
❤️ Happy Reading ❤️
*****
''Terimakasih...terimakasih sudah mau menjadi istri yang sempurna untukku,terimakasih sudah mau mendukungku,terimakasih sudah mau berjuang bersamaku menghadapi segala masalah,terimakasih sudah mau melayaniku dengan sepenuh hati,terimakasih sudah sayang dan cinta sama aku...''ucap Arya panjang lebar.
''Aku juga by...terimakasih untuk segalanya.''ucap Shanum.
Cup
Cup
Cup
Cup
Cup
Ciuman bertubi-tubi langsung di daratkan Arya di semua wajah Shanum...Arya begitu bahagia dan bersyukur bisa menikah dan memiliki istri seperti Shanum.
''Nikmat mana lagi yang kau dustakan.''batin Arya.''Dan kurang bersyukur gimana lagi kamu Ar.''katanya dalam hati.
Mereka sama-sama tenggelam dengan rasa bahagia yang mereka rasakan saat ini...bersyukur...bersyukur dan bersyukur yang ada dalam benak serta hati mereka.
Pernikahan yang di awali dengan perjodohan...dari yang semula sama-sama tidak saling mengenal dan menerima dengan tangan terbuka serta berlapang dada perjodohan yang telah di atur oleh kedua orangtua mereka...dengan saling mengenal...saling lebih terbuka hingga terpeciklah benih-benih cinta hingga mereka dapat sampai di titik ini...
*****
Selama beberapa minggu berita tentang Arya masih menjadi topik hangat di mana-mana...mau tidak mau Shanum pun terkena imbas dari sang suami...semua orang yang mengenalnya sebagai istri seorang pengusaha Arya Narendra menjadi lebih hormat kepadanya.
Seperti saat ini dia sedang berada di rumah sakit untuk menjalankan tugas serta tanggung jawabnya...banyak staf yang menjadi lebih hormat padanya sehingga membuatnya menjadi canggung...ada juga beberapa yang nyinyir seperti bibir-bibir panas diluaran sana.
''Wah ternyata suaminya dokter Shanum pemilik Rumah Sakit ini.''
''Dokter Shanum beruntung banget ya bisa nikah sama pengusaha muda seperti tuan Arya.''
''Mau dong jadi istrinya...jadi yang kedua atau ketiga juga gak pa-pa...aku rela.''
''Ih kok mau sih tuan Arya yang notabene pengusaha muda dan sukses menikah dengan orang bisa seperti dokter Shanum.''
''Pantes aja kalau dokter Shanum sakit...semua dokter terbaik serta dokter kepala langsung yang menanganinya.''
__ADS_1
''Ternyata istri pemilik Rumah Sakit...pantes bisa libur dan masuk kerja semaunya.''
Dan masih banyak lagi yang Shanum dengar baik yang positif maupun yang negatif...tapi di biarkan saja karena Shanum gak mau ambil pusing memikirkan serta menanggapi hal-hal yang gak penting seperti itu.
*****
Naina...sang mantan yang sudah menikah serta memiliki anak dari kakak tiri Arya sekarang lebih sering berkunjung ke perusahaan walau berkali-kali dia gagal menemui Arya karena Arya selalu menolak bertemu dengannya dengan berbagai alasan.
Dia semakin gencar ingin mendapatkan Arya kembali...lebih tepatnya ingin dapat menguasai dan berfoya-foya menggunakan harta Arya karena dia adalah tipe wanita yang gila harta serta terbiasa bergaya hidup mewah nan glamor.
*****
''Sayang.''panggil Arya.
''Hem.''jawab Shanum yang masih fokus menonton Drakor di televisi yang ada di kamar mereka.
''Sayang.''panggil Arya lagi.
''Iya by,ada apa?''kata Shanum.
''Kamu sudah selesai belum yank?''tanya Arya ambigu yang membuat Shanum mengernyitkan dahinya.
''Apanya?''tanya Shanum ingin tahu.
''Apa sih...gak jelas banget ngomongnya.''kesal Shanum.
''Tamu bulanannya...''kata Arya lagi greget dengan istrinya yang gak konek-konek.
''Iya sudah by.''jawab Shanum.
''Berarti sudah boleh dong...''ucap Arya lagi dengan senyum smirknya.
''Eh...''pekik Shanum yang ternyata sudah di angkat Arya dan berjalan menuju ranjang mereka.
''Boleh ya sayang...?''tanya Arya yang sudah menindih tubuh Shanum serta dengan mimik muka yang di buat memelas.
Shanum pun langsung menganggukkan kepalanya...dia tidak mau menjadi wanita yang munafik...karena dia pun merindukan dan sangat menginginkan belaian sang suami setelah selama satu minggu berpuasa.
Begitu. mendapatkan lampu hijau dari sang istri...Arya langsung melabuhkan bibirnya ke bibir sang istri...menyalurkan segala hasrat yang tertahan selama satu minggu ini.
Dengan suara rintihan...suara de****n...dengan nafas yang saling memburu...menjadi alunan yang merdu di kamar sepasang suami istri yang sedang di mabuk cinta itu.
__ADS_1
Udara kamar yang dingin karena AC...mendadak menjadi panas yang terbukti dari peluh yang mengucur di tubuh mereka berdua.
Untung saja kamar mereka di lengkapi dengan fasilitas kedap suara kalau tidak sudah dapat di jamin siapapun yang dekat atau melintasi kamar mereka dapat mendengar segala aktivitas yang ada di dalam kamar itu.
Arya melakukan berkali-kali...lagi dan lagi...demi menanamkan bibit-bibit unggulnya agar segera dapat tumbuh dan menghadirkan malaikat kecil yang selama ini mereka dambakan.
Tak terasa mereka sudah melakukannya selama berjam-jam sampai waktu menunjukkan hampir dini hari yang membuat tubuh Shanum teras remuk redam karena mendapatkan hujaman demi hujaman dari sang suami walaupun juga tidak di pungkiri bahwa diapun sangat menikmati dan membuatnya melayang merengkuh nikmatnya surga dunia.
''Terimakasih sayang...terimakasih.''ucap Arya setelah dia mengakhiri aktivitas panas mereka.
Cup
Cup
Lalu mengecup kening dan bibir sang istri.
Tapi Shanum hanya mampu tersenyum menanggapinya karena dia sudah sangat lelah.
Arya memang selalu mengecup kening dan bibir Shanum serta mengucapkan terimakasih jika sudah selesai melakukan adegan panasnya.(perlu di contoh ya untuk para suami...walaupun kelihatannya hanya hal sepele tapi itu benar-benar bisa membuat sang istri bahagia karena merasa di hargai...hehehe...).
*****
Matahari sudah menjulang tinggi menampakkan keindahannya tapi sepasang suami istri itu masih setia bergelung di peraduan dengan saling memeluk mesra.
Rasanya sangat berat dan malas sekali untuk sekedar membuka mata apalagi beranjak dari tempat tidurnya.
Apalagi hari ini hari libur jadi mereka bebas untuk bermalas-malasan tanpa harus dikejar-kejar dengan rutinitas mereka sehari-hari.
''By.''panggil Shanum.
''Hem.''jawab Arya yang juga masih enggan untuk membuka kedua matanya dan malah mengeratkan pelukannya di tubuh sang istri.
''By.''panggil Shanum lagi.''By,bangun dulu.''serunya.
''Apa sayang?''tanya Arya.
''Aku lapar by.''rengek Shanum yang membuat Arya langsung membuka matanya dan melihat jam yang ada di nakas di samping tempat tidurnya.
''Ya ampun sayang ternyata sudah siang...pantas saja kamu sudah lapar.''kata Arya.''Aku telpon kebawah dulu minta buat anterin makanan ke sini,kamu mau makan apa yank?''tanya Arya.''Nanti biar di buatkan.''lanjutnya.
''Apa aja by.''jawab Shanum.
__ADS_1
''Ayo sayang aku gendong ke kamar mandi.''tawar Arya pada Shanum.''Kita mandi dulu sambil menunggu makanan diantar.''sambungnya lalu mengangkat sang istri menuju ke kamar mandi.
Ingat hanya mandi lo ya bukan mandi plus-plus...karena si Arya kasihan sama sang istri yang sudah kelaparan.Coba kalau enggak...pasti sudah di lahap habis di kamar mandi.