Pesona Tersembunyi Sang Tuan Muda

Pesona Tersembunyi Sang Tuan Muda
124.Bab 124


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


*****


''Dasar kurang ajar."geram Arya.''Buat investor lain untuk menarik dananya dari perusahaan itu Hen dan bilang keseluruh perusahaan agar tidak ada yang berani berinvestasi di sana atau mereka akan menghadapi AN dan NRD grup.''tuturnya.


''Baik Ar.''jawab Henry lalu mengotak Atik ponselnya.


''Dad gak perlu sampai seperti itu...terlalu berlebihan.''kata Shanum.


''Itu adalah balasan yang setimpal untuk mereka karena sudah berani membentak anak-anak serta istri seorang Arya Narendra...terlebih dia dengan sudah sangat beraninya menyakiti putri keluarga Narendra.''tegas Arya.


''Dad.''panggil Alvan.''Maaf.''lirihnya yang membuat sang daddy langsung menoleh kearahnya.


''Maaf karena abang belum bisa lindungi princess.''sesalnya.


''Kakak juga minta maaf dad.''lirih Axel ikut berbicara.


''Ini bukan kesalahan abang juga kakak kok jadi gak perlu minta maaf.''jawab Arya.


''Enggak dad ini salah kami karena kami gak bisa melindungi princess sehingga dia harus merasakan sakit.''kata Alvan lagi.


''Ini bukan salah abang sama kakak tapi ini salah adek yang gak mau dengerin omongannya abang padahal abang sudah berkali-kali memperingati.''sahut Alexa.


''Dad.''panggil Axel.''Aku mau ikut latihan beladiri sama kayak abang.''lanjutnya.


''Hah...''Arya sedikit terkejut dengan ucapan putra keduanya itu.


''Kakakkan masih kecil.''sahut Shanum.


''Kakak ingin bantu abang biar bisa jagain mommy sama adek kalau daddy pas gak bersama kita mom.''kata Axel yang kekeh pada pendiriannya.


''Baik-baik besok kakak bisa ikut latihan taekwondo bareng sama abang.''putus ayah tiga anak itu.


''Aku juga mau ikut dad.''rengek sang putri.


''Iya princessnya daddy juga boleh ikut.''jawab Arya.


''Tapi dad...''protes Shanum.

__ADS_1


''Gak apa-apa mom biar mereka bisa melindungi diri mereka.''kata Arya.


''Huft baiklah terserah daddy saja.''pasrahnya.


Setelah acara makan siang selesai Arya dan Henry kembali lagi ke kantor sedangkan shanum dan Lila kembali lagi ke rumah sakit.


''Pulangnya jangan malam-malam ya dad.''kata si bungsu yang kini sudah berada di gendongan sang daddy.


''Daddy usahakan ya sayang.''jawab Arya.


''Kita ikut mommy ke rumah sakit boleh?''tanya si tengah Axel.


''Iya boleh.''jawab Shanum.


Akhirnya mereka berpisah menuju ke tempat kerja masing-masing.


*****


''Mom.''panggil Alexa.


''Hem.''jawab Shanum sambil menghentikan aktivitasnya yang sedang melihat beberapa berkas rumah sakit.


''Iya boleh sayang...belajar yang rajin ya.''kata Shanum menyahut ucapan putri semata wayangnya itu.''Kalau abang sama kakak cita-citanya ingin jadi apa?''tanya Shanum pada kedua putranya.


''Ingin seperti daddy.''jawab Axel semangat.


''Iya mom biar kita bisa bantuin daddy jadi daddy gak sibuk lagi.''timpal Alvan.


''Oh pasti daddy seneng banget ni kalau dengar kedua putra kebanggaannya ingin membantunya mengurus perusahaan.''ucap Shanum.''Memangnya abang sama kakak gak kepengen gitu punya cita-cita lain...ehm jadi dosen misalnya atau polisi,tentara,pilot atau dokter gitu?''tanya Shanum.


''Enggak mom.''jawab kedua anak itu kompak.


''Jadi seperti daddy itu gak mudah lo...benar daddy punya banyak uang dan di hormati serta di segani banyak orang tapi di balik itu semua daddy itu punya tanggung jawab yang besar karena berapa ribu karyawan yang menggantungkan hidup mereka dan kelurganya pada perusahaan yang di pimpin daddy dan juga banyak orang yang menjadi musuh daddy...karena saingan bisnis.''tutur Shanum menjelaskan bahwa jadi seperti daddynya itu tidak mudah.''Coba kalian bayangkan jikalau karyawan daddy itu ada seribu orang dan mereka punya anggota keluarga tiga orang saja maka jadi tiga ribu orang yang harus daddy pikirkan oleh sebab itu Daddy harus selalu cermat serta teliti dalam mengambil sebuah keputusan apalagi daddy harus memegang dua perusahaan besar yang memiliki bidang yang berbeda.''lanjutnya.


''Mom kenapa daddy kok punya dua perusahaan gak di jadiin satu saja?dan kok nama perusahannya daddy berbeda mom''tanya Alvan dan di angguki oleh kedua adiknya.


''Karena perusahaan NRD adalah perusahan keluarga sayang dulu yang pegang kendali adalah grandpa jadi sekarang turun ke daddy kalau AN adalah milik daddy sendiri...perusaahan yang daddy bangun sendiri dari nol dengan usaha dan jerih payahnya.''terang Shanum.


''Suatu saat di antara kalian bertiga pasti akan ada yang mengambil alih NRD grup maupun AN grup juga AN hospital yang sekarang di pegang oleh mommy.''katanya lagi.

__ADS_1


''Kenapa gak pipi Henry atau papa Satria mom?''tanya Alvan lagi.


''No...pipi Henry kan sudah kerja bareng daddy dan papa Satria juga sudah punya usaha cafe sayang.''jawab Shanum.


''Kenapa gak Aunty saja?''tanya Axel.


''Aunty mau jadi desainer sayang dan berencana mau buka butik jadi dia gak mau ikut bantu daddy di perusahaan.''jawab Shanum lagi.


Ketiga anaknya itu memang punya rasa ingin tahu yang tinggi jadi kalau bertanya sesuatu pasti mereka akan menanyakan terus sedetail mungkin dan sampai mereka puas dengan jawaban yang di terimanya.


*****


''Asaalamualaikum.''ucap salam Arya menggema begitu dia memasuki mension megah miliknya.


''Wa'alaikumsalam.''


''Daddy...''seru sang bungsu yang langsung berlari menuju ke arah sang daddy.


''No...gak boleh peluk-peluk atau menta gendong.''seru Shanum yang berjalan di belakangnya bersama Axel dan Alvan.''Daddy baru pulang sayang...masih kotor dan banyak kuman yang menempel sedangkan adekkan sudah bersih dan wangi.''jelas sang mommy begitu melihat putrinya cemberut.


''Oke,daddy mandi dulu ya princess nanti baru daddy peluk...gimana?''tawar Arya.


''Hem baiklah dad.''jawab Alexa.


''Sekarang adek sama abang dan kakak dulu ya...mommy mau nyiapin keperluan daddy dulu.''kata Shanum.


''Baik mom.''jawabnya.


Memang putri dari Shanum dan Arya itu sedikit lebih manja dari kedua saudaranya...mungkin karena dia adalah anak perempuan satu-satunya di keluarga kecil Arya Narendra sedangkan sang kembaran Axel jauh lebih mandiri seperti sang abang...kalau sifat...keduanya memiliki sifat yang hampir sama...dingin dan cuek kepada orang lain sepeti abang dan daddynya.


*****


''Sayang...''panggil Arya saat keluar dari kamar mandi sambil menghampiri sang istri yang sedang duduk di tempat tidur mereka.


''Ehm...ganti baju dulu by.''kata Shanum.


Arya pun langsung menyambar pakaian yang sudah di siapkan sang istri di walk in closed mereka.


''Kangen...''kata Arya yang sudah selesai berpakaian dan meletakkan kepalanya di pengkuan sang istri.

__ADS_1


''Apaan sih by...tiap hari ketemu juga.''ujar Shanum.''Kayak ABG aja deh...inget anak sudah tiga tuh...''kata Shanum sambil terkekeh gemas melihat kelakuan sang suami.


__ADS_2