
❤️ Happy Reading ❤️
*****
Pagi yang cerah secerah aura yang terpancar dari pasangan suami istri ini.
''Pagi semua.''Sapa Shanum yang baru datang ke ruang makan bersama suami tercinta.
''Pagi.''jawab mereka semua.
''Loh nak Arya kok udah rapi...mau kekantor?''tanya bunda yang melihat Arya sangat rapi memakai style kantornya.
''Iya bun.''jawab Arya singkat.
''Bukannya kalian mau bulan madu ya...?emang gak jadi?''tanya bunda sedikit heran.
''Jadi bun,tapi Arya pagi ini memang harus kekantor karena masih ada beberapa pekerjaan yang harus Arya selesaikan.''jawab Arya memberi tahu.
''Emang gak bisa di handle sama Henry Ar?''kali ini ayah yang buka suara.
''Gak bisa ayah,karena harus Arya sendiri yang handle gak bisa di wakilkan.''terang Arya.
''Terus kapan kalian berangkat bulan madunya?''tanya ayah lagi.
''Nanti siang habis dzuhur yah.''kata Arya.
''Ar,inget kondisi tubuh...kamu jangan terlalu diforsir kerjanya,inget kesehatan itu yang lebih penting.''ujar ayah menasehati.
''Iya ayah terimakasih sudah mengingatkan.''ucap Arya sambil tersenyum...dia sungguh merasa bahagia mendapat keluarga yang sangat perhatian padanya.
Kemudian mereka melanjutkan acara sarapan paginya.
''Arya berangkat dulu ya ayah,bunda.''pamit Arya lalu menyalami kedua mertuanya.
''Hati-hati ya Ar.''kata bunda.
Lalu Arya berjalan keluar ruangan namun baru beberapa langkah Arya sudah menghentikan langkah dan membalikkan tubuhnya.
''Bunda.''panggil Arya dan bunda pun menoleh karena mendengar dirinya di panggil.
''Ehm...apakah Arya boleh peluk bunda?''tanya Arya ragu-ragu.
''Boleh,kemarilah nak.''kata bunda dan Arya pun langsung berhambur memeluknya.
''Apakah Arya boleh menganggap bunda seperti ibu kandung Arya sendiri?''tanya Arya sendu yang masih di pelukan bunda.
''Tentu saja sayang,kamu juga anak bunda dan ayah,anggap kami seperti orangtuamu sendiri.''jawab bunda sambil mengelus punggung menantunya.
__ADS_1
''Terimakasih bunda,terimakasih sudah menganggap Arya seperti anak bunda sendiri,terimakasih sudah membuat Arya merasakan kasih sayang seorang ibu lagi,terimakasih bunda.''ucap Arya yang ternyata sudah menangis dalam dekapan bunda.
Dan semua kejadian itu tak luput dari semua orang yang ada di sana bahkan mereka semua sudah ikut meneteskan air matanya karena terenyuh dengan adegan yang di suguhkan Arya serta bunda.
''Kasihan tuan muda karena setelah nyonya meninggal tidak mendapatkan kasih sayang seorang ibu lagi,beruntung ada ibu dari nyonya muda yang juga sangat menyayanginya.''batin pak Nuh.
''Aku bahagia Ar,akhirnya kamu mendapat kebahagiaanmu.''batin Henry.
''Arya berangkat ya bun.''pamit Arya sambil mengurai pelukannya.
''Iya,hati-hati ya.''ucap bunda.
*****
''Aku berangkat dulu ya sayang.''kata Arya lalu mengecup kening Shanum.
''Hati-hati ya mas.''kata Shanum sambil meraih tangan Arya dan menciumnya.
Setelah mobil yang dinaiki Arya juga Henry keluar dari gerbang rumah,Shanum pun kembali ke ruang makan yang disana masih ada keluarganya.
''Kasihan Arya.''ucap bunda.
''Gak nyangka bang Arya yang kelihatannya dingin plus datar dari luar...ternyata menyimpan kesedihan.''ujar Satria.
''Rapuh,Arya sangat rapuh...ayah sudah dengar sebagian cerita hidupnya dari papinya.''kata ayah.
''Sha,kamu gak boleh ninggalin Arya,kamu harus bisa menguatkan dia dan dampingi dia terus.''nasehat ayah.
*****
Saat yang dirumah sedang tertawa dan bercanda gurau di teras belakang mension Arya,di kantor Arya sedang di sibukkan dengan tumpukan berkas-berkas dokumennya.
''Ini kerjaan kok gak selesai-selesai.''gumam Arya.
Tok...tok...tok...
''Masuk.''
Cklek
''Permisi tuan muda.''kata Diva.
''Ada apa Diva?''tanya Arya.
''I...itu di..di luar ada nyo...nyonya Naina.''kata Diva ragu.
''Mau apa wanita itu kemari.''gumam Arya.''Persilahkan masuk.''ucap Arya kemudian.
__ADS_1
''Baik tuan muda,saya permisi.''pamit Diva.
Tok...tok...tok...
''Masuk.''
Cklek
'Ar...''sapa Naina.
''Ada apa kamu kemari?''tanya Arya dingin tanpa mengalihkan pandangannya dari dokumen yang ada di hadapannya.
''Ar,aku kesini ingin meminta maaf padamu atas semua kesalahanku Ar,aku menyesal.''kata Naina dengan berusaha memegang tangan Arya yang berada di atas meja namun Arya langsung menarik tangannya.
''Ar,aku benar-benar minta maaf...bisakah kita mulai dari awal lagi hubungan kita?''kata Naina dengan tidak tau malu.
''Kamu gak salah ngomong Nai?memulai dari awal hubungan kita...maksudnya apa?kita itu sama-sama sudah menikah Nai.''kata Arya.
''Gak...aku gak salah ngomong,aku masih mencintai kamu Ar dan aku yakin kamu pasti juga masih mencintai aku,iya kan Ar?''kata Naina dengan percaya dirinya.
''Kamu sudah punya suami Naina dan aku juga sudah punya istri.''tegas Arya.''Dan kenapa kamu yakin kalau aku masih mencintai kamu?''tanyanya.
''Buktinya setelah aku ninggalin kamu dan menikah dengan Aldi,kamu sama sekali tidak pernah menjalin hubungan dengan wanita manapun Ar sampai perjodohan bodoh itu terjadi.''kata Naina yakin.
''Kamu salah Nai,rasa cintaku ke kamu sudah mati dan hilang begitu kamu meninggalkan aku di masa terpurukku.''kata Arya dingin.
''Apa kamu pikir aku percaya Ar,aku sangat sangat tau kalau kamu gak bisa move on dari aku.''seru Naina.''Ayolah Ar kita kembali lagi...merajut cerita cinta kita,aku akan meninggalkan Aldi dan kamu bisa meninggalkan istrimu lalu kita berdua hidup bahagia.''kata Naina.
''Kamu gila Nai,aku gak akan pernah ninggalin istri aku buat kembali ke kamu...gak akan pernah.''tegas Arya.
''Tapi aku masih mencintai kamu Ar,kita mulai dari awal lagi hubungan kita.''bujuk Naina.''Kamu tinggalkan wanita rendah itu Ar...dia sama sekali gak pantas buat kamu.''kata Naina memprovokasi.
''Cukup Naina,aku sudah tidak mencintaimu lagi dan wanita yang kamu sebut wanita rendah dan gak pantas buat aku itu istri aku,istri sahku,wanita yang sangat aku cintai.''kata Arya dengan menekan setiap kalimatnya.''Terus siapa yang pantas?kamu...''kata Arya lagi.
''Iya aku...hanya aku yang pantas buat kamu bukan wanita itu.''teriak Naina.
''Mimpi kamu Naina.''cibir Arya.''Tidak ada wanita manapun yang lebih pantas mendampingiku kecuali satu wanita...yaitu istriku.''kata Arya.
''Gak...gak mungkin...kamu hanya milik aku Ar...hanya milik aku.''teriak Naina lagi.
''Kita liat saja nanti Ar,siapa yang lebih pantas buat kamu dan wanita itu hanya aku...''kata Naina lalu keluar dari ruangan Arya dengan perasaan sedih,kecewa,marah jadi satu.
''Kita lihat saja Ar...akan aku buat wanita itu hilang dari hidupmu untuk selamanya,tidak boleh ada wanita lain yang memilikimu kecuali aku.''gumam Naina.
Sedangkan di ruangan Arya sedang duduk menyenderkan tubuhnya sambil memijat pelipisnya...
''Sudah pusing banyak kerjaan malah datang wanita tak tau malu yang bikin tambah pusing.''gumam Arya.
__ADS_1
''Dasar wanita aneh...bisa-bisanya dia berbicara seperti itu.''gumamnya lagi.
''Sepertinya aku harus memperketat penjagaan buat Shanum setelah kita pulang honeymoon nanti.''pikirnya.