Pesona Tersembunyi Sang Tuan Muda

Pesona Tersembunyi Sang Tuan Muda
175.Bab 175


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


*****


Alvan mengantarkan Kinara hanya sampai di depan pintu gerbang rumahnya saja.


''Terimakasih ya kak sudah mau mengantar Nara.''ucap gadis itu saat mobil Alvan berhenti.


''He'em.''kata Alvan.''Ra...''panggilnya kemudian saat Kinara hendak membuka pintu mobilnya.


''Iya kak.''sahut Kinara yang menarik tangannya kembali mengurungkannya untuk membuka pintu.


''Kamu bisa cerita apa pun ke aku...bisa berbagi masalahmu sama aku.''kata Alvan.


''Iya kak,terimakasih.''ucap Kinara.


''Ra...apa kamu punya saudara?''tanya Alvan.


''Iya kak...dua orang kakak laki-laki tapi mereka gak ada disini.''jawabnya.''Dua-duanya di luar kota.''lanjitnya.


''Kamu bisa menceritakan masalahmu ini ke mereka...aku yakin mereka bisa membantu menyelesaikan masalah yang kamu hadapi...atau paling tidak ada yang membelamu di hadapan kedua orangtuamu.''tutur Alvan.


''Baik kak,nanti akan aku coba untuk berbicara dengan mereka.''sahut Kinara.''Ehm...Nara keluar dulu ya kak...assalamualaikum.''pamit Kinara.

__ADS_1


''Wa'alaikumsalam.''jawab Alvan.


Begitu memastikan Kinara sudah masuk kedalam rumahnya barulah Abang Alvan melajukan kembali si merah untuk pulang ke rumah.


*****


''Assalamualaikum.''


''Wa'alaikumsalam''


''Loh mommy sama daddy kok belum tidur?''tanya Alvan yang mendapati kedua orangtuanya masih duduk di ruang keluarga.


Karena setiap jam sembilan malam mereka semua pasti sudah berada di kamar mereka masing-masing sedangkan saat ini sudah menunjukkan pukul sepuluh malam.


''Mommymu mana bisa tidur bang kalau putranya saja belum sampai rumah.''sahut Arya.


''Iya mom.''jawab Alvan.


''Bang...mommy gak tau apa yang sedang dia hadapi tapi satu yang pasti mommy tau kalau dia tidak sedang baik-baik saja.''kata Shanum.''Jangan pernah biarkan dia merasa sendirian ya bang...dengarkan keluh kesahnya walaupun kamu gak bisa berbuat apa-apa tapi paling tidak itu akan sedikit membuat hatinya lega karena ada yang mau mendengarkan segala unek-unek yang ada dalam hatinya.''sambung Shanum.''Kasih dukungan dan semangat ya bang..''lanjutnya lagi.


''Iya mom.''sahut Alvan.


''Ya sudah sekarang lebih baik kamu masuk kamar dan istirahat bang...besok harus ngampuskan...''kata Arya dan di angguki oleh Alvan.

__ADS_1


''Selamat malam mom...selamat malam dad.''ucap Alvan sambil mencium pipi kedua orangtuanya secara bergantian.


''Selamat malam sayang.''ucap Shanum.


''Ayo sekarang kita juga harus istirahat mom.''ajak Arya setelah sang putra berjalan menjauh dari mereka.


*****


''Nara!.''begitu masuk kedalam rumah Nara sudah di kejutkan dengan suara teriakan yang memanggil mananya.


''Bagus jam segini baru pulang...kamu gak tau ini sudah jam berapa?''tanyanya.''Dari mana saja kamu!''bentaknya.


''Da...dari...ru...rumah temen pa.''sahut Nara.


''Berpenampilan gak jelas katak gitu...keluar rumah...kamu mau bikin malu papa ya!''bentaknya lagi.


''Eng...enggak pa.''jawab Nara.


''Ada apa ini ribut-ribut?''tanya seseorang yang baru saja masuk ke area ruang tamu.


''Kamu lihat saja kelakuan anak itu.''seru sang papa.''Anak perempuan berpanampilan acak-acakan dan pulang malam.''lanjutnya.


''Sudah-sudah.''kata mama Nara.''Nara lebih baik kamu sekarang masuk kamar dan kamu pa...ayo kekamar juga.''kata mama Nara lagi.

__ADS_1


''Tapi aku belum selesai bicara sama anak itu.''bantah sang papa.


''Besok lagi pa...ini sudah malam.''kata mama Nara.


__ADS_2