Pesona Tersembunyi Sang Tuan Muda

Pesona Tersembunyi Sang Tuan Muda
92.Bab 92


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


*****


''Assalamualaikum...anak-anak daddy.''sapa Arya pada kedua anaknya.


Saat ini Arya sedang berbaring di pangkuan sang istri menghadap ke perut istrinya yang mulai membuncit yang sedang duduk selonjoran di ranjang dengan bersender pada kepala ranjang mereka.


''Wa'alaikumsalam daddy.''jawab Shanum mewakili kedua buah hatinya.


Seperti biasa bila sang daddy menyapa atau mengajak berbicara,kedua buah hatinya itu akan langsung merespon dengan gerakan seperti menendang di perut sang mommy seolah-olah tahu jika yang mengajak berinteraksi mereka adalah sang daddy.


Dug


''Aaww.''pekik Shanum.


Dug


''Aaww.''pekiknya lagi karena buah hatinya menendang terlalu keras.


''Kenapa sayang?''tanya Arya.


''Kok nendangnya kenceng banget sih dek...''kata Shanum lembut sambil mengelus perutnya bukan menjawab pertanyaan Arya.


''O jadi anak-anak daddy lagi nendang-nendang ya?''tanya Arya.''Jangan keras-keras ya sayang nendangnya...kasihan mommy...mommy jadi kesakitan...''kata Arya sambil mengelus serta sesekali mengecupi perut Shanum.


''Sayang...''panggil Arya pada sang istri.


''Iya by.''jawab Shanum.


''Sayang,kamu boleh bantu-bantu di acara aqiqahan baby Hanan tapi aku gak mau kalau sampai kamu kecapean...''peringat Arya mengingat perbincangan di rumah Henry tadi.


''Iya by.''jawab Shanum.


''Jangan iya-iya saja sayang...''kata Arya.''Kalau kamu sampai melanggar...kamu taukan apa konsekuensinya?''tanya Arya.


''Iya inget.''jawab Shanum.


''Apa?''kata Arya.

__ADS_1


''Hufh...gak boleh kerja atau kemana-mana lagi selama hamil...semua aktifitas akan diawasi dengan lebih ketat lagi.''kata Shanum sambil mencebikkan bibirnya.


''Pinter...''ucap Arya.


''Ya iyalah aku pinter...kalau gak pinter gak mungkin aku jadi dokter spesialis by.''kata Shanum dengan memanyunkan bibirnya.


''Kenapa tuh bibir di monyong-monyongin gitu?''tanya Arya.''Bikin gemes tahu...''lanjutnya lalu meraih tengkuk Shanum dan menariknya menunduk agar lebih dekat dengannya lalu mencium bibir sang istri yang sudah bagai candu untuknya yang membuatnya sangat ketagihan.


Cup


Setelah ciumannya Arya lalu bangun dari pangkuan Shanum dan menarik Shanum untuk berbaring di ranjangnya...bukannya tidur Arya malah mencium lagi bibir dan seluruh wajah sang istri...lalu turun ke leher jenjang ya g mulus itu...mencium...menj***t...sedikit mengh***p hingga meninggalkan stempel kepemilikan disana yang tentunya tidak hanya satu tapi banyak bertebaran.


Diteruskan dengan menj***t telinga sang istri sambil menghembuskan nafasnya disana yang membuat Shanum merasa sedikit bergidik walaupun sudah terlalu sering melakukannya tapi gelayar-gelayar aneh itu selalu muncul dan membuatnya serasa di awang-awang...


Kec***n demi kec***n terus di lakukan Arya...semakin turun hingga sampailah di salah satu tepat favoritnya dan entah sejak kapan dua insan itu sudah tidak memakai sehelai benang pun di tubuhnya jadi dengan mudahnya Arya menj***t serta meny***p dua puncak Himalaya itu secara bergantian...jika yang satu sibuk di h***p maka yang satunya pasti sudah dimainkan dengan tangannya...memilin,menge**s bahkan mer***s yang membuat si punya mend***h dan mend***h...


Arya sosok pria yang datar dan dingin itu berubah menjadi sosok yang sangat lembut juga hot jika bersama sang istri...


Turun...terus turun...dengan tangan yang sudah kemana-mana tentunya hingga sampai di daerah puncaknya...


Des***h... er****n...suara merdu itu semakin bersaut-sautan di kamar utama itu...suara kedua insan yang sedang mereguk indah dan nikmatnya puncak cakrawala.


*****


Beberapa jam berlalu hingga tuntas sudah pergulatan panas sepasang suami istri itu.


Walaupun durasinya agak lama tapi Arya melakukannya sangat lembut karena dia tidak ingin menyakiti kedua buah hatinya juga tidak ingin istrinya terlalu kelelahan karena ulahnya.


Cup


''Terimakasih sayang...''ucap Arya setelah mengecup sekilas bibir sang istri begitu aktivitas panas mereka usai.


''He'em.''jawab Shanum.


Arya pun lalu berlalu melangkah ke kamar mandi untuk membersihkan diri serta menyiapkan air hangat untuk sang istri tercinta.


''Sayang...mandi dulu yuk.''ucap Arya yang duduk di samping istrinya yang masih berbaring,tak lupa salah satu tangannya yang mengelus lembut pipi sang istri.


''Iya.''jawab Shanum.

__ADS_1


Beberapa detik kemudian Arya sudah menggendong Shanum ala bridal style menuju ke kamar mandi meletakkannya di bathtub dan membantunya mandi...gak tega juga sebenarnya melihat sang istri yang sedikit kelelahan tapi ya mau gimana lagi yang satunya sudah on meminta jatah kan dari pada tersiksa atau malah jajan sembarangan kan lebih baik minta ke istri...selain halal juga ibadah.


*****


''Terimakasih ya Allah karena sudah menghadirkan bidadari surga untuk menemani hidupku.''batin Arya melihat wajah damai istrinya yang masih tertidur lelap di depannya karena posisi mereka saat ini sedang tidur miring berhadapan sambil berpelukan.


Setelah melakukan sholat subuh mereka berdua memilih untuk tidur kembali karena merasa masih mengantuk.


''Ehmmm...''ucap Shanum yang masih menutup matanya dan Arya langsung ikut menutup matanya.


''Terimakasih ya Allah karena sudah memberikan aku pendamping yang sesempurna ini.''batin Shanum sambil menatap wajah sang suami.


''Apa sudah puas sayang melihat wajah tampan suami kamu ini...aku tau kalau aku ini memang tampan.''ucap Arya yang masih menutup matanya dan Shanum sedikit tersentak kaget begitu mendengar suara suaminya itu.


''Ih narsis...sejak kapan tuan muda Arya Narendra yang datar...cool...tegas berwibawa narsis kayak gini.''ucap Shanum.


''Siapa yang narsis...memang kenyataannyakan..''ucap Arya sambil membuka matanya lalu menatap sang istri.''Tapi aku cuma narsisnya sama kamu aja kok yank...hehehe...''katanya lagi.


''Kamu tadi pura-pura tidur ya by...''kata Shanum.


Cup


''Morning kiss sayang.''bukannya menjawab Arya malah mengecup bibir cherry istrinya.


Cup


''Morning kiss juga by.''balas Shanum.''Jam berapa by?''tanya Shanum.


''Jam 6 sayang.''jawab Arya yang membalikkan badannya untuk melihat pukul berapa di ponsel yang di letakkannya di nakas samping tempat tidur.


''Eittt...kamu mau kemana sayang?''tanya Arya sambil meraih tangan Shanum yang ingin beranjak dari tidurnya.


''Mau cuci muka lalu kebawah by kan mau nyiapin sarapan sama bekal kamu.''jawab Shanum.


''Gak usah ya sayang...kamu istirahat saja...memangnya kamu gak capek?''tanya Arya.''Biar para maid aja yang nyiapin sarapannya ya...''bujuk Arya.


''Enggak kok by...orang cuma nyiapin sarapan aja.''kata Shanum lalu berlalu ke kamar mandi.


Walaupun di nyonya di mension ini...seorang nyonya muda Narendra...istri dari pengusaha sukses Arya Narendra yang pasti hanya dengan sekali jentikan jari saja segala kemauan serta keperluannya terpenuhi...dia tidak pernah lupa menjalankan tugasnya sebagai seorang istri yang baik untuk melayani suaminya...

__ADS_1


__ADS_2