
❤️ Happy Reading ❤️
*****
''Sekarang juga silahkan tinggalkan Rumah Sakit ini.''kata dokter Harun.''Kalian masih beruntung karena kalian tidak dipecat secara tidak hormat jadi masih bisa melamar kerja di tempat lain ataupun di tuntut lalu dimasukkan ke penjara karena kasus pencemaran nama baik.''tukasnya.
*****
''Sial...sebenarnya seberapa kuasa dan kaya sih tunangan Shanum itu sampai-sampai hanya masalah kayak gini dokter kepala sampai ikut campur.''kesal Rere.
''Aku juga penasaran Re,dan para perawat itu juga sampai di pecat.''kata Ana.''Untung kamu sempat ancam mereka dulu jadi mereka tidak buka mulut.''katanya lagi.''Kalau sampai mereka buka mulut...habislah kita Re.''
''Kamu bener An...''kata Rere.
*****
Sedangkan di tempat lain nyonya Rima dan anak serta menantunya juga sedang berbincang membicarakan rencana apa yang akan mereka lakukan untuk memisahkan Arya dan Shanum...karena kalo sampai Arya menikah apalagi punya anak maka kursi CEO tidak bisa untuk digeser lagi dan seluruh warisan dari keluarga Narendra akan di serahkan oleh tuan Alan kepada Arya.
''Bagaimana ini mi semakin sulit untuk memisahkan mereka berdua?''tanya Adi.''
''Ini mami juga lagi mikirin gimana caranya Di.''ucap nyonya Rima.''Kamu jangan bisanya cuma marah-marah saja...kamu juga bantuin mikir.''ucapnya lagi.''Dan kamu Naina...kamu juga bantuin mikir.''
''Gimana kalau kita celakain lagi aja perempuan itu mi...''kata Adi.''Biar kapok dia.''lanjutnya.
''Baik mami akan cari tau apa dia sudah mulai bekerja.''kata nyonya Rima.
''Ada kabar bagus...dia sudah mulai bekerja hari ini jadi kita jalankan saja rencana kita sekarang.''kata nyonya Rima setelah beberapa saat menelepon seseorang dan kemudian dia menelepon lagi orang suruhannya untuk mencelakai Shanum.
*****
''Mas...mas Arya gak kembali kekantor?''tanya Shanum.
''Kamu ngusir aku sayang?''canda Arya.
''Enggak...enggak gitu mas,aku cuma bertanya saja.''jawab Shanum.
''Aku mau disini saja sayang...mau temenin kekasih aku kerja.''goda Arya.''Aku kerja dari sini aja lagian ngasih kesempatan untuk Henry sama Lila.''katanya lagi.
Lalu Arya sibuk berkutat dengan laptopnya sedangkan Shanum juga sibuk memeriksa berkas-berkas pasiennya...
''Kamu cantik Sha...apalagi pakek jas dokter kamu itu.''kata Arya.
''Ih gombal...mas Arya juga semakin tampan kalau lagi serius berkutat dengan kerjaan gitu.'-kata Shanum.
__ADS_1
''Baru nyadar sayang kalo calon suami kamu ini tampan.''jawab Arya.
''Anda narsis sekali tuan.''kata Shanum lalu mereka berdua tertawa dan melanjutkan kerjaan masing-masing.
*****
Sedangkan di ruangan sebrang ada Lila juga Henry yang sama seperti Arya juga Shanum...berkutat dengan pekerjaannya masing-masing.
''Honey...jarang-jarang ya kita kayak gini.''kata Lila.''Ada hikmahnya juga atas kejadian yang menimpa Shanum.''katanya lagi.
''Kamu bener honey.''membenarkan ucapan Lila.''Lain kali kalau ada kejadian seperti ini lagi atau kejadian apapun kamu segera hubungi aku ya honey.''sambungnya.''Kamu taukan kalo Shanum sudah aku anggap seperti adik aku sendiri dan kamu juga sudah taukan betapa berjasanya Arya dalam hidup aku.''
''Iya honey.''jawab Lila.
*****
Tak terasa waktu cepat sekali berlalu sehingga sudah menunjukkan waktu dimana jam kerja Shanum juga Lila selesai.
Tok...tok...tok...
''Masuk.''kata Shanum dan Arya sudah lengkap dengan penampilannya ya apa lagi kalau bukan memakai topeng di wajahnya dan duduk manis di kursi roda.
''Pulang yuk...''ajak Lila yang dibelakangnya sudah ada Henry.
Begitu mereka keluar sudah tidak ada satu orang pun yang berani membicarakan tentang Shanum.
''Kalian tunggu sebentar di lobi,aku ambil mobil dulu.''kata Henry memberi tahu,memang tadi mereka pergi tidak memakai sopir seperti biasanya.
Sesaat setelah Henry pergi tiba-tiba ada orang yang ingin menyerang Shanum...ya orang-orang itu adalah suruhan nyonya Rima...
''Awas Sha.''teriak Lila.
Dengan spontan Arya bangkit dari kursi rodanya dan menghajar para penyerang itu di bantu oleh scurity RS,masa bodoh dengan penyamarannya karena sekarang yang ada di otaknya hanya keselamatan Shanum.
Saat Arya dan yang lain sibuk berkelahi...ada satu orang yang berusaha mencari celah untuk melukai Shanum tapi untung Henry datang tepat waktu dan ketika berkelahi tak sengaja topeng Arya terlepas sehingga menunjukkan wajah tampannya.
''Telpon anak buah kita Hen dan bawa para b*****n ini ke markas.''titah Arya setelah para penjahat terbekuk.
*****
''Sayang are you oke?''tanya Arya.
''Iya aku gak apa-apa mas,tapi kamu...''kata Shanum.''Maaf mas gara-gara melindungi aku penyamaran kamu selama ini jadi terbongkar.''sesalnya.
__ADS_1
''Tidak apa-apa sayang,mungkin ini sudah saatnya aku harus membongkar semua jati diriku.''ucap Arya lembut lalu membawa Shanum dalam pelukannya.
''Tuan muda tidak apa-apa?''tanya Henry khawatir sesaat setelah mengurus para penjahat.
''Aku tidak apa-apa Hen.''jawab Arya.
''Lila,Shanum...bagaimana dengan kalian?''tanya Henry lagi.
''Kami tidak apa-apa.''jawab Lila.
Awww...
Rintih Shanum karena Arya tidak sengaja menyenggol bawah siku tangannya.
''Sayang...ada apa?apa ada yang sakit?''tanyanya beruntun.
''Aku tidak apa-apa mas.''jawab Shanum tapi Arya tidak percaya.
''Kamu tidak pandai berbohong sayang.''kata Arya yang melihat wajah Shanum lalu di lihatnya tangan Shanum yang dia senggol tadi.
''Astaga sayang kamu terluka.''heboh Arya.
''Mas ini hanya luka kecil aja.''kata Shanum menenangkan.
''Henry telpon Harun sekarang juga!''bentak Arya.
Dan semua orang yang ada di situ tersentak kaget dengan suara Arya.Ya setelah perkelahian selesai semua orang sangat terpesona dengan wajah tampan Arya.
*****
''Tuan muda.''sapa Harun....semua orang tercengang kembali karena mendengar pimpinan dokter Rumah Sakit tersebut begitu memanggil Arya tuan muda dengan sangat hormat.
''Cepat obati calon istriku.''kata Arya.
''Silahkan dokter kita ke ruang tindakan sekarang.''ajak Harun lalu mereka semua pergi ke ruang tindakan untuk mengobati luka Shanum.
Di dalam ruangan tidak sedetikpun Arya berpaling dari Shanum,dia terus berada didekat Shanum sungguh terlihat sekali kalau dia sangat mencintai tunangannya itu...siapa pun yang melihatnya pasti di buat iri dengan perlakuan yang di beri Arya pada Shanum.
''Akhirnya kamu menemukan cintamu Ar,aku senang melihatmu bahagia.''batin Harun yang memperhatikan sahabat sekaligus pimpinannya itu.
''Sudah selesai dokter,tolong usahakan supaya tidak terkena air ya dan ini obatnya.''ucap Harun sopan yang terus menyerahkan plastik yang berisi obat...iya kali di suruh nebus sendiri obat ke apotek bisa-bisa jabatannya melayang.
''Baik dokter dan terimakasih''ucap Shanum.
__ADS_1