
❤️ Happy Reading ❤️
*****
''Gimana enak gak makanannya sayang.''tanya Shanum pada Kinara setelah mereka selesai makan.
''Enak...enak banget tante.''sahut Kinara.
''Ini semua masakan mommy lo kak.''terang Alexa.
''Kue yang kamu makan tempo hari juga bikinan mommy.''ucap Alvan yang membuat daddy dan mommynya jadi saling pandang.
''Tante pinter banget masaknya...Kinara jadi pengen belajar sama tante.''ucap Kinara.
''Boleh,kapan-kapan kita belajar masak bareng ya...''timpal Shanum.
''Jangan heran ya Kinara...Abang Al itu memang setiap hari wajib bawa bekal.''kata grandpa Alan.
''Iya itu harus...karena selain makanan yang gak jelas yang mereka makan,mereka tetap membutuhkan asupan dari makanan dan minuman yang sehat dan bergizi.''suhut Shanum.
''Maaf bukannya Kinara tidak sopan tapi berhubung sudah malam om,tante,Kinara langsung pamit ya...''tutur Kinara.
''Iya gak apa-apa tapi kapan-kapan main kesini lagi ya...''kata Shanum.
''Baik tante.''jawab Kinara.
''Biar di antar sama abang.''kata Shanum sambil melirik ke arah sang putra.
''Gak usah tante,Nara bisa naik taksi saja.''sahut Kinara yang merasa tidak ingin merepotkan.
__ADS_1
''Sudah tidak apa-apa lagian ini sudah malam.''kata Shanum.''Gak baik anak perempuan pulang malam-malam sendirian...bahaya.''lanjutnya.
''Baik tante dan maaf jadi merepotkan.''ucap Kinara.
''Gak apa-apa kok...kamu gak usah sungkan.''sahut Shanum.
''Abanh antar Kinara pulang dulu ya mom,dad.''pamit Alvan.
''Hati-hati di jalannya ya bang...jangan ngebut-ngebut bawa anak orang.''peringat Shanum.
''Iya mom.''jawab Alvan.
''Bawa si merah aja bang jangan si hitam.''kata Arya yang sedari tadi hanya diam.
''Tapi dad....''sahut Alvan.
''Ini sudah malam bang dan juga mendung,jadi jangan membantah.''kata Arya tegas.
''Baiklah mom,dad.''pasrah Alvan.
''Assalamualaikum.''
''Wa'alaikumsalam.''
*****
Saat keluar dari rumah Kinara di minta oleh Alvan untuk menunggunya di teras sedangkan Alvan sendiri pergi ke garasi untuk mengeluarkan si merah dari dalam kandangnya.
__ADS_1
Alvan menunggangi sebuah mobi mewah Porsche 718 hadiah dari daddy dan mommynya saat pemuda itu berulang tahun.
Tint...tint...tint...
''Ayo masuk.''seru Alvan setelah membunyikan klakson mobilnya beberapa kali.
''Eh iya.''jawab Kinara yang tersadar dari keterkagumannya.
*****
''Kinara boleh tanya sesuatu gak kak?''tanya Kinara saat mereka sudah mulai membelah jalanan.
''Apa...''kata Alvan.
''Kinara gak nyangka kalau kakak ternyata orang kaya.''kata Kinara mengawali.
''Bukan aku yang orang kaya melainkan orangtuaku.''sahut Alvan.
''Terus kenapa kakak gak pernah bawa si merah ke kampusnya?''tanyanya penasaran.
''Aku lebih nyaman bawa si hitam.''sahut Alvan.''Aku ingin orang-orang mengenalku dengan identitasku sendiri bukan dari anak siapa diriku.''sambungnya.
''Kemarin sebelum tahu tentang kakak...Kinara selalu berpikir apakah Kinara pantas untuk mengejar cinta kakak.''kata Kinara.''Sekarang setelah tahu siapa sebenarnya kakak...Kinara semakin merasa tidak pantas.''sambungnya.
''Kenapa?''tanya Alvan.
''Kinara hanyalah anak dari hasil perselingkuhan sedangkan kakak...''lirih Kinara.
''Mari sama-sama untuk berusaha memantaskan diri tanpa embel-embel nama besar orang tua di dalamnya.''kata Alvan.
__ADS_1
''Maksudnya?''tanya Kinara.
''Iya aku juga sedang memantaskan diriku sendiri tanpa menggunakan nama besar kedua orangtuaku.''kata Alvan.