
❤️ Happy Reading ❤️
*****
"Tentu saja om."sahut Panji karena dia juga merasa bahwa papanya itu perlu di beri sedikit pelajaran agar tidak bertindak seenaknya saja.
Setelah mendapat persetujuan dari Panji,Arya pun mulai memberi pelajaran kepada keluarga Prakoso.
''Tekan perusahannya Hen.''kata Arya tiba-tiba.''Buat semua investor yang menanamkan saham di perusahaan Prakoso untuk mengundurkan diri dan mencabut saham mereka.''sambungnya.
''Baik Ar.''sahut Henry.
''Jika ada yang membangkang...ancam dengan nama perusahaan seperti biasanya bila ada yang berani mengusik kita.''sambungnya lagi.
''Baik.''kata Henry lagi lalu mulai menyalahkan ponselnya.
''Mau di bikin bangkrut?''tanya Samudra.
''Enggak cuma sedikit menekannya saja.''jawab Arya.''Lagian biar fokusnya terpecah...agar lebih fokus ke perusahannya dan lengah terhadap Panji dan istrinya.''lanjut Arya lagi.
__ADS_1
''Tapi kalau semua investor mencabut seluruh investasinya lama-lama tu perusahaan bakalan bangkrut.''sahut Satria.
''Gak bakal bangkrut karena aku yang akan masuk menjadi investor sekaligus penanaman saham terbesar di sana.''kata Arya.
''Hah...''kata satria...yang memang dia tidak mengurusi perusahaan jadi belum pernah menghadapi hal semacam ini.
''Kalau bisa menjadi penanam terbesar di sana maka akan saling mudah kita menekan tuan Prakoso.''terang Henry lalu dia pergi dari ruangan itu untuk menghubungi semua perusahaan yang berhubungan dengan perusahaan keluarga Prakoso.
''O...''beo satria yang hanya bisa ber'o saja.
''Kalau gak mau perusahannya bangkrut dan guling tikar...mau tak mau dia harus menuruti mau kita.''sambung Samudra.
''Aku bisa saja membuat perusahaan itu langsung bangkrut dalam sekejap,tapi aku masih memikirkan para nasib karyawannya dan kamu Panji.''kata Arya.''Karena bagaimana pun perusahaan itu cepat atau lambat akan menjadi milik kamu Panji sebagai putra satu-satunya.''sambung Arya lagi.
''Terus untuk kasusnya Kinara gimana?''tanya Lila.
''Bagaimana bang?''Arya ganti melempar pertanyaan ke Alvan.
''Selama ini belum ada apa-apa kan dad?''tanya balik Alvan.
__ADS_1
''Belum.''jawab Arya.''Tapi Daddy tetap pantau pergerakan papanya Kinara.''sambungnya lagi.
''Nanti kalau sudah mulai berulah baru kita bertindak.''kata Alvan.''Karena aku gak mau kalau kita menabuh genderang perang terlebih dahulu walaupun sebenarnya aku sudah ingin sekali untuk cepat memberikan pelajaran pada papanya Kinara.''ujar Alvan.
''Slow boy...gitu-gitu calon mertua tu...''canda Samudra yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari Alvan.
Samudra yang di tatap tajam oleh Alvan langsung membuatnya terdiam tak menggoda Alvan lagi karena pasalnya tatapan Alvan sama tajam dan mematikan seperti tatapan Arya.
''Memang keluarga kamu gak sibuk nyariin kamu ya Ra?''tanya Aurora yang di jawab dengan gelengan kepala oleh Kinara.
''Kalau menurut aku keluarga Kinara sudah tau dimana keberadaannya.''sahut Lila.''Namun mereka diam membiarkannya.''sambungnya lagi.
''Iya menurutku juga begitu.''sahut Shanum.''Mereka tau Kinara di sini yang itu artinya Kinara semakin dekat dengan Alvan dan memang itu salah satu tujuannya.''sambungnya lagi.
Kinara diam membisu begitu mendengar kata-kata Shanum bahkan wajahnya terlihat sedih.
''Aduh maaf ya sayang...mommy gak bermaksud.''kata Shanum yang merasa tak enak hati.
''Iya tidak apa-apa kok mom.''ucap Kinara.
__ADS_1
''Tapi mommy lebih senang kamu ada di sini...jadi kamu ada yang melindungi sayang dari pada entah kamu berada di mana yang membuat mommy jadi ikut khawatir.''kata Shanum lagi.
''Terimakasih mom.''ucap Kinara.