
❤️ Happy Reading ❤️
*****
Setelah acara aqiqahan yang di gelar dengan sangat lancar tadi malam,Henry dan yang lainnya di minta oleh sang tuan rumah untuk menginap saja di sana mengingat hari ini weekend dan acarapun selesai sudah agak larut.
Pagi ini semua berkumpul di ruang makan untuk sarapan pagi bersama dengan menu sarapan yang di buat langsung oleh sang nyonya rumah...iya walaupun dia baru melahirkan dan masih sibuk-sibuknya untuk mengurus si kembar tapi Shanum tidak pernah lupa untuk selalu mengurus sang suami contohnya seperti menyiapkan sarapan dan bekal untuk putra serta suaminya,juga menyiapkan pakaian untuk mereka...bahkan untuk makan malam pun Shanum selalu menyempatkan diri untuk memasaknya,tentu saja kalau pagi si kembar masih bersama dengan daddynya jadi dia gunakan untuk melakukan kewajibannya dan kalau sore waktu menyiapkan makan malam si kembar di jaga oleh Jane juga Viana yang stay di mension.
*****
''Pagi.''sapa Arya dan Shanum yang baru turun bergabung di ruang makan bersama yang lainnya.
Ya setelah Shanum selesai menyiapkan sarapan dia kembali lagi ke kamar untuk mengurus suami dan kedua baby twins.
''Pagi.''jawab semuanya.
''Twins mana Sha?''tanya bunda yang melihat anak serta menantunya itu tidak membawa cucunya.
''Mereka di taman belakang sama Jane dan Viana bun.''jawab Shanum.''Hanan sama Bhira mana ni kok gak kelihatan juga?''tanya Shanum pada saudari-saudari iparnya.
''Kayaknya di belakang juga sama mbaknya.''jawab Lila yang juga di angguki oleh Angel.
''O...ya udah kita sarapan dulu ya nanti keburu dingin gak enak lo.''kata Shanum.
''Emmm...enak.''kata Aurora setelah memasukkan sesuap makanan kedalam mulutnya.
''Kalau enak habisin ya dek.''kata Shanum.
''Bener kata Rora ini enak banget...''sahut papi Alan.''Minta koki kamu buat nulisin resepnya Ar,biar nanti koki di rumah bisa bikinin yang kayak gini.''kata papi Alan.
''Minta aja tu sama menantu papi.''jawab Arya sambil menunjuk Shanum dengan dagunya yang membuat si empunya tersenyum simpul.
''Kok mintanya sama menantu papi?''tanya papi Alan bingung.
''Ya iyalah orang yang masak dia kok Pi bukan koki ''jawab Arya.
__ADS_1
''Serius Ar?''tanya papi Alan memastikan dan di angguki oleh Arya.
''Kamu masih sempet masak Sha?''tanya Lila dan di angguki oleh Shanum.
''Mulai dari sarapan sampai bekal aku dan Al bahkan makan malam dia semua yang bikin.''kata Arya.
''Gila-gila kamu memang yang terbaik Sha.''puji Lila.''Padahal di sini banyak maid kamu tinggal tunjuk aja semua sudah di kerjain.''lanjutnya.
''Kan yang jadi istri juga mommy bang Al sama twins aku La bukan para maid...jadi ini sudah menjadi kewajiban aku.''jawab Shanum.
Lalu mereka semua melanjutkan menikmati sarapannya...
*****
''Kak,bisa minta tolong urus surat resign aku dari rumah sakit gak.''kata Shanum tiba-tiba saat mereka semua sudah selesai bersarapan dan berkumpul di gazebo taman belakang untuk menikmati udara segar serta cerahnya sang mentari.
''Kamu serius Sha?''tanya Lila kaget.
''He'em.''jawab Shanum sambil menganggukkan kepalanya.
''Sudah di pikirin mateng-mateng Sha?''kata bunda karena dia tahu menjadi seorang dokter adalah impian putrinya itu.
''Ya sudah kalau itu memang keputusan kamu jangan sampai kamu menyesal nantinya.''kata ayah.
''Nanti kalau ingin balik jadi dokter di rumah sakitkan tinggal masuk aja yah...orang yang punya rumah sakit suaminya sendiri ini...kan gampang.''sahut Satria.
''O iya ya.''jawab mereka semua yang baru inget kalau rumah sakit tempat Shanum serta Lila bekerja adalah milik Arya.
''Ya sudah besok kakak urus.''jawab Henry.''Sebenernya tanpa mengurus surat resign...tinggal telpon Harun saja sudah beres.''kata Henry lagi.
''Ya paling tidak untuk formalitas dan mengikuti prosedur kak.''kata Shanum.''Terimakasih ya kak.''ucap Shanum.
''Ehm...Hen.''panggil Arya.
''Iya Ar.''jawab Henry yang sontak langsung menengok dan menjawab karena namanya di panggil.
__ADS_1
''Keruang kerjaku bentar,ada yang mau aku bahas.''kata Arya.''Masalah kerjaan.''lanjutnya.
''Oh baiklah.''jawab Henry.
''Aku dan Henry ke ruang kerja dulu ya mom dan semuanya.''pamit Arya pada istri dan yang lainnya.
''Iya dad.''jawab Shanum sedangkan yang lain hanya menganggukkan kepalanya.
*****
''Ada apa Ar?Apa ada masalah sama perusahaan?''tanya Henry to the poin karena seingatnya tidak ada masalah yang urgent di perusahaan yang harus segera mungkin di bahas.
''Ini gak ada hubungannya dengan perusahaan tapi tentang Shanum.''tutur Arya.
''Shanum?kenapa dengan dia?''tanya Henry yang semakin penasaran.
''Harun kan berencana akan resign dari rumah sakit karena semakin di tuntut oleh orangtuanya untuk menjalankan perusaan farmasi milik keluarganya.''kata Arya.''Aku sempat berpikir kalau ingin menjadikan Shanum penggantinya.''lanjutnya.''Bagaimana menurutmu?''tanyanya pada asisten sekaligus kakak angkat sang istri.
''Ya aku si setuju-setuju saja kalau memang itu keputusan kamu karena aku tau kamu pasti sudah memikirkan ini masak-masak.''jawab Henry.''Tapi tadi dia bilangkan ingin resign dan fokus sama kamu juga anak-anak kalian...apa dia mau?''kata Henry balik nanya.
''Aku tau jadi dokter adalah impiannya dan aku gak mau kalau sampai aku dan anak-anak jadi penghalang dia meraih mimpi-mimpinya.''kata Arya lalu menghela nafas sebentar.''Makanya aku ingin dia jadi kepala di rumah sakit itu jadi dia tidak terikat dengan jadwal praktek.''lanjutnya.''Lagian aku juga ingin memberikan asetku yang berupa rumah sakit itu ketangannya.''sambungnya.
''Maksudnya kamu ingin seluruh aset rumah sakit milikmu berbalik nama atas nama Shanum begitu?''tanya Henry memastikan.
''Benar Hen dan aku harap kamu segera urus segalanya bersama Gery.''jawab Arya.
''Kamu bener-bener serius Ar?''tanyanya lagi karena dia tau walaupun cuma rumah sakit tapi aset Arya sangat besar karena merupakan rumah sakit terbesar juga terlengkap dan sudah memiliki beberapa cabang yang tersebar.
''Iya aku serius Hen,bagiku itu tidak ada apa-apanya jika di bandingkan dengan semua kebahagiaan yang sudah dia berikan kepadaku...''jawab Arya.''Aku harap hal ini jangan sampai bocor lo Hen termasuk ke istrimu...karena jika istrimu tau pasti istriku juga bakal tau.''peringat Arya.
''Baik Ar akan aku rahasiakan sampai serah terima jabatan dan pengalihan aset itu berlangsung.''jawab Henry.
Lalu Arya keluar dari ruangan kerjanya di ikuti Henry yang menyamakan langkah menuju ke halaman belakang berkumpul kembali dengan yang lainnya.
*****
__ADS_1
Semuanya sepertinya aku bakal up 2hari sekali mengingat lagi sibuk banget tapi nanti kalau aku sudah gak sibuk lagi akan aku usahain buat up tiap hari lagian juga mau bikin up buat cerita yang satunya biar gak mangkrak karena kasihan sama yang sudah nanyain karena gak up-up...Jadi mohon pengertian dan dukungannya ya...terimakasih...🙏
Love you all❤️❤️❤️😊