
❤️ Happy Reading ❤️
*****
Delapan hari telah berlalu...bahkan tahlilan tujuh hari nenek Alvan pun telah di gelar semalam.
''Alvan.''panggil Arya yang baru masuk kedalam rumah bersama Gery dan pak RT juga beberapa tetangga Alvan.
''Iya om.''jawab Alvan yang saat ini sedang duduk bersila bersama Shanum...ya rumahnya tidak ada kursi untuk duduk jadi mereka duduk di lantai beralaskan tikar yang sudah sedikit lusuh.
''Ada sesuatu hal ingin kami bicarakan denganmu.''ucap Arya lalu mereka semua ikut duduk.
''Ada apa om?''tanya Alvan penasaran.
''Al,kamu kan sudah tidak memiliki siapa-siapa lagi sekarang.''kata pak RT yang berhenti untuk sekedar mengambil nafas.''Pak Arya dan istrinya berniat untuk mengadopsi kamu...menjadikan kamu sebagai anaknya.''tutur pak RT.''Apakah kamu mau?''tanyanya.
''Kami ingin menjadikan kamu putra kami.''kata Shanum.''Melindungimu,menyayangimu selayaknya seorang anak,menyekolahkan serta memenuhi semua kebutuhanmu.''katanya lagi.''Kami ingin menjadi keluarga yang sesungguhnya untukmu...''lanjutnya dengan memegang tangan Alvan.
Mereka semua terdiam menunggu jawaban dari Alvan sampai akhirnya dia menganggukkan kepalanya.
''Alhamdulillah...Terimakasih karena sudah mau menerima kami menjadi orangtuamu...menjadi keluargamu.''ucap Shanum yang sudah mendekap tubuh bocah tampan itu dengan lelehan air mata di pipinya.
''Ini berkas-berkas yang harus di tandatangani tuan muda.''ucap Gery.
Lalu Arya pun langsung menandatangani semua berkas yang di sodorkan oleh sang pengacara.
Setelah drama pengadopsian serta perpisahan dengan para tetangga kini akhirnya Arya dan Shanum memboyong anak laki-laki tampan,berkulit putih setra bermata coklat itu ke mension mereka.
''O iya boy mulai sekarang jangan panggil kami dengan sebutan om dan tante lagi.''ucap Arya waktu mereka di dalam mobil menuju ke kediamannya.
''Benar sayang karena mulai sekarang kamu adalah putra sulung kami jadi kamu harus memanggil kami dengan sebutan mommy juga daddy...mengerti.''sambung Shanum.
''Baik dad...dy...mom...my.''ucap Alvan.
''Oh sayang.''ucap Shanum lalu memeluk bocah itu.
Dan di dalam perjalanan dengan senyum yang tidak pernah pudar dari ketiganya...Arya menghubungi seluruh anggota keluarga untuk berkumpul di mensionnya nanti malam guna mengenalkan anggota baru keluarga mereka.
*****
''Sudah sampai...ayo turun nak.''ajak Shanum yang melihat Alvan terbengong melihat betapa besar dan megahnya mension Arya.
''Assalamualaikum.''ucap Arya dan Shanum ketika mereka sudah berada di depan pintu masuk dan sudah di sambut oleh pak Nuh serta beberapa maid.
__ADS_1
''Wa'alaikumsalam.''jawab semuanya.
''Ayo kita masuk boy.''ajak Arya.
Lagi dan lagi Alvan terpana melihat kemewahan yang tersaji di depan matanya.
''Nah sayang ini adalah rumah kami yang berarti sekarang ini rumah kamu juga.''kata Shanum mengalihkan fokus Alvan.
''Pak Nuh ini Alvan...anak yang sudah aku ceritakan padamu tempo hari.''jelas Arya.
''Selamat datang tuan muda.''sapa pak Nuh.''Perkenalkan saya adalah kepala pelayan di mension ini...panggil saja saya pak Nuh.''kata pak Nuh.
''Boy,kalau ada apa-apa atau kamu butuh sesuatu panggil saja pak Nuh atau maid yang ada di sini.''tutur Arya dan Alvan hanya menganggukkan kepalanya,dia masih belum menyangka kalau kehidupannya akan berubah seratus persen seperti sekarang.
''Ayo sekarang kita ke atas...kami sudah menyiapkan kamar untukmu.''ajak Shanum sambil menggandeng tangan Alvan pergi dari sana.
Cklek
''Ini adalah kamar kamu sekarang...dan dua kamar ini adalah calon kamar kedua adikmu.''terang Shanum.''Kalau yang di sana adalah kamar daddy sama mommy.''lanjutnya sambil menunjuk ke arah kamarnya berada.
''Apa kamu suka?''tanya Arya.''Kalau ada yang kurang atau kamu gak suka bilang ke daddy atau mommy.''lanjutnya.
''Apa ini gak terlalu berlebihan mom,dad?''tanya Alvan yang melihat kamar sangat besar lengkap dengan segala fasilitasnya...mulai dari tempat tidur king size,tv,meja belajar lengkap dengan laptop di atasnya,ada satu set meja dan sofa di tambah lagi kamar mandi juga walk in closed yang dimana sudah berjejer beragam pakaian,sepatu,tas,kacamata juga jam tangan.
''Gak ada kata yang berlebihan untuk orang yang kita sayang apalagi untuk anak-anak kami.''kata Shanum lembut.
''Iya,terimakasih juga karena kamu sudah mau menjadi putra kami.''jawab Shanum.''Karena kamu akan jadi kakak jadi kami panggil kamu dengan sebutan Abang aja ya?''kata Shanum.
''Iya mom.''jawab Alan.
''Abang sebentar lagi akan punya dua adik.''kata Shanum yang membuat Alvan mengerutkan dahinya pada bumil yang sekarang sudah jadi ibunya itu.''Iya karena di sini ada baby twins adik abang.''lanjut Shanum sambil meletakkan tangan Alvan di perutnya.
''Sekarang abang istirahat dulu ya...karena nanti malam kita akan ketemu dengan keluarga yang lain.''kata Shanum.''Selamat beristirahat abang.''ucapnya lalu pasutri itu keluar kamar Alvan.
*****
Malam pun tiba,saat ini Arya dan Shanum sudah berada di ruang keluarga mereka karena seluruh anggota sudah datang lengkap dengan formasi masing-masing tentunya.
''Dimana cucu baru papi Ar?''tanya papi Alan.
''Iya Ar,bunda sudah gak sabar ni mau ketemu.''timpal bunda heboh.
''Dia masih di kamar bun,pi.''jawab Arya.''Sebentar biar aku suruh pak Nuh untuk memanggilnya.''kata Arya kemudian.
__ADS_1
Tap..tap..tap...
Semua pandangan beralih menatap ke arah sumber suara dimana alas kaki beradu dengan lantai.
''Sini bang.''suruh Shanum yang melihat sang putra diam di samping pak Nuh,mau tidak mau Alvan pun melangkah mendekati sang mommy.
''Kenalkan ini adalah putra kami yang bernama Alvan Arsha Narendra.''kata Arya memperkenalkan putranya.''Nah bang kenalkan mereka semua adalah keluarga mommy dan daddy yang berarti mereka semua juga keluargamu.''kata Arya pada sang putra.
''Biar mommy yang kenalkan.''kata Shanum.
''Ini grandpa Alan ayahnya daddy.''
''Cucuku.''kata papi Alan lalu merengkuh sang cucu yang menyalaminya.
''Ini buna Aurora,adik daddy satu-satunya.''
''Hai jagoan...kita ketemu lagi.''sapa Aurora.
''Yang ini Oma Sinta ,bundanya mommy.''
''Uh tampannya cucuku...''seru bunda yang memeluk Alvan.
''Aku Opa Bayu,ayahnya mommymu.''kata ayah Bayu yang memperkenalkan dirinya dan ikut memeluk sang cucu yang masih di pelukan istrinya.
''Ini pipi Henry,kakaknya mommy sekaligus asistennya daddy.''kata Shanum setelah Alvan lepas dari pelukan orangtuanya.
''Halo jagoannya kelurga Narendra.''sapa Henry.
''Ini Mimi Lila,istri dari pipi Henry dan itu anak mereka yang berarti sepupu kamu...Hanan namanya.''terang Shanum.
''Hai Al.''sapa Lila.''Jadi anak Mimi aja mau gak?Mimi juga sama-sama dokter seperti mommy kamu lo...''goda Lila namun hanya di tanggapi dengan senyuman tipis oleh Alvan.
''Kalau yang ini papa Satria...adiknya mommy.''kata Shanum yang beralih ke Satria.
''Hai boy.''sapa Satria.
''Ini mama Angel,istrinya papa Satria dan itu putri kecil mereka...Sabhira namanya.''
''Halo sayang.''ucap Angel.
Setelah acara perkenalan mereka semua pergi keruang makan dan di lanjutkan dengan mengobrol...semua orang bahagia,semua orang memperlakukan Alvan dengan baik dan semuanya menunjukkan rasa sayang mereka kepada Alvan walaupun dengan cara yang berbeda.
Jangan lupakan bagaimana Alvan...dia sangat bahagia karena bisa merasakan bagaimana rasanya memiliki keluarga yang utuh.
__ADS_1
*****
Up lebih awal...jangan lupa buat kasih dukungan,like serta komennya...terimakasih...😊😊😊🙏🙏🙏😘😘😘