
❤️ Happy Reading ❤️
*****
Tanpa sepatah katapun Alvan pergi dari sana untuk pergi mencari dimana keberadaan sang daddy.
Dan tujuan pertama Alvan adalah ruang kerja pribadi milik sang daddy.
Tok
Tok
Tok
''Masuk.'' seru Arya Narendra.
Cklek
''Hem.'' kata sang daddy lalu menutup sambungan telponnya begitu melihat siapa yang masuk. ''Ada apa bang?'' tanya Arya.
''Dad, itu papanya Kinara gimana?'' tanya Alvan yang panik apalagi di tambah dengan melihat Kirana yang menangis serta ketakutan, semakin membuatnya panik dan seolah tak bisa berpikir.
''Tenang bang, jangan panik.'' kata Arya dengan santainya. ''Kamu harus terbiasa dengan situasi seperti ini...situasi yang memainkan emosimu.'' papar Arya. ''Kalau begini saja kamu sudah seperti ini...gimana nanti kalau kamu menjadi pemimpin NRD grup.'' sambungnya. ''Duduk dan tarik nafasmu dalam-dalam lalu hembuskan perlahan.'' imbuhnya lagi.
''Jadi gimana dad?'' tanya Alvan lagi begitu dirinya sudah sedikit tenang.
__ADS_1
''Kita tunggu pipi Henri juga pengacara kita.'' jawab Arya. ''Ayo sekarang kita keluar...kasihan mommy sama Kinara dan kedua adikmu.'' ajak Arya.
Kedua orang anak dan ayah itu langsung keluar menuju dimana keluarga serta sang pembuat onar berada.
''Bagaimana tuan Narendra?'' tanya tuan Atmaja langsung begitu melihat sosok Arya yang berjalan mendekat.
''Sabar tuan kita tunggu asisten saya datang terlebih dahulu.'' jawab Arya dengan tenang.
''Anda hanya membuang-buang waktu berharga saya tuan!'' kata tuan Atmaja penuh dengan penekanan. ''Ayo kita pulang Kinara.'' ajaknya saat dirinya hendak berdiri.
''Kinara gak mau pa.'' lirih Kirana.
''Jangan kurang ajar kamu!'' bentak tuan Atmaja. ''Apa begini didikan dari keluarga yang katanya terpandang ini...mengajari seorang anak durhaka pada orangtuanya sendiri.'' katanya lagi semakin menggebu.
''Itu gak bener pa.'' bantah Kirana.
''Jaga bicara anda nyonya!'' bentaknya pada Shanum.
''Tutup mulut anda tuan!'' bentak balik Arya, dia masih santai dan tenang tapi apabila anggota keluarganya terlebih istrinya ada yang mengusik, apalagi ini sampai membentaknya...Arya tak akan bisa lagi menahan emosinya. ''Ada hak apa anda membentak istri saya?'' tanya Arya penuh penekanan serta tatapan mata yang sangat mengintimidasi lawan.
''Assalamualaikum...selamat pagi.'' sapa dua orang yang baru saja masuk ke arena panas.
''Wa'alaikumsalam.'' sahut semuanya.
''Berikan surat perjanjian itu pada tuan Atmaja.'' perintah Arya tanpa basa basi lagi.
__ADS_1
''Perjanjian apa dad?'' tanya Shanum tapi Arya hanya menjawab dengan memberi kode menggunakan tangan dan akhirnya Shanum langsung menutup mulutnya.
''Jadi anda benar-benar akan memberi saya uang untuk kembali mendanai perusahan saya yang akan bangkrut?'' tanya tuan Atmaja dengan mata berbinar ketika melihat jumlah nominal uang yang bernilai fantastis tertera di sana.
''Iya tapi dengan syarat.'' jawab Arya. ''Anda bisa baca sendiri syaratnya apa.'' katanya lagi.
''Tapi apakah saya juga bisa menambahkan syarat di sini?'' tanya tuan Atmaja lagi.
''Ini bukan ranah dan hak anda untuk bernegosiasi tuan...anda cukup menerima atau tidak dengan apa yang di sampaikan di surat perjanjian itu.'' jawab Arya.
''Baiklah, saya rasa saya tidak keberatan dengan syarat yang anda berikan, yang penting perusahaan saat terselamatkan.'' kata tuan Atmaja dengan enteng.
''Anda yakin tuan?'' tanya Arya sekali lagi untuk memastikan.
''Saya sangat yakin.'' jawab tuan Atmaja. ''Saya akan melepaskan Kinara dan tak akan mengganggu hidupnya lagi...bahkan kalau perlu saya akan melepaskan hubungan antara ayah dan anak jika dengan itu anda mau mengeluarkan uang sebanyak ini.'' kata tuan Atmaja.
Kinara yang mendengarkan apa kata sang papa serasa mencelos...hatinya seperti di iris- iris terus di taburi garam dan di siram dengan air perasan jeruk nipis...perih banget.
Shanum yang melihat Kinara terbengong dengan air mata yang deras menetes, langsung merengkuh tubuh yang hatinya sedang rapuh itu kedalam pelukan.
''Tenang sayang...ada kami.'' bisik Shanum.
''Kalau anda setuju silahkan segera anda tanda tangani maka akan segera cair pula uang itu.'' kata Arya.
''Baik tuan Narendra.'' dengan semangat 45 tuan Atmaja langsung menandatangani surat kontrak perjanjian itu.
__ADS_1
''Sadarkah papa...kalau papa sudah menjual putri papa sendiri...menukarnya dengan uang.'' lirih Kirana.
''Saya gak perduli.'' kata tuan Atmaja.