
❤️ Happy Reading ❤️
*****
Hari ini merupakan hari yang sangat menyedihkan untuk Kirana...dimana dirinya yang seorang anak, ditukar dengan uang oleh papanya.
Kirana terus terisak dalam pelukan Shanum, bahkan siapapun yang mendengar tangisnya pun akan merasa ikut sakit karena terdengar begitu pilu.
''Kirana.'' seru Shanum saat tubuh yang dipeluknya melemas.
''Ada apa mom?'' tanya Alvan yang berjalan mendekat.
''Kirana pingsan bang.'' seru Shanum.
''Cepat angkat dan bawa ke kamar bang.'' sahut Arya memberi instruksi.
''Dek, tolong bikin tas mommy.'' pinta Shanum pada Alexa.
''Baik mom.'' sahut Alexa.
*****
Dibaringkannya dengan pelan tubuh yang sedang tak sadarkan diri itu di ranjang di kamar yang selama ini di tempatnya.
''Ambilin minyak kayu putih kak.'' pinta Shanum pada Axel. ''Juga minta bibi buat bawain teh hangat.'' sambungnya.
__ADS_1
''Iya mom.'' jawab Axel.
Setelah beberapa saat Alexa dan Axel masuk lagi ke kamar Kirana dengan membawa apa yang di minta sang mommy.
''Dek, tolong oles di kiri kanan kening juga tangan dan telapak kakinya.'' kata Shanum. ''Setelah itu dekatkan di hidung kak Kirana minyak kayu putihnya.'' sambungnya.
Sementara itu Shanum mulai mengeluarkan tensimeter untuk mengukur tekanan darah serta stetoskop.
''Bagaimana mom?'' tanya Alvan dengan sudah tidak sabarnya karena khawatir.
''Huh...dia merasa tertekan jadi tensi darahnya langsung drop.'' sahut Shanum.
''Eugh...'' lenguh Kirana.
''Sayang...'' panggil Shanum.
Lagi dan lagi Kirana menumpahkan air matanya.
''Shutt tenang sayang sayang...'' bujuk Shanum namun Kirana masih saja menangis. '' Iya kamu boleh menangis sampai kami puas tapi setelah itu kamu tak boleh menangis lagi...karena apa.'' kata Shanum. ''Karena air mata ini terlalu berharga untuk menangisi sesuatu yang tidak penting.'' tuturnya lagi.
''Tapi Kirana sekarang sudah tidak punya siapa-siapa lagi mom...hiks...hiks...hiks...'' kata Kinara sambil terus menangis.
''Siapa bilang Kinara sudah tidak punya siapa-siapa lagi...ada kami sayang.'' kata Shanum dengan sangat lembut. ''Ada mommy, daddy, Abang Al, adek Alexa juga kakak Axel.'' katanya lagi. ''Kami adalah keluarga kamu sekarang.'' imbuhnya. ''Minum dulu ya sayang...buat kamu sedikit tenang.'' pinta Shanum.
''Bang, bisa daddy bicara denganmu sebentar?'' tanya Arya.
__ADS_1
''Iya dad.'' jawab Alvan dan kemudian menerima kode mata dari Arya bahwa mengajaknya berbicara di luar.
*****
''Ada apa dad?'' tanya Alvan saat mereka sudah sampai di teras belakang.
''Bang, daddy hanya sekali bertanya padamu sebagai seseorang yang sudah daddy anggap dewasa.'' kata Arya.
''Iya dad.'' jawab Alvan.
''Apakah kamu mencintai Kirana?'' tanya Arya.
''Iya dad.'' jawab Alvan dengan jujur. ''Tapi di saat situasi seperti ini kenapa daddy bertanya tentang hal ini?'' tanya Alvan.
''Daddy mau setelah semuanya kembali tenang...kamu bertunangan dengan Kirana.'' kata Arya.
''Daddy serius?'' tanya Alvan meyakinkan pendengarannya.
''Apa daddy pernah main-main dalam setiap keputusan daddy?'' tanya balik Arya dan Alvan pun menggelengkan kepalanya. ''Begitu kamu sudah bertunangan dengan Kirana dan menikah dengannya begitu kamu lulus...baru setelah itu daddy akan membuat perhitungan pada Atmaja.'' kata Arya.
''Tapi bagaimana dengan kuliah Kinara dad?'' tanya Alvan karena Kinara adalah adik tinggal Alvan.
''Terus berjalan, bahkan jika kamu jadi mengambil kuliah S2 kamu dimana pun, Kirana juga akan ikut.'' jawab Arya. ''Akan daddy urus agar bisa selalu satu universitas denganmu.'' imbuhnya.
''Terimakasih dad.'' ucap Alvan dengan perasaan yang lega. ''Tapi akan daddy apakan tuan Atmaja?'' tanya Alvan penasaran.
__ADS_1
''Biarlah itu jadi urusan daddy dan pipi Henri.'' sahut Arya.