Pesona Tersembunyi Sang Tuan Muda

Pesona Tersembunyi Sang Tuan Muda
115.Bab 115


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


*****


''Sebenernya...''


Lalu Arya pun menceritakan segalanya kepada sang papi tentang apa yang terjadi dan dia rencanakan.


''Tapi papi harap jangan terlalu keterlaluan Ar,kasihan istri kamu.''saran papi Alan.


''Iya pi,aku juga gak nyangka kalau Shanum bakal begini menanggapinya.''jawab Arya yang merasa bersalah dengan ulahnya.


''Ya sudah kalau begitu papi pulang dulu.''pamit papi Alan.


''Iya pi.''jawab Arya.


''Assalamualaikum.''salam papi Alan.


''Wa'alaikumsalam.''jawab Arya.''Hati-hati pi.''serunya.


Arya pun kembali melanjutkan menyelesaikan pekerjaannya yang tertunda tadi jadi biar bisa cepet pulang dan melihat istrinya.


''Ar.''seru Henry.


''Ngagetin aja.''kata Arya yang kaget dengan adanya suara yang tiba-tiba.


''Papi tadi kesini?''tanya Henry.


''Iya,kok kamu tahu?''tanya Arya.


''Sebenarnya ada apaan sih,soalnya tadi papi kamu telpon nanya ke aku kamunya ada gak.''kata Henry penasaran.


''Huft...marah-marah kesini.''jawab Arya.


''Hah...kok bisa?kenapa?''kata Henry yang makin penasaran sambil mendudukkan bokongnya di kursi yang bersebrangan dengan Arya yang duduk di kursi kebesarannya.


''Bisalah orang dianya salah paham.''jawab Arya lalu menceritakan semuanya.


''Sampel segitunya?wah parah kamu Ar...''seloroh Henry.


''Aku juga gak tau dan gak nyangka kalau bakal sampai kayak gitu Hen...gak tega juga sebenarnya tapi ya mau gimana lagi.''ujarnya.


''Ya sudahlah kalau gitu aku balik keruangan dulu ya.''pamit Henry.


''Hem.''jawab Arya.


''Duh jadi gak konsentrasikan...jadi mikirin Shanum.''gumam Arya begitu Henry keluar.


''Maafin daddy ya mom,daddy gak maksud...''monolog Arya sambil mengusap photo yang berada di dalam pigura yang diletakkan di atas meja kerjanya.


''Ayo fokus Arya...biar cepat selesai jadi bisa cepat pulang.''kata Arya menyemangati dirinya sendiri.

__ADS_1


*****


Jam sudah menunjukkan waktunya pulang kantor...Arya pun bergegas untuk segera pulang ke kediamannya.


''Assalamualaikum.''salam Arya.


''Wa'alaikumsalam.''jawab penghuni mension yang mendengarnya.


''Sudah pulang by?''tanya Shanum.


''Hem.''jawab Arya lalu berjalan menuju ke kamarnya yang di ikuti oleh Shanum.


Saat Arya membuka sepatunya,Shanum pun segera kekamar mandi untuk menyiapkan air hangat untuk mandi sang suami,diapun juga menyiapkan pakaian sang suami.


''Mandi by,air hangatnya udah aku siapin nanti keburu dingin.''kata Shanum.


''Hem.''lagi dan lagi Arya hanya menyerukan kalimat itu.


''Aku keluar dulu,mau lihat anak-anak.''kata Shanum yang sungguh saat ini dadanya sudah terasa teramat sangat sesak dengan mata yang sudah memanas.


Begitu dia keluar dan menutup pintu kamarnya akhirnya tumpah juga air mata yang di tahan dan di bendungnya dari tadi.


''Hiks...hiks...hiks...''tangisnya sesegukan dengan suara selirih mungkin agar tidak ada yang mendengarnya.


''Mom.''panggil Alvan yang baru keluar dari kamarnya.


''Eh,iya sayang.''jawab Shanum sambil memutar badannya kebelakang untuk menghapus jejak air matanya lalu membalikkan badannya kembali menghadap sang putra.


''Are you oke mom?''tanya Alvan.


''Daddy sudah pulang mom?''tanya Alvan lagi sambil menelisik mommynya.


''Sudah,daddy sedang mandi.''jawab Shanum.''Abang kekamar twins ya...mommy mau nyiapin makan malam.''kata Shanum.


''Iya mom.''jawab Alvan.


Alvan tidak percaya kalau mommynya itu baik-baik saja...dia tahu kalau mommynya itu pasti berbohong karena jelas-jelas dia tadi melihat sang mommy sedang menangis jadi tidak mungkin kalau baik-baik saja.


*****


Begitu Alvan hendak masuk ke kamar si kembar tidak sengaja dia mendengar percakapan Jane dan Viana tentang mommy dan daddynya.Memang kamar twins juga Alvan tidak di buat kedap suara cuma kamar Arya dan Shanum saja yang ada kedap suaranya.


''Aku harus bicara dengan daddy...aku gak mau melihat mommy sedih terus.''batinnya.


Cklek


Begitu pintu terbuka sontak saja Jane dan Viana langsung menoleh,mereka takut kalau Arya atau Shanum yang datang dan mendengar pembicaraan mereka berdua.


''Huft...''helaan nafas lega Jane juga Viana begitu melihat yang datang adalah Alvan.


''Tuan muda Al.''sapa mereka berdua.

__ADS_1


''Twins sedang apa aunty?''tanya Alvan yang kemudian berjalan mendekat kearah kedua adik kembarnya itu.''Oh adik-adik abang lagi mainan ya...''kata Alvan begitu melihat twins berbaring dengan tangan yang ingin meraih-raih mainan yang di letakkan di atasnya.


Cklek


''Tuan.''sapa Jane dan Viana.


''Kalian berdua bisa keluar.''titah Arya.


''Baik tuan muda.''jawab mereka berdua.


''Ternyata anak-anak daddy di sini ya...''kata Arya mendekati ketiga buah hatinya.''Lagi mainan sama abang ya...''katanya lagi pada twins.


''Gimana tadi di sekolah bang?''tanya Arya.


''Gal gimana-gimana kok dad,seperti biasa.''jawab Alvan.


''Pelajarannya gimana?ada yang abang gak bisa?''tanyanya lagi.


''Bisa kok dad.''jawab Alvan.


''Kalau misalnya ada yang kamu gak bisa,abang bisa tanya ke mommy atau daddy.''tutur Arya.


''Iya dad.''jawabnya lagi.''Ehm...dad.''panggil Alvan lirih.


''Iya bang.''jawab Arya lalu mengalihkan pandangannya yang semula ke twins jadi ke Alvan.''Ada apa?''tanya Arya yang melihat sang putra yang seakan ragu untuk mengatakan sesuatu.


''Ehm...''kata Alvan.


''Kenapa bang?''tanya Arya.''Ada apa?bilang sama daddy.''kata Arya lembut.


''Ehm...bisakah daddy jangan bikin mommy sedih dan menangis.''katanya yang membuat Arya sedikit tercengang.


''Maksudnya bang?''tanya Arya.


''Bisakah daddy gak bikin mommy sedih dan menangis?''ulangnya.


''Abang tau dari mana mommy sedih?''selidik Arya.


''Tadi waktu aku keluar kamar gak sengaja lihat mommy sedang menangis di depan kamar mommy dan daddy...tapi waktu abang panggil mommy cepat-cepat menghapus air matanya dan waktu abang tanya katanya mommy baik-baik saja...tapi abang gak percaya kalau mommy baik-baik saja.''cerita Alvan.''Jadi bisakah daddy gak sakitin mommy...''pintanya.


''Ya ampun bang.''kata Arya lalu merengkuh tubuh putranya yang sudah berkaca-kaca di kedua matanya.''Daddy gak bermaksud nyakitin mommy tapi...''kata Arya.


''Tapi apa dad?''desak bocah itu karena ingin tahu apa yang menyebabkan mommynya itu sedih sampai menangis.


Lalu mau tak mau Arya pun menceritakan kepada Alvan sama dengan apa yang diceritakannya kepada papi Alan karena dia tidak mau melihat putranya itu ikut sedih.


''Jadi seperti itu dad...''katanya.


''Iya bang''jawab Arya.''Tapi abang janji ya sama daddy kalau gak bakal cerita hal ini ke mommy atau kesiapa pun.''kata Arya.


''Iya abang janji dad.''serunya.

__ADS_1


*****


Maaf ya semuanya kemarin hari Senin gak bisa up karena dua hari kemarin itu sinyal bener-bener susah banget...pakek data atau WiFi sama aja...tiap buka pasti pemuatan gagal atau link tidak terjangkau mungkin dari efek mendung juga hujan...jadi sekali lagi maaf banget dan mohon pengertiannya.🙏


__ADS_2