
❤️ Happy Reading ❤️
*****
''Hen,bagaimana dengan perihal yang pernah aku minta untuk kamu urus?apa semuanya sudah selesai?''tanya Arya saat berada di ruang kerjanya yang ada di perusahaan bersama Henry.
''Sudah semua Ar.''jawab Arya.
''Bagus.''puji Arya.
''Terus kapan kamu akan memberikannya?''tanya Henry lagi.''Jadi agar bisa aku konfirmasi ke Gery.''lanjutnya.
''Kalau minggu depan aja gimana?''kata Arya minta pendapat.
''Ok gak masalah,lagiankan sebentar lagi dia ulang tahun.''kata Henry.''Nanti biar aku konfirmasi ke Gery juga Harun.''sambungnya.
''Oh astaga aku lupa Hen kalau dia mau ulang tahun.''seru Arya yang baru teringat sesuatu.
''Lah aku kira rencana kamu itu karena buat kado ulang tahun dia.''kaget Henry.
''Sama sekali bukan,kalau hal itu memang sudah aku pikirkan dari jauh-jauh hari.''kata Arya.
''Masih ada hal lain yang perlu di bicarakan gak Ar?''tanya Henry.''kalau tidak aku mau balik keruangan...masih banyak kerjaan yang belum kelar.''ujarnya.
''Hem.''jawab Arya sambil menganggukkan kepalanya.
''Kenapa aku bisa sampai lupa...arghh...''gumam Arya setelah Henry keluar.
Setelah merutuki kebodohannya karena bisa lupa dengan hari spesial sang istri,Arya mutuskan untuk kembali lagi berkutat dengan semua tumpukan dokumen yang berada di atas mejanya agar cepat selesai dan dia bisa cepat pulang kerumah.
*****
Arya baru saja masuk ke dalam rumahnya tapi sudah terdengar suara gelak tawa dari arah ruang kelurga.
''Rame amat pak?''tanya Arya pada sang kepala pelayan.
''Iya tuan,di dalam ada nona muda juga tuan besar.''jawab pak Nuh sopan.
''Oh kalau gitu saya kedalam dulu pak.''pamit Arya lalu pergi melangkah menuju ke sumber suara.
''Assalamualaikum.''ucap salam dari sang pemilik mension.
''Wa'alaikumsalam.''jawab semuanya dan langsung menoleh ke arah Arya.
''Wah...wah...kayaknya lagi seru ni sampai daddy pulang gak ada yang nyambut.''canda Arya lalu sang putra sulung pun langsung berdiri dari duduknya dan melangkah menuju ke arah Arya terus menyalami sambil mencium tangan sang daddy.
__ADS_1
''Hai boy.''ucap Arya setelah mengecup kepala sang putra.
''Sudah lama pi?''tanya Arya setelah menyalami pria paruh baya yang di sayanginya.
''Belum kok Ar,mungkin baru setengah jam-an.''jawab papi Alan.
''Dek.''sapa Arya pada adik perempuannya.''Bagaimana sekolah kamu?''tanyanya.
''Semuanya baik kak.''jawab Aurora sambil menyalami sang kakak sama seperti yang dilakukan oleh Alvan.
''Mommy kamu mana bang?''tanya Arya pada sang putra karena tidak melihat sang pujaan hati disana.
''Mommy di sini.''bukan Alvan yang menjawab melainkan Shanum yang baru datang dari arah dapur sambil membawa beberapa cookies di tangannya di ikuti oleh maid yang membawa minuman.''Kamu sudah pulang dari tadi dad?''tanya Shanum.
''Baru saja kok mom.''jawab Arya.
''Ya sudah kamu sekarang bersih-bersih dulu dad.''kata Shanum.
''Siap ibu negara.''kata Arya.''Aku ke atas bersih-bersih dulu ya pi.''pamitnya dan di angguki sang papi.
''Aku nyiapin keperluan daddynya anak-anak dulu ya pi.''pamit Shanum lalu berjalan mengekor sang suami.
*****
''Mau nyiapin air hangat untuk kamu by.''jawan Shanum.
''Arghh...''pekik Shanum kaget saat tiba-tiba ditarik tangannya dan alhasil membentur dada bidang sang suami.
''Aku kangen kamu sayang.''bisik Arya tepat di sebelah telinga Shanum saat istrinya sudah berada di dalam dekapannya dengan tangan yang sudah melingkar sempurna di pinggang ramping Shanum.
''Apaan sih by.''ucap Shanum dengan pipi yang sudah merah merona bak sebuah tomat yang sudah matang sempurna.
Cup
Arya pun mengecup ubun-ubun kepala sang istri.
Cup
Kemudian beralih ke kening.
Cup
Cup
Turun ke kedua mata lentik sang istri.
__ADS_1
Cup
Cup
Berlanjut ke pipi kanan dan kiri meronanya.
Cup
Diteruskan ke bibir manis yang sudah menjadi candu buatnya...bukan hanya mengec*p tapi malah berjelajah ke dalam rongga guna mengabsen seluruh bagian yang ada di sana sampai tiba dimana pang***n itu terlepas karena keduanya sama-sama kehabisan pasokan oksigen dan diapun menempelkan keningnya di kening sang istri sambil sesekali menggesekkan hidung mancungnya ke hidung sang istri yang sebenarnya juga tergolong mancung tapi tak sembangir hidungnya.
Begitu sang istri lengah Arya langsung membopong sang istri ala bridal style menuju ke kamar mandi dan menurunkannya di bawan shower kamar mandi yang kemudian di putar krannya oleh Arya alhasil mereka basah kuyup sekarang.
''Aahh...''seru Shanum ketika air dari shower pertama kali mendarat di kepalanya...karena dia kaget dan tidak mengetahui pergerakan tangan sang suami yang ternyata memutar kran.
''Aku sudah mandi by.''gerutunya dengan bibir yang sudah mengerucut.
Cup
''Mandi lagi bareng sama aku...kita sudah lama gak mandi bareng lo yank.''ucap Arya yang kemudian melancarkan aksinya dengan mensc**mi seluruh wajah sang istri lalu menc**m,mel***t dan meny***p bibir sang istri kemudian berlanjut menelusuri leher jenjang sang istri dengan tangan yang sudah berhasil melepaskan seluruh pakaian miliknya dan Shanum.
Dan pada akhirnya terjadilah yang seharusnya terjadi,di kamar mandi itu terdengar suara merdu nan erotis yang saling bersautan selaras dengan suara gemericik air yang mengalir yang berakhir sampai keduanya mencapai puncak di awang-awang yang membuat keduanya serasa terbang ke awan karena kenikmatan serta kepuasan yang mereka dapatkan.
Kemudian barulah mereka mandi yang sebenarnya tapi tak lupa Shanum mengeringkan rambutnya terlebih dahulu menggunakan hairdryer yang di bantu oleh Arya agar nantinya dia tidak malu pada papi mertua serta adik iparnya,karena jika dia turun dengan pakaian yang berbeda serta rambut yang basah sudah dapat di pastikan bahwa grandpa dari ketiga anaknya itu akan tau apa yang telah ia dan putranya lakukan.
*****
''Uh anak-anak mommy seneng ya main sama grandpa dan buna...''ujar Shanum saat dirinya dan Arya turun menghampiri keluarganya.
''Iya dong mommy.''jawab Aurora mewakili keponakan-keponakannya.''Kok ganti baju kak?''tanya Aurora heran.
''Iya tadi pakaian kakak basah...gak sengaja kena air.''ucap Shanum memberi alasan.
''Mandiin bayi besar ya Sha?''tanya papi Alan sambil melirik ke arah sang putra yang mendengus kesal mendengar ucapannya sedangkan Shanum hanya tersenyum malu menanggapinya.
''Oh...''sahut Aurora membulatkan bibirnya.
''Kamu nginep dek?''tanya Arya mengalihkan pembicaraan.
''Iya bang sama papi juga.''jawab Aurora.
''Bagus deh biar makin rame.''kata Arya.
*****
Up lagi...mohon dukungannya...aku gak minta koin cukup like atau kasih gift aja aku sudah seneng dan berterimakasih banget...🙏🙏🙏😊😊😊
__ADS_1