
❤️ Happy Reading ❤️
*****
''Sayang...kamu dari mana aja?''tanya Arya yang masih duduk di tempat tidur.''
''Aku hanya berkeliling mension saja mas.''ucap Shanum.''Aku mandi dulu ya sayang...''ucapnya lagi lalu melangkah ke kamar mandi.
''Sayang mandi dulu gih...itu sudah aku siapin air untuk kamu mandi.''kata Shanum begitu keluar dari kamar mandi.
''Ok sayang.''jawab Arya lalu dia mengecup bibir Shanum sekilas begitu melewati istrinya.
Shanum hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan suaminya itu.
''Sayang...''kata Arya lalu memeluk erat pinggang Shanum dari belakang.
''Ehm...''ucap Shanum.
''Udah ganti baju dulu gih...itu udah aku siapin pakaian buat mas Arya terus nanti kita makan malem.''kata Shanum kemudian.
Kemudian Arya pun mengurai pelukannya dan pergi untuk memakai pakaian.
''Makan yuk sayang...aku udah laper.''rengek Arya.
Mereka berdua pun pergi melangkah menuju ruang makan untuk makan malam.
*****
''Sayang...mau makan pakek apa?''tanya Shanum yang sudah mengisi piring Arya dengan nasi.
''Ehm...semuanya aja sayang.''jawab Arya.
''Pak Nuh...''seru Arya yang tiba-tiba memanggil pak Nuh dan menghentikan makannya.
''Iya saya tuan.''jawab pak Nuh yang datang tergopoh-gopoh karena mendengar suara Arya.
''Panggilkan semua pelayan yang bertugas memasak sore ini.''perintah Arya.
''Siapa yang memasak menu makan malam hari ini?''tanya Arya setelah semua pelayan plus pak Nuh berbaris rapi di samping meja makan.
Semua pelayan pun hanya menunduk takut.Karena melihat keadaan yang tegang akhirnya buka suara.
''Ada apa mas?apa makanannya tidak enak?''tanya Shanum lembut.''Ehm...ini bukan salah mereka mas.''kata Shanum yang merasa tidak enak.
Dan Arya langsung mengalihkan pandangannya ke Shanum.
''Ini semua aku yang memasaknya...''ucap Shanum lagi.''Apa makanannya tidak enak?''tanyanya.
Setelah mendengar perkataan Shanum akhirnya Arya mengibaskan tangannya memberi kode agar semua pelayan beserta pak Nuh untuk meninggalkan mereka berdua.
__ADS_1
''Maaf ya mas...''ucap Shanum.
''Untuk?''tanya Arya heran kenapa tiba-tiba istrinya itu meminta maaf.
''Iya maaf kalau semua makanan ini rasanya tidak cocok untukmu mas...''ucap Shanum.
''Siapa bilang sayang?''tanya Arya.''Aku justru suka banget sama rasa makanan ini.''kata Arya.
''La tadi mas Arya...''kata Shanum.
''Aku cuma mau tanya siapa yang memasak semua ini...aku mau memintanya untuk memasakkan lagi besok.''ucap Arya.
''Oh kirain kamu mau marah mas...udah bikin aku khawatir dan merasa bersalah saja.''ucap Shanum lega.
''Hahaha...maaf ya sayang.''ucap Arya lalu mereka pun melanjutkan makan malam mereka.
Tanpa mereka sadari ternyata para pelayan tadi mengintip dari dapur dan ya mereka pun merasa lega plus senang melihat tuan dan nyonya mudanya.
*****
''Mau langsung kekamar atau...?''tanya Arya yang menggantung kata-katanya.
''Duduk-duduk di ruang keluarga dulu ya sayang.''pinta Shanum.
Saat mereka berdua bercengkrama tiba-tiba ada suara ribut dari arah belakang.
''Sayang ada apa sih itu kok rame kayaknya?''tanya Shanum.
''Aku ikut sayang.''pinta Shanum dan mereka pun melangkah kearah sumber suara.
*****
''Ada apa ini?''tanya Arya begitu sampai.
''Tuan muda.''seru mereka semua.
''Saya tanya ada apa?''ulang Arya.
''Ini tuan tiba-tiba Inem pingsan dan sekarang sudah kami bawa kekamarnya.''jawab pak Nuh.
''Pak Nuh,panggilkan dokter."perintah Arya.
Tidak perlu pak Nuh.''ucap Shanum dan membuat mereka semua yang ada disana menatap heran.''Apa kamu lupa istri kamu ini siapa sayang?''tanya Shanum.''Akukan dokter sayang.''lanjut Shanum.
''O iya aku lupa sayang kalau istri aku ini dokter...dokter spesialis penyakit dalam.''kata Arya yang membuat pelayan disana kaget karena mendapatkan fakta baru bahwa nyonya muda mereka adalah seorang dokter spesialis.
''Aku ke atas dulu ambil perlengkapan.''ucap Shanum kemudian.
*****
__ADS_1
''Biar saya periksa dulu tolong menyingkir sebentar.''pinta Shanum.
Shanum memeriksa Inem dengan teliti menggunakan alat-alatnya dari detak nadi sampai tekanan darahnya.
''Bagaimana sayang?''tanya Arya begitu melihat Shanum melangkahkan kakinya keluar dari kamar Inem.
''Tekanan darahnya rendah.''jawab Shanum.''Apa dia punya riwayat penyakit maag?''tanya Shanum.
''Iya benar nyonya muda,mbak Inem memang mempunyai penyakit maag.''jawab salah seorang maid.
''Penyakit maagnya kambuh.''kata Shanum langsung.
''Ini sudah saya buatkan resep obat dan dia juga sangat membutuhkan istirahat.''kata Shanum sambil menyerahkan resep obat yang diterima oleh pak Nuh.
''Tapi nyonya kenapa mbak Inem belum sadar?''tanya maid lain.
''Sebentar lagi dia juga akan sadar.''jawab Shanum.
Baru saja Shanum selesai berbicara ternyata si Inem sudah sadar...Shanum memintanya untuk beristirahat terlebih dahulu selama dia sakit sampai sembuh,dia juga minta salah seorang maid untuk mengambilkan teh manis hangat juga membuatkan makanan untuk Inem...dengan nasi yang sedikit lembek juga tidak pedas serta di minta untuk meminum obatnya secara teratur dan tepat waktu.
''Sayang ke atas yuk...''pinta Arya setelah selesai Shanum berbicara dan langsung di angguki oleh Shanum mengingat hari sudah semakin larut.
*****
Setelah selesai melakukan ritual sebelum tidurnya mereka berdua sama-sama merebahkan tubuh mereka di ranjang.
''Sayang...''panggil Arya sehingga membuat Shanum menengok ke arahnya.
''Apakah boleh...''tanya Arya menggantung dengan suara berbisik.
Deg
Kaget Shanum,dia tau apa yang dimaksud oleh Arya...dan dia juga sadar serta kasihan dengan Arya karena sampai beberapa hari setelah mereka resmi menjadi pasangan yang halal mereka sama sekali belum pernah melakukan hubungan selayaknya suami istri...akhirnya Shanum menganggukkan kepalanya sebagai tanda menyetujui permintaan Arya.
Begitu mendapatkan lampu hijau dari sang istri maka terjadilah yang seharusnya terjadi.
Kamar yang luas dengan lampu yang temaram menjadi saksi bisu dengan apa yang mereka berdua lakukan untuk pertama kali dalam hidup mereka pada malam ini.
(Maaf ya kalau author tidak bisa menjelaskan atau menceritakan dengan kata-kata...karena author bingung bagai mana mau merangkai katanya...sedikit malu juga risih kalau harus menjelaskan dengan detail dan takut juga nanti kalau ada anak di bawah umur yang baca...jadi buat para reader mohon pengertiannya ya...terimakasih 🙏🙏🙏 sekali lagi mohon maaf🙏)
Kembali ke cerita
Setelah kelelahan akhirnya mereka berdua tidur terlelap dengan damai dan dengan senyuman di bibir mereka berdua.
*****
Hari sudah menjelang siang tapi kedua anak manusia yang berada di kamar belum ada yang bangun dari tidur lelapnya,mungkin efek dari kelelahan atau bisa juga karena mereka tidur terlalu larut malam karena aktivitas mereka yang baru.
Setelah beberapa saat Arya serta Shanum terusik tidurnya karena efek cahaya matahari yang menerobos masuk melalui celah gorden jendela kamar.
__ADS_1
''Terimakasih ya sayangku cintaku...karena kamu sudah menjaga kehormatan serta mahkotamu selama ini...dan terimakasih sudah menjadikan aku suamimu menjadi orang yang pertama merasakannya dan aku harap aku juga menjadi orang satu-satunya yang merasakannya.''ucap Arya lalu mengecup kening Shanum dan hanya di tanggapi dengan anggukan serta senyuman oleh Shanum sebab dia terlalu malas untuk bersuara ataupun membuka mata karena merasakan sangat lelah dan badannya terasa remuk redam karena ulah liar suaminya semalam.