya sebagai tanda dia baik-baik saja.
''Ayo kita keluar dulu sayang...papi butuh waktu untuk menenangkan diri sebentar...kamu temenin papi ya...'ajak tuan Alan.
''Iya pi.''ucap Aurora.
Aurora kasihan melihat sang papi yang sangat terlihat terpukul sekali setelah mendengar pembicaraan tadi.
Mereka berdua kembali lagi ke dalam mobil tuan Alan dan langsung pergi meninggalkan mension...tapi sebelum pergi dia sudah mengatakan kepada para pekerja di mension agar tidak memberi tahu orang rumah kalau dia dan Aurora sudah sempat pulang.
*****
Tuan Alan dan Aurora berhenti di sebuah taman.
''Papi benar-benar gak nyangka kalau mami kamu bisa melakukan hal itu.''kata tuan Alan ketika mereka duduk di salah satu kursi taman.
''Selama ini papi tinggal dan tidur dengan wanita yang sudah membunuh istri pertama papi.''lanjutnya.
__ADS_1
''Papi merasa benar-benar menjadi laki-laki atau suami yang gak berguna dan begitu bodohnya.''ucapnya lagi.
''Apa yang harus papi lakuin Ra?''tanya tuan Alan.''Apa Ra...?''tanyanya lagi.
''Apapun yang akan papi lakuin ke mami...Aurora akan mendukung papi,Aurora juga sangat kecewa dengan perbuatan mami juga kak Alan.''tutur Aurora sambil memegang tangan sang papi.
''Terimakasih sayang...papi sangat bangga memiliki putri yang baik serta bijak seperti kamu nak.''ucap tuan Alan sambil mengelus tangan Aurora yang berada di genggamannya.
Ayah dan putri itu berada di taman sejenak sambil menenangkan pikiran dari keterkejutan yang mereka alami.
Perbuatan nyonya Rima itu ibarat kata sepandai-pandainya menyimpan bangkai pasti akan tercium juga...sepandai-pandainya atau serapat-rapatnya kita menutupi sesuatu kajahatan atau kebusukan pasti suatu saat akan terkuak juga...
''Pi,bagaimana kalau kita ke mension bang Arya aja?''usul Aurora.''Kita bisa bicarain ini sama bang Arya juga kak Shanum...biar beban papi tidak terlalu berat karena memikirkan ini sendiri.''ucap Aurora.
''Tapi bagaimana kalau Abang kamu itu langsung emosi nak?papi gak mau kalau Abang kamu itu sampai kenapa-napa apalagi kakakmu sedang mengandung.''kata tuan Alan yang sangat terlihat sekali kekhawatirannya.
''Gimana kalau papi hubungi ayah Bayu sama bunda Sinta aja.''usulnya.''Jadi biar Abang gak emosi.''lanjutnya.''Sekalian suruh ajak kak Satria sama kak Henry pi.''katanya lagi.
''Kamu benar nak,papi juga butuh pendapat dari mereka semua untuk membahas masalah ini.''kata tuan Alan.
*****
''Assalamualaikum.''salam tuan Alan juga Aurora begitu mereka berada di depan pintu rumah Arya.
''Wa'alaikumsalam.''jawab seluruh penghuni mension yang mendengarnya.
Cklek
''Tuan besar...nona muda selamat malam.''sapa pak Nuh yang membukakan pintu untuk mereka.
''Selamat malam pak.''jawab tuan Alan.''Arya dan Shanum ada pak?''tanyanya.
''Ada tuan.''jawab pak Nuh.''Mari silahkan...''kata pak Nuh mempersilahkan.
''Saya permisi untuk memberi tahu tuan dan nyonya muda dulu tuan besar.''pamitnya sopan.
*****
''Assalamualaikum.''sapa Shanum dan Arya begitu mereka sampai di ruang tamu.
''Wa'alaikumsalam.''jawab tuan Alan juga Aurora.
''Ar,ada yang ingin papi bicarakan dengan kalian.''kata tuan Alan.
''Ada apa pi?''tanya Arya.
''Kita tunggu sebentar lagi ya...nunggu yang lainya datang.''kata tuan Alan.
''Yang lain...?siapa pi?''tanya Arya.
*********
Maaf semuanya baru bisa up...πππππ
__ADS_1
Tolong dukung terus...masukkan dalam rak buku favorit kalian,beri like,vote,gift juga komen ya...biar bikin tambah semangat nulisnya...terimakasihπππ