
❤️ Happy Reading ❤️
*****
Masalah tentang kehamilan yang belum ada dirumah tangganya sedikit banyak membuat Shanum tertekan walaupun sang suami sendiri tidak pernah mempermasalahkannya.
Setiap ada acara keluarga pasti hal itu selalu jadi topik utama,bahkan setiap berkumpul dengan sesama rekan kerjanya pun begitu.
Tak sedikit yang mengejek juga mencomooh dirinya baik dari saudara maupun rekan kerja.
*****
Sesuai janji hari ini Arya dan juga Shanum akan menemui dokter obgyn tapi janji yang semula pada siang hari jadi di undur menjadi sore hari karena ada dari klien Arya yang mendadak harus bertemu dengannya.
Tok...tok...tok...
''Masuk.''sahut Shanum.
Cklek
''Assalamualaikum sayang.''salam Arya sambil melangkahkan kakinya masuk keruangan Shanum.
''Wa'alaikumsalam by.''jawab Shanum.
''Maaf ya sayang tadi aku ada temu klien,soalnya dia harus pergi keluar negri malam ini jadi minta jadwal mettingnya di majukan.''jelas Arya.
''Iya gak pa-pa by.''jawab Shanum.
''Kita langsung aja ya yank,soalnya tadi Henry sudah konfirmasi dan dokternya sudah menunggu kita.''kata Arya.
*****
''Sayang,udah jangan tegang gini dong.''kata Arya yang menyadari ketegangan istrinya karena tangan sang istri yang dia genggam terasa dingin.
''Aku takut by.''jawab Shanum yang sekarang mereka sudah tepat berada di depan pintu dokter obgyn.
''Sayang,hey lihat aku...semuanya akan baik-baik saja dan apapun yang terjadi aku akan tetap bersamamu.''kata Arya menenangkan.
''Sekarang kita masuk ya.''ajak Arya.
Tok...tok...tok...
''Masuk.''sahut dari dalam.
Cklek
''Selamat sore dokter.''sapa Shanum.
''Selamat sore dokter Shanum dan tuan muda.''jawab sang dokter.''Silahkan duduk.''lanjutnya.
''Maaf dok,kami datang kesini karena mau berkonsultasi.''kata Shanum memulai.
''Iya dokter Shanum...dokter Harun sudah menjelaskan.''jawab sang dokter.''Mari kita langsung mulai saja ya dokter.''lanjutnya.
Kemudian Shanum melakukan serangkaian pemeriksaan termasuk memeriksa keadaan rahim Shanum.
Kalau Arya jangan ditanya...hasil pemeriksaan tes kesehatannya sudah ada karena sebagai seorang CEO dia dituntut untuk menjaga kesehatannya jadi dia rajin cek up setiap bulannya.
Setelah selesai melakukan berbagai tes...Shanum di nyatakan sehat dan tidak ada masalah apapun dalam rahimnya.
''Bagaimana dok?''tanya Shanum dengan tidak sabarnya.
__ADS_1
''Dari hasil pemeriksaan medis ini semuanya baik-baik saja dok...tidak ada masalah apapun.''jawab dokter Ria sang dokter obgyn terbaik di rumah sakit Arya.
''Jadi maksud dokter berarti saya bisa hamil?''tanya Shanum.
''Iya benar dokter.''jawabnya.
''Terimakasih dokter...''ucap Shanum.
''Iya sama-kalau dokter.''jawab dokter Ria.
''Kalau begitu kami permisi dokter.''pamitnya.
''Iya dokter silahkan.''kata dokter Ria.
*****
Setelah keluar dari ruangan dokter Ria...wajah Shanum kelihatan sangat bahagia sekali dan tak henti-hentinya dia tersenyum.
''Bagaimana sayang...sudah lega sekarang?''tanya Arya saat mereka sudah berada di dalam mobil.
''Iya by,aku seneng dan lega banget.''jawab Shanum.
''Bagaimana nanti kalau sudah sampai rumah kita langsung program bikin baby-nya...''bisik Arya dengan sebelah tangan yang sudah menyusup ke dalam baju Shanum bagian belakang.
''Ih...kamu mesum banget sih by.''jawab Shanum.
''Tapi kamu suka kan yank...''goda Arya.
''Ih kamu apaan sih by.''kata Shanum.
''Tinggal jawab iya aja apa susahnya sih yank...''tambah Arya.
''Enggak.''elak Shanum.
''Enggak gitu by.''jawab Shanum.
''Gak gitu apa...buktinya aja kamu sampek keenakan dan mendesah-mendesah terus...''kata Arya yang langsung terhenti karena mulutnya di bekap oleh tangan Shanum.
''Kamu ni nyebelin banget sih by,malu tau kalau kedengaran sama sopir kamu.''kata Shanum yang kesel karena kalimat frontal yang keluar dari mulut Arya yang kadang gak tau tempat.
Kadang Shanum suka bingung sama suaminya ini...sosok laki-laki yang cool dan berwibawa tapi bisa berubah mesum plus manja bila bersamanya.
*****
Setelah hari dimana Shanum memeriksakan kesehatannya...Arya tak henti-hentinya menggempur sang istri setiap malam dengan alasan melaksanakan program membuat baby agar baby-nya cepat hadir di rahim sang istri.
''Assalamualaikum.''salam Shanum.
''Wa'alaikumsalam.''jawab penghuni mension.
''Selamat sore nyonya.''sapa pak Nuh kemudian.
''Selamat sore pak Nuh.''jawab Shanum.
''Maaf nyonya...apa nyonya muda tidak apa-apa?''tanya pak Nuh.''Nyonya kelihatan pucat sekali.''lanjutnya.
''Gak apa-apa kok pak Nuh...hanya sedikit kecapean aja.''jawab Shanum.''Saya keatas dulu ya pak.''pamitnya.
''Silahkan nyonya.''jawab pak Nuh.
*****
__ADS_1
''Adu perut aku kok nyeri banget dan punggung aku juga sakit.''rintih Shanum begitu berada di dalam kamarnya lalu dia menuju ke kamar mandi untuk bersih-bersih.
''Hah...ternyata aku datang bulan.''monolognya begitu melihat bercak darah pada **********.
Karena merasakan sakit akhirnya Shanum merebahkan dirinya di tempat tidur dan berniat untuk beristirahat sebentar tapi ternyata dia terlelap sangat lama sampai sang suami pulang.
*****
''Pak Nuh,istri saya dimana?''tanya Arya begitu sampai dirumah dan tidak melihat sang istri menyambutnya.
''Nyonya muda berada di kamar tuan muda.''jawab pak Nuh.''Tadi waktu pulang dari rumah sakit nyonya muda kelihatan pucat sekali tuan muda.''pak Nuh memberi tahu.
''Apa!''kaget Arya.''Kalau begitu saya kekamar dulu pak.''pamit Arya lalu sedikit berlari menuju kekamarnya.
*****
Cklek
Saat pintu terbuka Arya langsung dapat melihat sesosok wanita yang di cintanya sedang meringkuk di tempat tidur.
Sebenarnya dia ingin segera menghampiri sang istri tapi dia baru saja dari luar dan tentu saja membawa banyak kuman jadi dia putuskan untuk mandi terlebih dahulu.
Setelah mandi Arya langsung mendudukkan dirinya di tempat tidur tepat di samping istrinya terlelap.
''Sayang...''panggil Arya lembut sambil mengelus pipi sang istri.
''Eugh...by...kamu sudah pulang?''tanya Shanum dengan suara seraknya.''Maaf ya by,aku ketiduran.''sambungnya dengan masih tiduran.
''Kamu kenapa yank?''tanya Arya.
''Aku gak apa-apa by.''jawab shanum yang kini malah memindahkan kepalanya di paha Arya.
''Gak apa-apa gimana...kamu pucet banget lo yank.''kata Arya khawatir.''Kita kedokter ya.''ajak Arya yang gak tega melihat wajah pucat istrinya.
''Aku cuma datang bulan aja by.''terang Shanum sambil sedikit meringis karena rasa nyeri perutnya datang lagi.
''Kamu kenapa yank?ada yang sakit?''tanya Arya yang melihat Shanum.
''Perut aku nyeri by...pinggang aku juga sakit.''keluh Shanum.
''Fix kita kedokter sekarang yank.''kata Arya.
''Gak mau by.''kekeh Shanum.
''Terus gimana yank?''tanya Arya frustasi.
''Tolong suruh bik Asih bikinin air kunyit campur asam Jawa ya by...airnya yang anget ya.''pinta Shanum.
''Baiklah aku telepon kebawah sekarang.''kata Arya lalu meraih telpon di sebelahnya.
''Sudah...sekarang apa lagi yank?''tanya Arya begitu selesai menghubungi pelayan di bawah.
''Elus-elus perut sama punggungku by.''rengek Shanum.
''O iya yank tumben kamu kayak gini?''tanya Arya.''Biasanya kan baik-baik aja.''lanjutnya.
''Datang bulannya deres banget by,karena kemarin aku telat datang bulan beberapa hari by dan kayaknya ini efek kecapean sama...''jelas Shanum.
''Sama stres karena mikirin masalah kemarin.''tebak Arya.
''Iya by.''lirihnya.
__ADS_1
''Sudah sekarang gak usah kamu pikirin yank...semuanyakan baik-baik aja...kita hanya perlu terus berdoa dan berikhtiar.''kata Arya sambil mengelus perut juga punggung Shanum.