
❤️ Happy Reading ❤️
*****
Pagi ini sang ibu muda bangun kesiangan karena ulah sang suami tadi malam...dua malam suaminya itu benar-benar menggempurnya alhasil dia hanya membantu suami sarta anak-anaknya bersiap sedangkan sarapan pagi mereka di masak oleh maid yang bekerja di sana dan dia juga meminta bantuan kepada maid yang lain untuk mengemas bekal yang akan di bawa oleh semua anggota keluarga...karena kesibukannya sekarang Shanum lebih memilih untuk membuat cake serta infused water di malam hari sedangkan buah potongnya dia akan meminta di siapkan di pagi hari.Shanum selalu menyiapkan segalanya walaupun dia sesibuk apapun karena dia tidak ingin kalau sampai dia merasa abai dan lalai menjalani tugas utamanya yaitu seorang istri dan juga ibu.
Seperti biasa dia akan mengecek serta membantu ketiga anaknya bersiap lebih tepatnya hanya Alexa yang harus di bantunya bersiap karena harus menguncir rambutnya sedangkan Alvan dan Axel selalu menolaknya kalau di bantu bersiap dengan alasan ''aku sudah besar mom dan aku cowok jadi aku harus mandiri'' begitulah jadi Shanum hanya mengecek dan mengingatkan supaya tidak ada barang yang tertinggal.Setelah selesai dengan ketiga anaknya maka giliran dia mengurus sang suami yang masih selalu manja padanya meski sudah beberapa tahun menikah kadang harus pula membangunkannya jika Arya tidur lagi setelah sholat subuh...di siapkannya semua keperluan sang suami...baru setelahnya dia bersiap sendiri.
Begitulah seorang ibu...dia akan lebih mengutamakan anak dan suaminya baru di memikirkan dirinya sendiri.
''Pagi mom...dad...''sapa Alvan,Axel dan Alexa.
''Pagi sayang.''jawab Arya dan Shanum.
''Abang beneran mau sekolah hari ini?''tanya Arya.
''Iya dad...takut nanti makin jauh ketinggalan pelajarannya.''jawab Alvan.
''Tapi nanti kalau abang ngrasa gak enak atau pusing....ijin pulang aja ya...''kata Arya lagi.
''Iya dad.''jawabnya.
''Bang,obatnya jangan lupa di bawa lo...''peringat Shanum.
''Iya mom sudah ada dalam tas kok.''jawabnya lagi.
''Ya sudah sekarang sarapan dulu nanti kesiangan.''perintah sang kepala keluarga.
Mereka pun memakan makanannya dalam diam dan setelah selesai mereka semua berangkat bersama menuju tempat tujuan masing-masing yang selau diantar oleh Arya.
*****
''Selamat pagi tuan muda.''sapa sang sekretaris begitu dia sampai di depan ruangannya.
''Hem.''jawab Arya.''Dimana asisten Henry...apa dia sudah datang?''tanyanya.
''Sudah tuan muda,beliau sedang ada di ruangannya.''jawab sang sekretaris.
''Suruh dia keruanganku.''perintahnya.
''Baik tuan muda.''jawab sekretaris itu lagi.
Tok...tok...tok...
''Masuk.''perintah Arya.
Cklek
''Selamat pagi tuan muda.''sapa asisten Henry.
''Hem.''jawab Arya.''Hen,ada agenda apa saja aku hari ini?''tanya Arya.
''Kita ada pertemuan dengan perusahaan xx nanti pukul 10 dan ada janji juga dengan perusahaan yy di jam makan siang...selebihnya free.''tutur Henry.
__ADS_1
''Apa sudah kamu tambah pengawal bayangan untuk anak-anak serta Shanum?''tanya Arya lagi...karena kejadian yang menimpa Alvan kemarin dia memilih untuk menambah pengawal untuk anak-anak serta istrinya karena dia tidak mau kalau sampai kecolongan lagi.
''Sudah.''jawab Henry.
''Bag,kamu bisa kembali.''titah Arya.
''Baik saya permisi.''pamit Henry lalu kembali keruangannya.
*****
Tok...tok...tok...
''Masuk.''
Cklek
''Sha...''panggil Lila sehingga membuat Shanum mendongakkan kepalanya.
''Sha...gimana keadaan Al?''tanya Lila yang kini sudah duduk bersebrangan dengan Shanum yang terhalang dengan meja kerja sang pemilik rumah sakit.
''Sudah baik-baik saja La...dia juga sudah berangkat kesekolah.''jawab Shanum.
''Kok sudah kami bolehin berangkat si Sha?''kata Lila lagi.
''Ya mau gimana lagi La...dianya ngeyel mau sekolah...takut ketinggalan pelajaran katanya.''ucap Shanum.
''Anak itu bener-bener ya...padahal aku yakin walaupun dia ketinggalan tapi dia akan mudah mengejarnya secarakan diakan pinter banget.''sahut Lila.
Ya Alvan memang tergolong anak yang sangat pintar bahkan kalau dia mau dia sudah lompat kelas beberapa kali tapi Arya dan Shanum tidak mengijinkannya...mereka berdua ingin agar sang putra tumbuh dan berada dilingkungan yang semestinya...dilingkungan dengan anak-anak seusianya.
''Iya.''jawab Shanum.
''Ya sudah aku balik keruangan dulu.''pamitnya dan di iyakan oleh Shanum.
Tok...tok...tok...
''Masuk.''seru Shanum...baru saja dia memeriksa dokumen yang ada di mejanya sudah ada lagi yang mengetuk pintunya.
Cklek
''Selamat pagi dok.''sapa seseorang yang baru saja masuk.
''Iya ada apa?''tanya Shanum pada seseorang yang berdiri di depannya.
''Maaf dok di luar...ada keluarga pasien yang marah-marah minta langsung dokter kepala yang menangani anggota keluarganya.''katanya memberi tahu.
''Baiklah ayo kita kesana.''ajak Shanum.
Dan benar saja begitu Shanum tiba di depan IGD pertama kalinya adalah seorang pria paruh baya yang mungkin umurnya sekitar orang tua Shanum yang sedang emosi disana.
''Ehm maaf permisi.''sela Shanum.
''Dok...''sapa semua dokter dan perawat yang ada di sana.
__ADS_1
''Kamu siapa?''tanya pria paruh baya itu dengan intonasi yang masih tinggi.''Saya tidak butuh kamu yang saya mau dokter kepala rumah sakit ini.''lanjutnya.
''Maaf perkenalkan saya dokter Shanum...dokter kepala di rumah sakit ini.''jawab Shanum yang masih berusaha untuk sabar.
''Oh jadi anda dokter kepalanya.''katanya.''Saya mau anda langsung yang menangani istri saya.''lanjutnya.
''Baiklah...kalau begitu boleh saya mulai memeriksa istri anda?''tanya Shanum setenang mungkin.
''Silahkan.''jawabnya.
Terlihat sekali pria paruh baya itu sangat mencintai istrinya yang terbukti sampai dia marah-marah dan bikin kegaduhan ingin istrinya ditangani langsung oleh dokter kepala rumah sakit yang itu artinya dia ingin istrinya mendapatkan perawatan yang lebih.
*****
Cklek
''Bagaimana keadaan istri saya?''tanya pria paruh baya itu sedikit lebih menurun intonasinya.
''Pa...''
Baru saja Shanum akan menjawab tapi tiba-tiba ada seorang pemuda yang menghampiri mereka.
''Bagaimana keadaan mama?''tanyanya lagi.
''Ini dokter baru saja selesai memeriksa dan ingin menjelaskan keadaan mamamu.''jawabnya yang membuat sang putra baru menyadari bahwa ada orang lain di sana sangking paniknya.
''Loh...kak Shanum.''tegur Samudra ya pemuda itu adalah Samudra Regantara.
''Sam.''sapa Shanum.
''Kalian sudah saling kenal?''tanya sang papa.
''Beliau adalah nyonya Shanum pemilik rumah sakit ini sekaligus istri dari atasan Samudra pa.''jelas Samudra.
''Berarti anda adalah istri dari tuan Arya Narendra...?''tanya papa Samudra lagi.
''Benar sekali tuan Regantara.''jawab Shanum sambil mengulas senyumannya.
''Jadi bagaimana kak keadaan mama?''tanya Samudra.
''Tekanan darah mama kamu tinggi...itu yang mengakibatkannya sampai tak sadarkan diri.''jawab Shanum.
''Tapi...''kata Samudra lagi.
''Semuanya baik-baik saja...keadaannya akan pulih setelah tekanan darahnya stabil.''sahut Shanum.
''Nyonya maaf untuk yang tadi dan saya ucapkan terimakasih.''kata papa Samudra.
''Tidak apa-apa tuan Regantara saya sangat mengerti dan memaklumi kondisi serta situasi anda...''jawab Shanum.''Percayalah bahkan suami saya melakukan hal yang lebih dari anda bila ada keluarganya yang sakit...''lanjut Shanum yang di sertai kekehan.''Kalau begitu saya permisi...dan kalau ada apa-apa anda bisa menghubungi dokter yang ada atau kamu bisa menghubungi aku Sam...''pamit Shanum.
''Baik kak...dan sekali lagi terimakasih.''ucap Samudra yang di jawab dengan senyuman oleh Shanum.
*****
__ADS_1
Yang kemarin minta di kasih visual...ayo dong kasih saran mau pakek visual siapa aja...soalnya aku bingung mau pakek visualnya siapa ni yang cocok dan pas sama karakter-karakter yang ada di cerita ini...terimakasih🙏