Pesona Tersembunyi Sang Tuan Muda

Pesona Tersembunyi Sang Tuan Muda
228.Bab 228


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


*****


Begitu acara selesai seluruhnya pulang ke kediaman Arya,karena ada yang ingin di bahas oleh tuan muda yang kini sudah menjadi tuan besar Narendra itu pada para pria anggota keluarganya.


Yang di maksud di sini adalah Henry,Samudra juga Satria.


Tak lupa pula mereka mengajak sejoli yang baru saja resmi menikah itu untuk ikut bersama...karena Shanum takut akan terjadi sesuatu pada pasangan pengantin baru tersebut mengingat ada kejadian yang tak mengenakkan tadi dan semua itu adalah ulah dari tuan Prakoso yang merupakan ayah kandung dari Panji sendiri.


.


Dan usul nyonya besar Narendra itu di setujui oleh semuanya meskipun mereka haris membujuk Panji dan Aleta terlebih dahulu yang tadinya kekeh tidak mau karena merasa tidak enak.


''Pak Nuh tolong tunjukkan kamar yang akan di tempati oleh Panji dan istrinya.''pinta Shanum pada kepala pelayang yang ada di kediamannya.


''Baik nyonya.''sahutnya.''Mari tuan...nona.''ajaknya.


''Kami...''kata Panji.


''Sudah sana kalian ke kamar dulu untuk menaruh barang-barang kalian.''potong Shanum.


''Terimakasih Tante.''ucap keduanya.


''Iya sama-sama.''sahut Shanum.

__ADS_1


*****


Kini di ruang keluarga hanya tinggallah para wanita saja...yaitu ada Lila,Angel,Aurora dan tentunya sang nyonya rumah.


Sedangkan Henry,Arya serta Samudra dan Satria saat ini berada di ruang kerja Arya...entah apa yang sedang mereka diskusikan saat ini di sana.


''Kok sepi?''tanya Arya yang baru keluar bersama para pria dewasa lainnya.


''Lah ini rame...emangnya gak lihat...gak denger...''sahut Aurora.


''Maksud aku kok cuma tinggal kalian saja yang lainnya pada kemana?''ralat Arya.


''Baby twins dan para sepupunya ada di atas,terus Abang dan teman-temannya ada di teman belakang sedangkan si pengantin baru ada dikamar sedang beresin pakaiannya.''jelas Shanum.


''Oh...''beo Arya lalu duduk di samping sang istri tercinta.


''Halo.''kata Arya begitu menjawab panggilan masuk di ponselnya.


''.....''


''Apa?!''seru Arya.


''.....''


''Bereskan yang ada di sana.''perintahnya lalu matikan sambungan teleponnya.

__ADS_1


''Ada apa?''tanya Henry.


''Ada yang berusaha membakar cafe dan bengkel milik Abang yang ada di jalan xxx.''jawab Arya.


''Astaghfirullah...''kata Shanum.''Terus gimana dad?''tanya Shanum lagi.


''Cafe Abang gimana dad?''tanya Alvan yang baru kembali dari belakang bersama pada sahabatnya yang kebetulan juga bareng dengan Panji dan Aleta.''Bukan ke cafenya dih dad tapi para karyawan Abang gimana?ada korban gak?''tanyanya beruntun.


''Untungnya gaj ada korban jiwa dan belum sempat terbakar karena sudah keburu di tangkap sama anak buah Daddy.''jawab Arya.


''Siapa yang mau membakar cafe Abang?''tanya Lila.


''Tuan Prakoso.''jawab Arya singkat.


Deg


Sesak itulah yang Panji rasakan saat ini,sedih juga merasa bersalah atas apa yang akan menimpa teman barunya itu karena imbas dari membantunya.


''Papa...''lirih Panji.''Panji minta maaf telah apa yang telah terjadi...''lirihnya lagi.


''Ini bukan salahmu nak,jadi kamu gak perlu merasa bersalah dan minta maaf.''sahut Shanum.


''Panji apa om boleh memberikan sedikit pelajaran pada papa kamu itu?''tanya Arya karena dia juga tak ingin menyakiti perasaan Panji yang sudah terluka.''Karena dia sudah berani menyinggung anggota keluarga Narendra.''sambungnya lagi.


''Tentu saja om.''sahut Panji karena dia juga merasa bahwa papanya itu perlu di beri sedikit pelajaran agar tak bertindak seenaknya saja.

__ADS_1


__ADS_2