
❤️Happy Reading ❤️
*****
"Emmm...''gumam Alvan.
''Bingung mau jawabnya....''terka Shanum.''Sini duduk dekat mommy bang.''pinta Shanum.
Alvan pun melangkah mendekati sang mommy namun sebenarnya dia terlebih dahulu menengok kearah sang daddy...begitu mendapat anggukan kepala dari sang daddy barulah Alvan berjalan mendekat.
''Ini minum susunya dulu.''kata Shanum sambil menyerahkan satu gelas susu begitu sang putra sudah duduk di sampingnya.
Alvan menerima susu dari sang mommy lalu meneguknya hingga tandas.
''Sudah sedikit tenang bang?''tanya Shanum.''Sekarang Abang cerita ke mommy dan daddy sebenernya apa yang sudah terjadi sama Abang.''kata Shanum pelan dan lembut.
Alvan masih terdiam seolah dia masih ragu apakah akan cerita atau tidak kepada kedua orangtuanya itu.
__ADS_1
''Abang bisa cerita apapun ke mommy dan daddy...''timpal Arya yang ikut duduk di samping sang putra.
''Percayalah apapun itu kami akan siap mendengarkan dan kami akan mendukung apapun itu asal semuanya masih dalam konteks yang benar bang.''kata Shanum lagi meyakinkan sang putra.
Perlahan namun pasti Alvan mulai menceritakan segalanya...mulai dari rencana perjodohan Kinara sampai mengantarnya pulang tadi serta apa yang terjadi saat dia di kediaman keluarga Atmaja.
''Kurang ajar...berani-beraninya dia menghina putraku...menghina salah satu pewaris keluarga Narendra.''geram Arya dalam hati namun tangannya sudah mengepal kuat guna menahan gejolak amarah yang ada dalam dirinya...dia merasa tidak terima sang putra di hina seperti itu.
Sebenarnya Arya sudah tau dari para pengawal bayangan yang bertugas mengawal Alvan kalau Alvan masuk kedalam kediaman Atmaja namun dia tidak mengetahui kalau ternyata begitu kejadiannya.
''Abang gak tau mom tapi yang jelas Abang merasa nyaman dan tenang bila di sampingnya...Abang juga merasa sangat sedih bila melihatnya sedih mom.''kata Alvan.''Dan Abang tak bisa berhenti untuk tidak terus memikirkannya mom...''lanjutnya.
''Ternyata putra mommy ini sudah benar-benar besar...putra mommy sudah merasakan yang namanya jatuh cinta.''kata Shanum dengan di barengi senyum manisnya.
''Apa perlu Daddy turun tangan untuk menyelesaikannya bang?''tanya Arya yang ingin sekali mendengar jawaban sang putra.
''Gak perlu dad...jangan dulu.''kata Alvan.''Abang ingin menyelesaikannya sendiri dulu.''lanjutnya.''Sejujurnya Abang sudah pernah membicarakan ini sama Kinara sewaktu dia merasa tidak pantas dekat dengan abang karena status Abang yang putra dari seorang Arya Nerendra dengan statusnya yang hanya anak dari hasil perselingkuhan.''kata Alvan lagi lalu menjedanya sebentar.''Abang bilang bahwa kami berdua harus sama-sama memantaskan diri dulu tanpa membawa embel-embel nama besar keluarga.''sambungnya lagi.
__ADS_1
''Daddy benar-benar bangga padamu bang.''kata Arya sambil menepuk salah satu pundak sang putra.
''Baiklah kalau begitu maunya Abang.''sahut Shanum.''Tapi jangan salahkan mommy dan daddy nanti yang bisa langsung mengambil tindakan tanpa persetujuan dari Abang bila suatu saat nanti terjadi apa-apa.''kata Shanum.''Bukan Daddy yang akan turun tangan tapi melainkan mommy sendiri yang akan mengadili mereka nantinya.''sambungnya lagi.
Beginilah Shanum sekarang...wanita yang dulunya sangat lemah lembut namun setelah menjadi istri seorang Arya Narendra dan mengalami banyak kejadian membuatnya menjadi seorang wanita yang tangguh.
''Sekarang Abang istirahat dulu ya...jangan terlalu banyak pikiran...nanti Abang bisa sakit.''kata Shanum sambil mengelus surai kepala Alvan.
''Iya mom.''jawab Alvan.
''Selamat malam sayang...jangan lupa berdoa ya...''kata Shanum setelahnya mengecup kening sang putra.
''Selamat malam bang.''ucap Arya.
''Selamat malam mom...dad.''ucap Alvan.
Rasanya lega sekali yang sekarang Alvan rasakan begitu setelah menceritakan segalanya pada kedua orangtuanya.
__ADS_1