Pesona Tersembunyi Sang Tuan Muda

Pesona Tersembunyi Sang Tuan Muda
68.Bab 68


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


*****


''By,bangun by...udah siang.''kata Shanum yang membangunkan Arya setelah dia selesai memasak serta membersihkan dirinya.


''Bentar lagi ya sayang.''kata Arya yang masih memejamkan matanya.


''Katanya pagi ini ada metting penting,nanti telat lo...''peringat Shanum dengan masih mengguncang-guncangkan lengan Arya.


''Hah iya sayang.''kata Arya yang langsung bangun setelah mendengar kata metting dari istrinya.''Aku mandi dulu ya sayang.''ucap Arya.


Cup


''Morning kiss.''katanya lagi setelah mengecup bibir sang istri tanpa permisi.


*****


''Sarapan dulu ya by.''kata Shanum.''Masih ada waktukan?''tanyanya.


''Iya tapi gak bisa lama-lama.''ucap Arya setelah melihat jam mewah yang bertengger manis di pergelangan tangannya.


''Ya udah gak pa-pa lagian aku juga cuma bikin sandwich jadi gak ribet makannya.''kata Shanum.


''Susunya di minum dulu by.''kata Shanum yang melihat Arya terburu-buru.


''Aku berangkat dulu ya sayang...nanti aku pulang langsung kerumah ayah jadi sekalian bawain pakaian ganti ya...''kata Arya memberi tahu.''Kamu hati-hati ya.''katanya lagi.


''Iya by,kamu juga hati-hati.''jawab Shanum.''Bekalnya by.''seru Shanum ketika Arya akan melangkahkan kakinya.


''Oh iya terimakasih ya sayang''ucap Arya.


Cup


*****


Henry dan Lila beserta rombongan sudah sampai di rumah ayah Bayu dari jam setengah tiga siang...,orangtua Lila beserta beberapa keluargannya akan menginap semalam di sana...besok mereka baru akan pulang.


Rumah orangtua Shanum sudah direnovasi oleh Arya setelah mereka menikah...dari rumah yang dulunya hanya sederhana dengan lima kamar sekarang sudah menjadi hunian yang tergolong mewah...dengan lima kamar di lantai atas dan empat kamar di lantai bawah...dari yang belum ada pagar di depannya sekarang menjadi sudah berpagar...dari yang gak ada pembantu sekarang sudah ada satu pembantu wanita dan pria yang kebetulan pasangan suami istri.


Setelah selesai dengan jam prakteknya Shanum pun bergegas pulang menuju kediaman orangtuanya.


''Assalamualaikum.''salam Shanum lalu langsung masuk kedalam rumah yang memang pintu ruang tamu terbuka.


''Wa'alaikumsalam.''jawab semua yang ada di ruang tamu.


Di ruang tamu ada para pria sedangkan diruang keluarga terdapat para wanita yang berkumpul.


''Baru pulang nak?''tanya ayah.


''Iya yah.''jawab Shanum lalu menyalami semua yang ada disana.


''Kok lesu gitu dek...banyak pasien ya?''tanya Henry.


''Lumayan kak.''jawab Shanum singkat.


''Aku kedalam dulu ya yah.''pamit Shanum dan diangguki oleh ayahnya.

__ADS_1


''Assalamualaikum.''salam Shanum lagi begitu memasuki ruang keluarga.


''Wa'alaikumsalam.''jawab mereka para ibu-ibu.


''Baru nyampek Sha?''tanya Lila yang kebetulan baru dari belakang bersama Angel.


''Iya nih.''jawab Shanum.


''Dari Rumah Sakit langsung kesini?''tanya Lila lagi.


''Iya...males bolak-balik kalau harus pulang kerumah dulu.''jawab Shanum.


''Lesu banget...banyak pasien ya kak?''tanya Angel.


''Lumayan dek...gak tahu kenapa hari ini poli penyakit dalam kok pasiennya membludak.''jawab Shanum.


''Lagian kamu Sha...kerja di Rumah Sakit milik suami sendiri kok ngoyo banget...''ledek Lila.


''Bukannya ngoyo tapi lebih ke bukti tanggungjawab.''saut Shanum.''Udah ah aku mau kekamar bersih-bersih dulu ya...rasanya badan udah lengket banget.''lanjut Shanum.


*****


Tidak lama setelah Shanum duduk berbincang-bincang dengan yang lain di ruang keluarga...sang suami pulang dari kantornya.


''Assalamualaikum.''salam Arya.


''Wa'alaikumsalam.''jawab semua para pria di ruang tamu.


''Kusut banget Ar?''tanya Henry.


''Hari ini sibuk banget...ada metting dari pagi,di tambah gak ada kamu.''keluh Arya.


''It's ok...masih bisa aku handle kok lagian juga masih ada sikembar.''jawab Arya.


''Shanum...''tanya Arya.


''Dia ada di dalam nak.''sahut ayah.


''Kalau gitu Arya kedalam dulu yah,permisi semuanya.''pamit Arya lalu melangkahkan kakinya ke ruang keluarga.


''Assalamualaikum.''salam Arya lagi.


''Wa'alaikumsalam.''jawab semuanya.


Lalu Shanum melangkah mendekat ke suami tercinta dan menyalaminya.


''Baru pulang nak?''tanya bunda.


''Iya bun,ini baru dari kantor langsung kesini.''jawab Arya.


''Loh jas sama tas kerja kamu mana by?''tanya Shanum.


''Aku tinggalin di mobil.''jawab Arya.''O iya sayang kamu bawain aku pakaian gantikan?''tanya Arya.


''Iya aku bawain by.''jawab Shanum.


''Ya udah kamu bersih-bersih dulu gih Ar biar seger.''kata bunda.

__ADS_1


''Iya bunda,kalau gitu kami pamit ke atas dulu ya...permisi.''pamit Arya lalu melangkah menuju ke kamar bersama Shanum.


*****


Setelah mandi dan istirahat sebentar serta melakukan ibadah sholat magrib...Shanum dan Arya turun kebawah untuk makan malam dengan seluruh anggota keluarga yang ada disana.


Shanum yang memakai dress selutut warna navy dengan Arya yang mengenakan celana cinos panjang warna coklat dan juga kemeja model marvel warna navy pula...bener-bener pasangan yang serasi.


Banyak sekali beragam makanan yang sudah tertata rapi di sebuah meja panjang...makan malam kali ini dibuat semi prasmanan mengingat banyak orang yang ada di rumah itu.


Para orangtua lebih memilih makan lesehan di ruang makan dengan meja juga kursi yang sudah diletakkan di pinggir ruangan sedangkan Arya,Shanum,Henry,Lila,Satria juga Angel lebih memilih untuk makan di teras belakang sambil mengobrol santai.


Begitu selesai makan mereka semua berbincang di ruang makan.


''Nak Arya dan nak Shanum ini masih tinggal di sini?''tanya salah satu kerabat Lila.


''Oh tidak tante,saya sudah tinggal di rumah sendiri sama suami.''jawab Shanum sopan.


''Oh begitu,terus nak Satria sama tunangannya kapan ini rencananya?''tanyanya lagi...mang saudara Lila yang satu ini yang paling kepo sebut saja namanya Sika.


''Insyaallah sebentar lagi tante.''jawab Satria.


''Terus kamu Lila sama suami kamu apa masih mau tinggal disini?''tanyanya.''Kaliankan sudah menikah.''lanjutnya.


''Tidak tante kami...''jawab Lila yang belum selesai.


''Setelah pulang dari berbulan madu mereka akan menempati rumah mereka sendiri tante.''potong Arya.''Kak Henry sudah mempunyai rumah sendiri yang akan di tempatinya bersama istrinya.''sambungnya yang membuat Henry juga Lila langsung menatap kepada Arya yang seolah sedang meminta penjelasan dari tatapan mereka.


''Wah mau bulan madu kemana ini?''tanya tante Sika lagi dengan heboh.


''Ke Swiss tante.''seru Satria yang sudah rada jengkel dengan kekepoan tante Sika.


''Ar,ada yang mau aku bicarain sama kalian berdua.''kata Henry pada Arya dan Shanum.


''Baiklah.''jawab Arya.


''Kita bicara diatas saja.''ajak Shanum.


''Honey,aku ikut.''kata Lila dan diangguki oleh Henry.


*****


Kini mereka berempat sudah berada di dalam kamar Shanum,mereka duduk di sofa yang ada disana.


''Mau bicara apa?''tanya Arya to the poin.


''Kenapa kamu tadi bilang kalau aku sudah ada rumah?padahal kenyataannyakan enggak Ar.Aku sama Lila mau tinggal di apartemen aku.''kata Henry.''Bilang aja terus terang Ar,kenapa mesti bohong.Nanti kalau ketahuan aku ngerasa malu dan gak enak.''lanjutnya.


Bukannya menjawab tapi Arya malah membuka laci nakas di samping tempat tidur dan mengambil sesuatu karena semalam Arya sudah memberi tahukan pada Shanum untuk membawa sertifikat yang akan dia berikan ke Henry saat pergi kerumah ayah bunda.


''Siapa yang bohong Hen?aku sama sekali gak bohong.''kata Arya.''Ini.''katanya lagi sambil menyodorkan sebuah map.


''Apa ini?''tanya Henry bingung.


''Sudahlah...ni ambil.''kata Arya lagi.''Itu sertifikat rumah untuk kalian...ini hadiah dari aku karena selama ini kamu sudah dengan setia berada di sisiku...ini bentuk terimakasihku padamu walaupun aku tau ini gak sebanding dengan apa yang sudah kamu lakuin buat aku.''tutur Arya panjang lebar.


''Tapi ini sama sekali gak perlu Ar...apa yang kamu lakuin buat aku selama ini juga sudah terlalu banyak.''bantah Henry.

__ADS_1


''Tidak ada bantahan dan penolakan atau aku gak mau kenal sama kamu lagi.''tegas Arya.


''Baiklah Ar ini aku terima,terimakasih banyak.''ucap Henry lalu mereka berdua berpelukan.


__ADS_2