
❤️ Happy Reading ❤️
*****
Kinara sangat gelisah dan gusar saat ada di dalam mobil bersama kedua orangtuanya menuju ke tempat. pertemuan yang telah di sepakati.
Otak Kinara terus saja berpikir bagaimana caranya agar dia bisa menghindar dari acara perjodohan bisnis ini.
Kenapa pertemuan mereka di adakan pada sore hari bukan malam hari sambil makan malam...itu karena alasannya keluarga sang calon pria sudah ada janji temu lainnya.
''Ayo turun.''perintah papa Kinara saat mereka sampai di restoran dan hal itu membuat Kinara sedikit tersentak karena dia sedari tadi sibuk dengan segala pikirannya sehingga tak menyadari bahwa mereka sudah sampai.
''Tap...''kata Kinara.
''Turun.''tegasnya.
Mau tak mau akhirnya Kinara pun ikut turun mengikuti langkah kedua orangtuanya.
Begitu masuk kedalam resto papa Kinara langsung bertanya pada salah satu pelayan tentang tempat yang sudah di pesan oleh calon besannya itu dan ternyata sang pelayang mengantarkan mereka ke sebuah ruangan VVIP resto.
*****
''Tuan Atmaja.''seru rekan bisnis papa Kinara begitu kami masuk.
''Tuan Prakoso.''balas papa Kinara.
__ADS_1
Setelah saling sapa,kami bertiga dipersalahkan untuk duduk setelah itu papa dan rekannya saling memperkenalkan orang yang di bawa masing-masing.
''Ternyata cantik sekali putri anda tuan.''puji tuan Prakoso.
''Anda bisa saja tuan,putra anda juga sangat tampan.''sahut tuan Atmaja papanya Kinara.
Begitu kami selesai menikmati semua menu makanan yang tersaji tuan Atmaja serta tuan Prakoso mulai membicarakan tentang perjodohan Kinara dan Panji Prakoso putra tuan Prakoso.
Kinara di jadikan bahan barter agar perusahaan Prakoso grup mau bekerja sama dan menanamkan modalnya di perusahaan AJ grup milik keluarga Atmaja.
*****
''Aku perlu bicara sama kamu.''kata Panji Prakoso saat Kinara baru saja keluar dari toilet yang membuat Kinara terlonjak kaget.
''Apa?''sahut Kinara sedikit ketus begitu dia sudah bisa menetralkan detak jantungnya.
Bukannya menjawab Panji malah melangkah meninggalkan Kinara sehingga membuat Kinara berjalan mengikutinya dari belakang.
Panji duduk di salah satu kursi di pojok restoran.
''Aku tidak mau melakukan perjodohan ini.''katanya to the poin begitu Kinara ikut duduk di hadapannya.''Aku tidak mau menikah hanya untuk bisnis.''lanjutnya.
''Memangnya kamu pikir aku mau menerima perjodohan ini.''sahut Kinara.
''Baiklah bagaimana kalau kita membuat kesepakatan.''kata Panji kemudian.
__ADS_1
''Apa?''tanya Kinara.
''Kita harus bekerjasama untuk menggagalkan rencana kedua orangtua kita.''jawab Panji.
''Tunggu kenapa kamu menolak perjodohan ini?''tanya Kinara lagi.
''Memang penting ya menanyakan hal ini?''tanya balik Panji.
''Penting.''sahut Kinara cepat.
''Sebenarnya aku sudah memiliki kekasih dan aku sangat mencintainya.''jawabnya.
''Kenapa kamu gak terus terang saja pada papa kamu?''tanya Kinara.
''Papa tidak menyukainya karena dia cuma dari keluarga yang sederhana.''jawab Panji.''Terus kenapa kamu juga menolak?''tanya Panji yang juga penasaran dengan alasan yang akan di lontarkan gadis di depannya itu.
''Aku...aku juga sudah memiliki pujaan hati sendiri.''sahut Kinara.''Terus bagaimana caranya agar perjodohan kita gagal?''tanya Kinara.
''Belum tau.''sahut Panji sambil mendelikkan kedua bahunya.''Aku minta nomor ponsel kamu...''pinta Panji.
''Buat apa?''tanya Kinara.
''Ya supaya aku mudah untuk menghubungi kamu....gitu saja pakek tanya.''sahut Panji.''Agar kita bisa menyusun rencana sama-sama.''sambungnya.
Setelah membuat kesepakatan bersama...mereka berdua memutuskan untuk kembali ke ruangan di mana kedua orangtua mereka berada.
__ADS_1