Pesona Tersembunyi Sang Tuan Muda

Pesona Tersembunyi Sang Tuan Muda
237.Bab 237


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Maaf udah lama gak up 🙏...dan aku juga mau kasih tau kalau ini tinggal beberapa bab aja menuju end ya...dan juga insyaallah awal bulan depan aku ada novel baru...mohon dukungannya semua🙏😊


*****


''Karena sekarang perusahaan sudah di ambil alih oleh tuan Arya.''jawabnya.


''Hah...bagaimana bisa pa?''tanya nyonya Prakoso yang juga tak kalah terkejut.


''Dia membeli saham dari para pemenang saham yang lain dan di tambah lagi dia juga yang membeli 15 persen saham yang aku jual kemarin.''kesalnya.''Jadi dia mempunyai 60 persen saham sedangkan aku hanya 40 persen.''imbuhnya lagi.Dan jauh lebih membuatku kesal dia telah menunjuk Panji untuk menggeser posisiku.''sambungnya.


''Panji...anak kita?''tanya nyonya Prakoso.


''Anakmu...bukan anakku.''seru tuan Prakoso penuh penekanan.


''Apa maksudmu pa...dia anakmu juga.''kata nyonya Prakoso yang tidak terima karena seolah-olah suaminya itu tak mengakui anaknya.


''Karena tak ada anak yang malah membuat bangkrut perusahaan orangtuanya.''sahut tuan Prakoso.''Terlebih lagi membuat malu papanya.''serunya lagi.


''Mungkin ini adalah pembalasan dari Yang di Atas pa...karena tak ada seorang orangtua yang dengan tega mengusir serta merampas kebahagiaan putranya hanya demi harta.''balas nyonya Prakoso.


''Oh bagus ya...sekarang kamu sudah berani membalas kata-kata dariku.''kata tuan Prakoso di sertai senyum meremehkan.''Sudah merasa hebat kamu sekarang hah...mau seperti putramu yang pembangkang itu.''bentaknya lagi.


''Aku harusnya sudah berani buka suara dari dulu paa...karen papa itu benar-benar sudah keterlaluan.''kata nyonya Prakoso lalu berjalan menuju tangga.


''Heh...mau kemana kamu...aku belum selesai bicara.''serunya namun sama sekali tak di indahkan oleh nyonya Prakoso.

__ADS_1


Tuan Prakoso mendudukkan bokongnya di kursi yang ada di ruang keluarga sambil menyandarkan punggungnya dan memijat keningnya karena kepalanya terasa pusing dengan semua yang di hadapinya saat ini.


Tap


Tap


Tap


Di alihkan pandangan tuan Prakoso ke arah tangga.


Ternyata suara itu bersumber dari sandal sang istri yang baru turun dengan menyeret kopernya.


''Mau kemana kamu dengan membawa koper?''tanya tuan Prakoso dengan di sertai tatapan mata tajamnya.


'''Aku mau keluar dari rumah ini.''jawab nyonya Prakoso.


''Terserah kamu mau bilang apa padaku pa...tapi yang jelas aku sudah tidak sanggup kalau kamu tetap egois seperti ini.''jawab nyonya Prakoso.''Karena sikap kamu yang seperti inilah aku harus kehilangan putraku.''lanjutnya.


''Silahkan kalau kamu mau keluar dari rumah ini dan hidup bersama dengan putramu itu tapi seperti putramu...jangan bawa apapun dari rumah ini.''ancamnya.


''Oh dengan senang hati pa.''jawab nyonya Prakoso yang kemudian meletakkan kopernya di samping meja dekat tuan Prakoso lalu di lepasnya seluruh perhiasan yang dia kenakan kecuali cincin pernikahan mereka,tak lupa pula dia membongkar isi tasnya.Di keluarkan satu persatu benda yang ada di tas mulai dari ponsel dan dompet kemudian dia keluarkan isi seluruh dompetnya mulai dari uang cash,kartu ATM serta kartu kreditnya dan tinggal menyisakan kartu tanda penduduk saja di sana.


''Semoga kamu tak akan menyesal dengan semua ini.''kata nyonya Prakoso lagi.''Selamat tinggal...''ucapnya lalu pergi melangkah keluar.


''Kita lihat saja sampai mana kamu bakal hidup tanpa aku.''gumam tuan Prakoso setelah sang istri hilang dari pandangan.


''Maafkan aku pa...maafkan aku...''gumam nyonya Prakoso mengiring setiap langkahnya keluar dari rumah.''Aku sangat berharap dengan begini kamu bisa berubah dan menerima putra serta menantu kita.''lanjutnya.

__ADS_1


''Nyonya...nyonya...''teriak salah satu art memanggilnya saat nyonya Prakoso akan sampai di pintu gerbang.


''Ada apa bik?''tanya nyonya Prakoso.


''Nyonya mau kemana?''tanyanya.


''Entahlah bik....tapi yang jelas aku akan mencari putraku.''jawab nyonya Prakoso.


''Nyonya ini...''katanya.


''Ini apa?''tanya nyonya Prakoso yang melihat artinya itu menyodorkan uang di hadapannya.


''Semoga ini bisa membantu nyonya untuk mencari tuan muda.''kata art itu lagi.''Ini uang patungan dari kami semua.''sambungnya.


''Tidak usah bik.''tolak nyonya Prakoso.


''Tidak apa-apa nyonya kami ikhlas dan kami juga sudah dengar semuanya.''paksanya.


''Terimakasih ya bik...bilang juga ke yang lain.''ucap nyonya Prakoso.''Titip tuan ya bik...jangan lupa ingatkan untuk makan.''sambungnya lagi.


''Baik nyonya.''jawabnya.


''Sekali lagi terimakasih bik,saya pergi dulu.''pamit nyonya Prakoso.


''Iya nyonya...hati-hati.''kata sang art.


Nyonya Prakoso termasuk majikan yang sangat baik juga begitu ramah pada para pekerjanya bahkan dia bisa di bilang dekat dengan para pekerjanya.

__ADS_1


__ADS_2