Pesona Tersembunyi Sang Tuan Muda

Pesona Tersembunyi Sang Tuan Muda
145.Bab 145


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


*****


''Iya memang beda.''jawab Aurora.


''Ini kata kakak tiap botolnya terbuat dari tiga buah kurma serta irisan buah semangka yang katanya mengandung vitamin A dan C yang bagus untuk mengatur tekanan darah dan menjaga sistem saraf.''jelas Aurora.


''Terus itu apa lagi?''tanya Samudra.


''Ini lemon cake kak.''kata Aurora.''Tetap selalu ada kandungan buahnya...biar seimbang kata kak Shanum.''lanjutnya.


''Semakin salut aku sama kak Shanum...bahkan mamaku aja jauh dari dia...''ucap Samudra.


''Iya kak...paling the best deh pokoknya.''sahut Aurora.


''Ya udah aku kerja dulu ya...''kata Samudra kemudian.


''Iya kak.''jawab Aurora.


Sesekali Aurora akan mencuri pandang pada pria yang ada di hadapannya ini...begitu berwibawa dan karismatik apalagi saat sedang serius seperti ini membuatnya semakin kagum...dan Samudra bukannya tidak tahu kalau dari tadi Aurora sering memperhatikannya tapi dia biarkan saja.


''Senang banget rasanya di temani begini.''batin Samudra.


*****


''Kenapa hem...?''tanya Samudra tiba-tiba sambil menopang wajah tampannya dengan sebelah tangannya sehingga membuat Aurora tersentak kaget juga salah tingkah kerena sudah ketahuan.


''Aduh...jadi ketahuankan...''gerutu Aurora dalam hati sambil merutuki kebodohannya.


''Kenapa?''tanya Samudra lagi.


''Eh gak apa-apa kok kak.''jawab Aurora dengan wajah yang masih memerah kerena malu habis kena gep dari sang kekasih.


''Aku tau kok aku itu tampan jadi gak usah curi-curi gitu kalau mau ngliatin...sini...lihat dari dekat biar makin puas...''goda Samudra.


''Cih percaya diri sekali anda.''bantah Aurora.


''Loh kan memang kenyataannya gitu...kalau gak tampan mana mungkin adik dari seorang Arya Narendra mau sama aku...''selorohnya.


''Ck...sombong.''ujar Aurora.

__ADS_1


''Sini...''panggil Samudra namun Aurora sama sekali tidak bergeming dari duduknya.


''Ada apa?kan bisa ngomong dari sini juga.''kata Aurora kemudian.


''Mau aku yang kesana atau kamu yang kesini.''kata Samudra dengan tatapan yang mampu mengintimidasi siapapun yang di tatapnya.


''Ck.''decak Aurora dan mau tak mau diapun menuruti kemauan kekasihnya itu.


''Apa?''tanya Aurora setelah berdiri di depannya dengan bersebrangan meja.


''Sini...''kata Samudra lagi sambil menunjuk tepat di depannya.


''Huh...''desah Aurora yang kemudian berjalan kembali melewati sisi meja dan berdiri di depan Samudra.


Namun setelah berdiri di depan Samudra tiba-tiba tangan kekar itu menariknya sehingga dia jatuh di atas pangkuan sang pelaku.


''Kak...''seru Aurora saat dirinya di tarik.


Seperkian detik mereka saling pandang dengan posisi Aurora yang duduk di pangkuan Samudra.


''Kak...''lirih Aurora setelah dia tersadar dari spontanitas kejadian itu.


''Ehm...''jawab Samudra yang masih menikmati keindahan yang terpampang nyata dan sangat dekat dengannya.


Tanpa menjawab Samudra langsung meraih remote control pintu dan menguncinya.


Memang di perusahaan pusat milik Arya baik di NRD atau AN pintu ruangan untuk Arya dan asistennya di lengkapi dengan remote control.


Bip


''Sudah...''kata Samudra.''Gak akan ada yang bisa masuk.''ucap Samudra tanpa mengalihkan pandangannya sedikit pun.


Tangan Aurora yang berada di antara dadanya dan dada Samudra di bawa Samudra dengan sebelah tangannya secara bergantian untuk di letakkannya di leher Samudra sedangkan tangan Samudra yang satunya masih betah bertengger di pinggang pujaan hatinya itu.


''Kak...''posisi yang terbilang intim seperti ini membuat Aurora semakin di landa kegugupan.


Karena baru kali ini Aurora mendapatkan perlakuan yang seperti ini...karena dia belum pernah sama sekali berpacaran yang tentunya karena ultimatum dari sang abang yang sangat-sangat posesif itu.


''Kalau begini kamu akan bisa lebih puas dan jelas lihat akunya...''goda Samudra.''Dan aku juga lebih puas lihat kamunya.''katanya lagi sambil sebelah tangannya merapikan rambut Aurora yang sedikit berantakan menutupi sebagian wajah cantik itu.


''A...aku berat lo...''kata Aurora gugup.

__ADS_1


''Mana ada...ringan begini kok.''kata Samudra.


Aurora berusaha mengalihkan pandangannya untuk menutupi rasa kegugupannya...bahkan mungkin Samudra juga mendengar suara jantungnya yang sudah berdisko ria di dalam sana tanpa mampu dia kendalikan.


''Kakak di sini lo yank...kok ngelihatnya ke sana...''kata Samudra sambil menyentuh pipi Aurora dan membawanya menghadap ke arahnya.


Posisi yang semakin dekat membuat wajah Aurora yang kembali menoleh ke arah Samudra semakin bertambah dekat lagi bahkan ujung hidung mereka nyaris bersentuhan dan hanya menyisakan jarak beberapa senti saja.


Pandangan yang mempertemukan keempat manik mata itu membuat mereka saling pandang sejenak...dan entah mendapatkan keberanian dari mana Samudra semakin mendekatkan wajahnya..semakin mengikis jarak mereka berdua hingga kedua benda kenyal itupun bertemu...


Samudra yang semula hanya mendiamkan bibirnya namun karena melihat sang kekasih yang tidak berontak atau menolaknya bahkan mata yang semula terbuka itu lama kelamaan menutup berusahalah menikmati sentuhan itu membuat Samudra tersenyum tipis dan semakin memberanikan dirinya untuk menggerakkan bibirnya...sedikit mengecup kemudian menc***p hingga mengh***p dan mel***t benda yang mungkin akan menjadi candunya di kemudian hari.


Sebelah tangan Samudra meninggalkan pinggang Aurora dan semakin bergerak ke atas untuk meraih yang kemudian sedikit menekan tengkuk gadis pujaannya itu guna memperdalam c***man serta l***tan mereka.


Aurora yang memang masih baru akan hal ini hanya bisa diam pasrah sambil menikmati apa yang di lakukan laki-laki yang menjadi kekasihnya ini.


''Napas yank...''kata Samudra saat dia melepaskan ciumannya.


Setelah dirasa cukup sang kekasih memasok oksigen dalam paru-parunya...Samudra kembali melakukan aksi yang sama seperti sebelumnya dan batu setelah puas dia pun mengakhirinya...dia sadar kalau dia tidak cepat menghentikan aksinya mungkin dia akan lebih sulit untuk mengendalikan nafsunya...karena dia juga pria normal yang mempunyai hasrat juga nafsu.


''Terimakasih sayang...''ucap Samudra sambil mengusap bibir Aurora yang sedikit membengkak karena ulahnya.


Sedangkan Aurora hanya bisa tersenyum sambil tersipu malu dengan wajah yang sudah memerah seperti buah tomat yang sudah matang.


''Kaku banget...''goda Samudra.


''Kakak sudah ambil first kiss aku.''lirih Aurora.


''Sama...ini juga first kiss aku.''sahut Aurora.


''Masa...''kata Aurora yang tidak percaya.''Orang sudah lihai gitu...''cibirnya.


''Ngikutin insting sayang...''kata Samudra.''Aku memang sudah pernah pacaran gak seperti kamu tapi aku cuma sebatas pegangan tangan..paling mentok paling cuma cium pipi aja...''lanjutnya.


''Bener ya...awas kalau bohong.''ancam Aurora.


''Iya sayangku.''jawab Samudra sambil menggigit pelan pipi Aurora.


*****


Hai semua boleh minta tolong gak...tolong vote karya aku ini di Toon Carnival yang ada di beranda terus pilih yang Aula Kehormatan Novel 2021 untuk memberi perlindungan...terimakasih 🙏😊😘👇

__ADS_1




__ADS_2