Pesona Tersembunyi Sang Tuan Muda

Pesona Tersembunyi Sang Tuan Muda
125.Bab 125


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


*****


Lain keluarga Arya lain pula keluarga yang satu ini...di saat keluarga Arya sedang bercengkrama dan bersenda gurau dengan keluarga kecilnya untuk menikmati quality time mereka,sang kepala keluarga ini malah sedang murka di kediamannya.


''Br*****k.''umpatnya.


''Pa.''panggil wanita paruh baya yang melihat sang suami sedang mengumpat begitu memasuki rumahnya.''Ada apa pa?''tanyanya.


''Mana anak kamu itu?!''serunya.


''Cindy maksud papa?''tanyanya.


''Iya,memangnya siapa lagi yang tinggal di sini kecuali kita.''sarkasnya.


''Dia ada di kamarnya pa.''jawab wanita itu berusaha masih lembut.


''Cindy...Cin...Cindy.''teriaknya sambil menaiki satu persatu anak tangga menuju lantai dua.


Dor...Dor...Dor...


''Cindy...keluar kamu!''teriaknya lagi saat dia berada di depan kamar sang putri sambil terus menggedor pintunya.


Dor...Dor...Dor...


Sedangkan yang di dalam kamar si empunya yang di panggil baru saja selesai membersihkan diri dan berpakaian.


''Apaan sih berisik banget.''gumamnya sambil melangkah mendekati pintu kamarnya.


Cklek


''Papa,mama.''kagetnya.''Ada apa sih ribut-ribut...berisik tau.''katanya lalu membalikkan badan masuk kembali ke kamar.


''Dasar anak kurang a**r!''tariaknya.''Gara-gara kamu perusahaan papa bangkrut.''serunya lagi yang membuat sang istri tertegun mendengarnya.


''Hah...kok gara-gara aku...papa yang bener aja.''ucap sang putri santai.


Plak


Satu tamparan di daratkan oleh tuan Hartono di salah satu pipi mulus sang putri karena terbakar emosi.


''Papa...''seru sang istri yang kaget karena putrinya tertampar oleh papanya sendiri.


''Papa...papa kok malah nampar aku,salah aku apa pa?dan apa hubungan perusahaan papa bangkrut dengan aku?''tanya Cindy sambil terisak merasakan panas di pipinya.


''Iya,perusahaan kita bangkrut karena tuan Arya sudah menarik semua investasi serta membatalkan kerja sama dengan perusahaan kita dan itu di sebabkan karena kamu.''sarkasnya.''Kamu masih mau tanya kenapa?''tanyanya pada sang putri.


''Kok gara-gara Cindy pa?''tanya sang istri yang masih belum mengerti.


''Karena putrimu ini sudah dengan berani membentak istri serta anak-anak tuan muda Arya Narendra bahkan dia sudah melukai putri satu-satunya tuan Arya di depan matanya sendiri.''jelasnya.

__ADS_1


''Hah...''jawaban sang suami membuat istrinya menjadi tertegun sejenak.


''Papa...papa...papa kan bisa cari investor lain memangnya perusahan yang punya cuma tuan Arya Narendra,gitu saja kok repot.''kata Cindy menyahut seolah meremehkan sang papa.


''Apa kamu pikir semudah itu hah?!''serunya.''Tuan Arya sudah memblacklist perusahaan kita asal kamu tau jadi semua investor langsung menarik semua investasinya dan tak ada satu pun perusahaan yang mau bekerjasama dengan perusahaan kita.''jelasnya.''Kita bangkrut.''serunya lagi.


''Pokoknya papa gak mau tahu besok kamu harus menemui tuan Arya untuk meminta maaf bila perlu kamu meminta maaf pada istri dan anaknya.''kata tuan Hartono yang kemudian keluar dari kamar putrinya di ikuti oleh sang istri yang mengekor di belakangnya.


''Dasar br*****k.''umpat Cindy setelah kedua orangtuanya pergi.


*****


''Cindy,hari ini kami harus menemui tuan Arya untuk meminta maaf.''perintah tuan Hartono pada sang putri saat mereka sedang sarapan.


''Hem.''jawabnya malas.


Setelah sarapannya selesai Cindy langsung menuju kamarnya untuk mengganti pakainya serta bersolek.


''Aku harus mendapatkanmu tuan Arya.''gumamnya lalu pergi menuju perusahaan Arya.


Dandan menor dengan pakaian kurang bahan yang menunjukkan seluruh lekuk tubuhnya yang dia anggap seksi,gaun dengan panjang dua jengkal dari pinggang serta potongan dada yang rendah sehingga membuat p*****ra menyembul ke atas dengan angkuhnya dia memasuki perusahaan seorang Arya Narendra dan dengan keyakinan yang luar bisa bahwa dia akan bisa menaklukkan sang tuan muda dengan pesonanya.


''Apa tuan Arya Narendra ada?''tanyanya pada resepsionis perusahaan Arya.


''Ada nona.''jawabnya.''Apakah anda sudah membuat janji nona?tanyanya sopan.


''Eh nona anda mau kemana?''tanya salah satu resepsionis yang melihat Cindy sudah meluangkan beberapa langkah.


''Maaf nona tidak bisa langsung bertemu jika anda belum membuat janji jadi kami harus tanyakan dulu pada asisten Henry.''kata sang resepsionis memberi tahu prosedurnya jika ingin menemui pimpinan mereka.


''Bilang kalau nona Cindy Hartono ingin bertemu.''sarkasnya.


''Baik nona.''jawab resepsionis tersebut lalu menghubungi sang asisten CEO.


''Silahkan nona,anda di tunggu di ruangan CEO.''kata resepsionis itu lagi setelah mendapatkan jawaban dari asisten CEO mereka yang sudah pasti atas persetujuan sang CEO.


''Buang-buang waktu.''umpatnya lalu melenggang pergi sehingga para resepsionis yang mendengarpun hanya bisa geleng-geleng kepala sambil sedikit membicarakannya.


*****


Tok...tok...tok...


''Masuk.''seru Arya dari dalam ruangannya.


Cklek


''Maaf tuan ada nona Cindy yang ingin bertemu.''kata sang sekretaris memberi tahu.


''Suruh dia masuk.''perintah Arya.


''Baik tuan muda.''jawabnya.

__ADS_1


Tap...tap...tap...


''Selamat pagi tuan Arya.''sapa Cindy semanis mungkin.


''Ada hal apa yang membuat nona Cindy datang menemui saya?''tanya Arya datar.


''Ada yang ingin saya bicarakan dengan anda tuan.''jawabnya.''Ehm bisakah kita hanya bicara empat mata saja tuan?''tanyanya sambil melirik asisten Henry yang membuat Arya juga Henry mengernyitkan alisnya.


''Baiklah.''putus Arya.''Kamu bisa keluar.''titahnya pada Henry.


''Baik tuan muda.''jawab Henry lalu berjalan keluar dan berdiri di depan pintu ruangan CEOnya itu.


''Sialhkan duduk.''kata Arya.


''Terimakasih.''jawabnya.''Ehm begini tuan muda saya kesini ingin meminta maaf atas semua apa yang terjadi kemarin...saya benar-benar menyesal dan saya mohon anda bisa berinvestasi kembali keperusahaan keluarga Hartono.''ucapnya selembut mungkin.''


''Heh terus apa keuntungan saya jika saya memaafkanmu dan berinvestasi kembali?''tanya Arya memancing.


''Apa pun yang Anda mau tuan...''jawabnya dengan berdiri di depan Arya sambil membukkukkan badannya condong kedepan Arya sehingga membuat p*****ranya yang memang sudah menyembul semakin terpampang nyata di sana yang lagi-lagi membuat Arya mengernyitkan dahinya.


''Maksud anda?''tanya Arya pura-pura tidak tahu,karena sebagai seorang CEO dari perusahaan besar tentu saja Arya sudah beberapa kali menghadapi situasi seperti ini.


''Ehm...''dehem Cindy lalu berjalan menuju arah Arya.''Saya bisa memuaskan anda kapan pun dan di mana pun anda menginginkannya tuan.''bisik Cindy di telinga Arya dengan suara yang di buat sesensual mungkin dengan tangan yang sudah bertengger di pundak Arya.


Bruk


''Aww..''


''Jaga batasan anda nona Cindy.''bentak Arya yang sudah berdiri setelah mendorong Cindy hingga terjatuh di lantai.


''Gak usah munafik tuan Arya...saya sudah sangat paham jika pengusaha sukses seperti anda ini gak mungkin hanya puas dengan satu wanita.''kata Cindy yang sudah berdiri kembali.


''Anda salah menilai saya nona.''kata Arya.


''Oh ayolah tuan Arya kita bisa bersenang-senang dan saya bisa lebih memuaskan anda.''rayunya.


''Sekarang lebih baik anda keluar nona atau saya akan berbuat kasar pada anda.''ancam tuan Arya namun sama sekali tidak di indahkan oleh Cindy karena dia masih meyakini bahwa dirinya bisa menaklukkan sang CEO muda itu.


''Henry keruangan saya.''kata Arya setelah menghubungi Henry lewat interkom.


Cklek


''Bawa nona Cindy keluar dan pastikan dia tidak akan pernak menginjakkan kakinya di perusahaan milikku lagi.''tegas Arya.


''Ayo nona.''kata Henry yang sudah hendak memegang pergelangan tangan Cindy.


''Saya bisa keluar sendiri.''sarkasnya.''Lihat saja apa yang bisa aku lakukan tuan Arya.''batinnya.


*****


Aku mau ngucapin terimakasih banyak karena kalian sudah mau membaca karya aku sampai saat ini sehingga tadi pagi-pagi dapat naik level di karya yang ini maupun di "Malaikat Kecilku'' sehingga membuat lebih semangat...terimakasih banyak...🙏😊 dan jangan lupa dukung terus ya...terimakasih🙏😊

__ADS_1


__ADS_2