
❤️ Happy Reading ❤️
*****
Sesuai janji pada kedua orangtuanya,Alvan pun segera bergegas pulang setelah segala urusan di salah satu cafe miliknya telah selesai.
Begitu sampai rumah semua anggota keluarga sudah tidak ada karena mereka sudah berangkat ke kediaman Buna Aurora sang adik kesayangannya daddynya.
Alvan melangkah menuju ke kamarnya untuk membersihkan diri serta bersiap dan memakai pakaian yang telah di siapkan sang mommy untuknya.
Alvan sangat merasa bersyukur sekali karena mendapatkan sebuah keluarga seperti keluarga Narendra,entah apa yang terjadi dan bagaimana nasibnya saat ini jika waktu itu tak bertemu dan di angkat anak oleh Arya dan Shanum.
Alvan diberi limpahan kasih sayang dan kehangatan sebuah keluarga yang tak pernah dia rasakan dari keluarganya sendiri.
Alvan di perlakukan sama dan tak pernah di beda-bedakan dengan para anak Arya dan Shanum yang lain.
Alvan tetaplah Alvan Arsha Narendra...putra pertama Arya Narendra dan Shanum Narendra...yang di gadang-gadang akan menjadi pewaris perusahaan keluarga Narendra yaitu NRD grup.
Setelah siap dengan segalanya Alvan pun bergegas menuju mobil mewah miliknya yang sangat jarang sekali di pakai olehnya untuk menuju ke mension keluarga Regantara.
__ADS_1
*****
Di kediaman Regantara sudah sangat ramai sekali para tamu yang hadir mulai dari para pejabat juga para pengusaha termasuk orangtua Kinara dan orangtua Panji.
Acara inti pun telah selesai jadi acarapun di lanjutkan dengan cara ramah tamah serta jamuan makan.
Bahkan saat ini Arya sedang mengobrol dengan Samudra juga tuan Regantara serta tuan besar Narendra dan ada juga papa Kinara dan papa Panji di situ sedangkan para istri berada tak jauh dari mereka para suami.
Tap
Tap
Tap
''Wa'alaikumsalam.''
''Akhirnya datang juga.''seru Samudra begitu mengetahui siapa yang baru saja datang dan mengucap salam.''Sang pangeran sudah turun gunung.''ledeknya.''Wah ada apa ini...''godanya lagi namun hanya di balas dengan sebuah senyuman oleh Alvan.
Deg
__ADS_1
Tatapan papa Kinara tak lepas dari pemuda yang baru saja sang itu...bahkan beberapa kali dia sempat mengerjap-kerjapkan matanya karena sedikit merasa tak percaya dengan apa yang dilihatnya....sosok pemuda yang pernah di hinanya...kaget serta terkejut itulah yang dia rasakan saat ini.
''Maaf kakek...Alvan datang terlambat.''ucap Alvan sambil berjalan dan menyalami dengan takzim tuan besar Regantara.
Para wanita pun berjalan menghampiri para suami mereka begitu mengetahui siapa yang datang.
''Selamat anniversary kakek...nenek.''ucap Alvan.
''Terimakasih sayang.''kata nyonya Regantara yang saat ini sudah berada di samping sang suami.
''Ehem...''tuan Prakoso berdehem kecil.
''Eh sini sayang kenalin ini adalah tuan Prakoso dan Atmaja.''perkenal tuan besar Regantara.''Dan tuan-tuan perkenalkan ini adalah Alvan.''katanya lagi memperkenalkan Alvan.''Alvan ini sudah saya anggap seperti cucu saya sendiri dan Alvan ini adalah putra sulung dari tuan Arya Narendra dan nyonya Shanum.''jelasnya.
Dan hal itu tambah membuat tuan Atmaja terkejut...bagaimana tidak pemuda yang selama ini di hina dan direndahkannya karena tidak pantas bersanding dengan putrinya ternyata adalah putra sulung dari seorang pengusaha yang sangat berpengaruh di dunia bisnis.
''Kirain Abang gak datang?''tanya Shanum.
''Datang dong mom...kan tadi sudah bilang.''jawab Alvan.
__ADS_1
''Berani tidak datang lagi...lihat saja apa yang bakal Buna lakuin ke kamu bang.''sahut Aurora yang membuat Alvan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.