
Maaf semuanya aku baru bisa up karena mungkin terlalu banyak acara atau kegiatan satu minggu ini jadi kondisi tubuh gak stabil makanya jadi kepala jadi sakit apalagi kalau buat lihatin handphone terlalu lama...jadi mohon di maklumi ya semuanya...🙏😊
Jangan lupa terus dukung karya aku ya...masukin daftar favorit...beri like,vote,gift juga komen...terimakasih banyak 🙏🙏🙏
❤️ Happy Reading ❤️
*****
''Assalamualaikum.''sapa Shanum dan Arya begitu mereka sampai di ruang tamu.
''Wa'alaikumsalam."jawab tuan Alan juga Aurora.
''Ar,ada yang ingin papi bicarakan dengan kalian.''kata tuan Alan.
''Ada apa pi?''tanya Arya.
''Kita tunggu sebentar lagi ya...nunggu yang lainnya datang.''kata tuan Alan.
''Yang lain...?siapa pi?''tanya Arya.
''Nanti kalian juga tahu.''jawab tuan Alan.
''Assalamualaikum.''terdengar suara salam dari arah luar.
''Wa'alaikumsalam.''jawab tuan Alan,Aurora,Shanum juga Arya.
''Itu mereka sudah datang.''lanjut tuan Alan.
''Ayah,bunda...dan kalian.''kata Shanum.
''Hai Sha...''kata Lila.
''Halo kak...''kata Angel.
''Kok bisa barengan kesininya?''tanya Shanum.
''Papi yang minta mereka datang kesini.''tuan Alan lah yang menjawab.
''Papi ada sesuatu yang mau di bahas dengan kalian semua dan papi butuh saran ataupun pendapat kalian.''lanjut tuan Alan.
__ADS_1
''Ada apa sebenarnya pi?''tanya Arya yang sudah sangat penasaran.
''Papi...''kata tuan Alan.
''Gini biar lebih enak ngobrolnya gimana kalau kita ngobrol di ruang home teather aja yang kedap suara...''potong Shanum.''Karena aku ngerasa yang mau di omongin sama papi adalah sesuatu hal yang sangat penting sehingga mengumpulkan kita semua.''terangnya karena dia melihat sejak adik ipar dengan mertuanya datang mereka berdua terlihat sangat tegang jadi dia menyimpulkan mungkin ada sesuatu masalah yang terjadi.
''Benar nak,papi sangat setuju karena ini adalah hal yang sangat...sangat penting.''kata tuan Alan menyetujui usul menantunya itu.''O iya satu lagi tolong pak Nuh juga di suruh ikut.''sambungnya.
*****
''Sebenarnya ada apa pi?''tanya Arya begitu semua sudah duduk di ruangan home teather serta sudah ada makanan ringan juga minuman yang tersedia di sana.
''Begini Ar...''jawab tuan Alan lalu menceritakan semua yang dia dengar tadi di rumahnya serta memutar rekaman yang dia ambil tadi sewaktu dirumahnya.
Sama dengan halnya tuan Alan dan Aurora...mereka semua yang ada disana pun merasa sangat terkejut dengan kenyataan yang baru saja terungkap...sebuah rahasia besar yang di simpan oleh nyonya Rima yang menyebabkan ibunda Arya meninggal juga kecelakaan yang di alami Arya.
''Br*****k.''umpat Arya yang sudah mengepalkan tangannya karena geram walaupun sedikit banyak dia sudah tau akan hal ini dari para orang-orang suruhannya.
Shanum yang melihat sang suami sedang menahan amarahnya pun langsung mengusap lembut lengan suaminya guna untuk menetralkan sedikit emosi sang suami...dan benar saja baru sebentar Shanum mengusap lengan Arya...emosi Arya lambat laun semakin terkontrol.
Arya melihat bagaimana raut wajah sang papi yang sangat merasa terpukul...kecewa...marah...dan wajah sang adik tersayang yang sedih...tapi juga tersirat rasa kecewanya.
''Sabar Lan...''kata ayah Bayu sambil mengelus pundak sang sahabat sekaligus besannya agar lebih tenang.
Sedangkan bunda sudah membawa Aurora kedalam pelukan hangatnya.
''Papi minta maaf sama kamu Ar.''kata tuan Alan.''Maaf selama ini papi tidak bisa menjadi papi yang baik untuk kamu,tidak bisa melindungi kamu serta mendiang mami kamu...''ucap tuan Alan sedih juga kecewa dengan dirinya sendiri.
''Gak ada yang perlu di maafin Pi.''jawab Arya.''Ini semua sudah kehendak yang Maha Kuasa.''sambungnya.
''Aku ingin meminta pendapat kalian tentang apa yang harus di lakukan untuk mereka.''kata tuan Alan setelah merasa sedikit tenang.
''Papi maunya gimana?''tanya Henry.
''Papi serahkan semuanya kepada kalian.''pasrah tuan Alan.
''By,Aurora terlihat terpukul sekali.''bisik Shanum yang masih memegang lengan sang suami.''Coba kamu peluk dia...''lirih Shanum lagi.
Arya menoleh ke sang adik yang masih di pelukan bunda.
__ADS_1
''Rora...''panggil Arya.''Sini dekat abang.''kata Arya.
Aurora pun langsung menguraikan pelukannya bunda lalu beringsut mendekat ke arah sang kakak tersayangnya...walaupun Aurora satu rumah dengan Aldi tapi dia lebih dekat dengan Arya...dia juga sering berkunjung ke mension juga ke kantor Arya...
''Sini peluk abang.''pinta Arya lembut setelah sang adik berada di sampingnya.
Kedua kakak beradik itu saling berpelukan dengan Aurora yang semakin deras mengeluarkan air matanya begitu di pelukan Arya.
''Maafin mami Aurora ya bang...''kata Aurora.''Kalau mami Aurora gak melakukan hal keji itu pasti sekarang abang masih bersama mami bang Arya...bang Arya gak akan mengalami semua hal yang buruk kemarin.''lanjutnya dengan masih sangat sesegukan.
''Shutttt...adik abang ini ngomong apa...kamu gak perlu minta maaf sayang...''kata Arya.''Semua kejadian pasti ada hikmahnya...jadi sudah jangan nangis lagi ya...''lanjutnya.
''Abang boleh kok benci sama Rora...karena bagaimanapun semua ini salah mami sama kakak Rora.''kata Aurora lagi.
''Kamu ini ngomong apa sih...kamu itu tetap adik kesayangan abang terlepas dari semua masalah yang terjadi.''jawab Arya.''Sudah dong berhenti nangisnya...nanti kamu kelihatan jelek lo...''seloroh Arya sambil menghapus jejak air mata Aurora.
''Terimakasih bang...Aurora sayang sama abang.''kata Aurora.
''Abang juga sayang kamu.''ucap Arya.
*****
''Ar,apa perlu mereka kita bawa ke tempat kita?''tanya Henry.
''Gak usah kita serahkan kepada yang berwajib saja.''kata Arya.''Rora...gak apa-apakan kalau mami sama kakak kamu di laporkan yang berwajib?''tanya Arya pada Aurora yang masih di pelukannya,karena bagaimanapun dia harus meminta pendapat sang adik karena hal ini menyangkut mami dan kakaknya.
''Iya gak apa-apa bang...biar mereka mendapatkan balasan yang setimpal.''jawab Aurora.
''Kamu jangan terlarut dalam sedih ya Ra...karena ada kami semua yang akan selalu sayang sama kamu.''kata Lila.
''Bener Ra karena kamu adalah adik kita semua.''ucap Angel.
''Terimakasih ya kakak-kakak semua.''ucap Aurora.
''Eith...jangan lupakan bunda dong...''protes bunda.''Bunda juga sudah menganggap kamu seperti putri bunda sendiri sayang jadi kamu juga boleh menganggap bunda seperti bunda kamu sendiri.''kata bunda.
''Iya bunda...terimakasih.''ucap Aurora.
''Aurora sangat bersyukur sekali karena Aurora di kelilingi oleh orang-orang baik yang juga sayang sama Aurora...Terimakasih ya Allah.''batin Aurora.
__ADS_1