
❤️ Happy Reading ❤️
Shanum benar-benar mengatur segala sesuatunya untuk rumah baru Panji dan Aleta.
Mulai dari mantau beres-beres sampai beli perlengkapan dan tentu saja juga acara pengajiannya.
Nyonya Prakoso benar-benar sangat berterimakasih dan juga sangat kagum pada sosok nyonya Arya Narendra tersebut.
Satu bulan pun berlalu,tuan Prakoso yang di tinggal pergi istrinya pun mulai sakit-sakitan,darahnya pun selalu naik karena emosinya tak terkontrol,dia pun hanya berdiam diri di rumah karena kalau untuk masuk ke perusahaan dirinya cukup malu jika harus menjadi bawahan dari sang putra yang telah di usirnya.
Tapi jauh di dalam lubuk hatinya sebenarnya dirinya merasakan sangat kehilangan dan juga menyesal serta merasa bersalah,tapi apa mau dikata...ego masih menyelimuti hatinya jadi dia masih terlalu enggan untuk meminta maaf dan mengakui segala kesalahannya.
Sampai keadaan tuan Prakoso benar-benar down dan harus di larikan ke rumah sakit,akhirnya salah satu art yang diam-diam berhubungan komunikasi dengan sang nyonya pun memberi kabar tersebut.
Panik,gelisah, khawatir...itulah yang di rasakan oleh nyonya Prakoso begitu mendengar kabar.
''Ada apa ma?''tanya Aleta yang melihat kegelisahan dari wajah sang ibu mertua.
''Itu...anu...''jawab nyonya Prakoso yang masih bingung bagaimana cara mengatakannya.
__ADS_1
''Pagi ma...''sapa Panji yang baru keluar dari kamarnya.
''Pa..pa...gi.''sahut nyonya Prakoso dan Panji yang mendengar perkataan mamanya sontak saja langsung mengernyitkan dahinya.
''Ada apa?kok kayak orang bingung gitu ma?''tanya Panji.
''Anu...itu...apa...''jawab nyonya Prakoso yang tidak jelas.
''Minum dulu ma.''kata Aleta sambil menyeringai satu gelas air mineral di hadapan ibu mertuanya.
Glek...glek...glek...
''Itu Panji...papa kamu masuk rumah sakit.''kata nyonya Prakoso begitu sudah sedikit tenang.
''Kamu seriuskan nak?''tanya sang mama memastikan apa yang baru saja di dengarnya.
''He'em.''jawab Panji sambil memulai memakan sarapannya.
''Mama sekarang juga makan dulu ya...''kata Aleta.
__ADS_1
''Iya.''jawab nyonya Prakoso.
Dendam,sakit hati...pernah Panji rasakan pada papanya tapi begitu me dengar nasehat dari Arya dan Shanum berkali-kali serta penuturan sang istri yang hampir setiap hari...membuatnya untuk berdamai dengan keadaan dan memaafkan sang papa.
Di tambah lagi dia sering mendengar sang mama yang secara diam-diam menghubungi rumah untuk menanyakan kabar sang papa...kalau mamanya saja masih bisa memaafkan kenapa dia enggak pikirnya.
Lain Panji lain pula Alvan,jika Panji sudah mulai menata hidupnya yang baru...Alvan justru mulai menghadapi masalah dari papanya Kinara...si tuan Atmaja.
Papanya Kinara mulai berulah,dia mulai menteror-menteror Kirana karena perusahan miliknya sedang berada di ambang kebangkrutan.
''Ada tamu? sepagi ini...siapa ya dad?''tanya Shanum saat mereka sedang sarapan bersama dan di beritahu oleh salah satu artnya.
''Daddy juga gak tau.''jawab Arya dengan mengangkat kedua bahunya.''Daddy kedepan dulu...''katanya.
''Mommy ikut.''sahut Shanum.''Dan kalian lanjutkan sarapannya.''perintahnya pada ketiga anaknya plus Kinara.
*****
Promo novel baru author dan maaf baru bisa up tapi nanti aku usahakan lagi sampai berakhir happy ending 😊 dan sekitar akhir bulan Juli besok aku mau keluarin novel baru lagi tentang kisah cinta tuan muda Axel Arsha Narendra...putra kembar Arya dan Shanum...tungguin ya...
__ADS_1
Dan jangan lupa mampir juga ke novel aku yang ini ya🙏 terimakasih 🙏🙏😊