Pesona Tersembunyi Sang Tuan Muda

Pesona Tersembunyi Sang Tuan Muda
122.Bab 122


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


*****


''Cih anak sama bapak sama saja.''kesal Aurora.''Sama-sama dingin.''sungutnya.


''Kamu gak kesekolah?kok gak pakek seragam.''tanya Arya dengan mata memincing melihat sang adik.


''Enggak...kan tinggal nunggu kelulusan saja.''jawabnya.


''Kamu serius tetap mau kuliah dengan jurusan yang kamu katakan waktu itu?''tanya Shanum.


''Iya kak.''jawab Aurora mantap.


''Gak pengen gitu ganti jurusan?''tanya Shanum.''Ambil bisnis kayak abang sama papi atau ambil kedokteran gitu kayak aku misalnya.''kata Shanum lagi.


''Enggak kak,aku sudah mantap dengan pilihanku.''jawab Aurora.


''Memangnya kamu gak mau ikut andil pegang perusahaan bantuin abang kamu?''tanya Shanum.


''Enggak kak.''jawab Aurora.''Aku gak pernah tertarik dengan perusahaan keluarga kita karena bidangnya bukan fashion aku kak,aku juga ingin membuktikan pada diri aku sendiri kalau aku bisa sukses meretas usahaku sendiri seperti abang.''lanjutnya.


''Ya sudah kalau itu memang pilihan serta keputusan kamu...kakak bisa bilang apa tapi kakak akan selalu mendoakan serta mendukung apapun itu yang terbaik untukmu.''tutur Shanum bijak.


''Terimakasih kak.''ucap Aurora.


''Tapi nanti suatu saat kamu sudah menikah dan suamimu ingin ikut mengelola perusahaan kamu tinggal bilang saja ke abang.''kata Shanum.


''No...enggak kak,kalau nantinya aku punya suami ya dia harus bisa menafkahi aku dan anak kami kelak dengan usaha serta jerih payahnya apapun itu yang penting halal tidak dengan masuk ke perusahaan keluarga kita karena dia seorang laki-laki...suami serta ayah yang harus punya rasa tanggung jawab penuh terhadap anak dan istrinya.''tegas Aurora.


''Sudah-sudah kalian berdua ini kenapa dari tadi ngobrol terus...cepat makan sarapan kamu yank...kamukan harus mempelajari semuanya.''sela Arya karena dia tahu jika istri tercintanya beserta adik tersayangnya jika sudah bertemu dan ngobrol pasti akan lupa waktu.


''Mempelajari apa kak?''tanya Aurora kepo.


''Berkas rumah sakit.''jawab Shanum.


''Kok kakak harus pelajari berkas rumah sakit?''tanya Aurora lagi.


''Nanti papi kasih tahu sekarang kamu cepat selesaikan makannya lalu bantu jagain twins.''potong papi Alan.

__ADS_1


*****


Hari berganti...bulan pun berganti dan tahun demi tahun berlalu tak terasa sudah lima tahun berlalu sejak Shanum pertama kali di angkat menjadi pemilik rumah sakit ternama.


Kehidupan rumah tangganya pun menjadi semakin harmonis dan tentu saja bertambah seru karena ulah twins yang selalu ada saja mengingat mereka sedang aktif-aktifnya.


''Mommy...mommy...''seru si bungsu saat turun mencari keberadaan sang mommy.


''Kakek mommynya Alexa mana?''tanyanya pada pak Nuh yang sedang mengawasi para maid menjalankan pekerjaannya.


''Nyonya sedang berada di dapur nona muda.''jawab pak Nuh.


''Terimakasih kakek.''ucapnya kemudian melangkahkan kakinya menuju dimana mommy tersayangnya berada.


''Mommy...mom...mommy.''serunya.


''Ya ampun adek jangan teriak-teriak kayak gitu.''sahut Shanum.''Kenapa pagi-pagi sudah teriak-teriak hem?''tanya Shanum yang sudah berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan tinggi sang putri.


''Hehehe...mau minta di kepang sama mommy.''jawabnya.''Boleh?''tanyanya dengan manja.


''Tentu saja boleh dong sayang.''jawab Shanum.''Bik tolong selesai sisanya ya...''kata Shanum pada maid yang ada di dapur.


''Baik nyonya.''jawab mereka serentak.


*****


Setelah selesai membantu putrinya bersiap Shanum melangkah ke kamar putra-putranya,dia ke kamar Axel dahulu baru ke kamar alvan hanya untuk mengecek apakah para buah hatinya itu selesai bersiap dan meminta mereka untuk turun ke bawah.


Begitu urusan dengan anak-anak selesai barulah dia ke kamarnya untuk mengurus sang suami sekaligus dia bersiap.


Cklek


''Kok sepi.''gumam Shanum begitu memasuki kamarnya.


''Oh sedang mandi.''gumamnya lagi saat mendengar suara gemericik air di kamar mandi,kemudian dia menuju ke walk in closed untuk menyiapkan segala keperluan sang suami dan dirinya.


Grep


Saat dia sedang meletakkan tasnya di dekat pakaian yang akan dia kenakan tiba-tiba ada sepasang lengan kekar yang memeluknya erat dari arah belakang yang tentu saja dia tau itu ulah siapa.

__ADS_1


''Sayang.''bisik Arya tepat di sebelah telinganya.


Tak berselang lama Arya pun membalik tubuh wanita yang sudah menemaninya beberapa tahun ini.


Cup


''Morning kiss.''ucap Arya setelah menyambar bibir ranum Shanum dengan memberikan sedikit l***tan disana.


''Aku mandi dulu by.''ucap Shanum begitu pa***tan mereka terlepas.


*****


Lagi-lagi begitu sang istri memakaikan dasi untuknya Arya tidak pernah menyia-nyiakan kesempatan untuk meraih pinggang sang istri dan menariknya menempel ke tubuhnya sendiri karena begitu selesai dia akan terus bermain di bibir yang sudah menjadi candunya selama beberapa tahun ini...selalu dengan alasan untuk memberikannya semangat karena seharian harus berhadapan dengan banyak berkas yang sering kali membuatnya penat.


''Sudah ah by,kasihan anak-anak sudah nunggu lo.''cegah Shanum saat sang suami ingin melakukan aksinya lagi setelah mereka sama-sama meraup oksigen untuk mengisi rongga paru-parunya.''Ayok kita turun sekarang.''ajaknya...mau tak maupun dia harus mengikuti ajakan sang istri.


Tap


Tap


Tap


''Daddy.''seru Alexa sambil berlari ke arah ayahnya sambil merentangkan kedua tangannya.''Selamat pagi daddy.''ucapnya setelah berada di gendongan Arya.


''Selamat pagi princessnya daddy.''ucap Arya setelah mencium sang putri.


''Selamat pagi dad.''ucap Alvan dan Axel bersamaan.


''Selamat pagi.''balas Arya.


''Alexa duduk di kursi kamu nak,kita akan memulai untuk sarapan.''perintah Shanum.


''Baik mom.''jawabnya.


''Mbak tolong bekalnya masukin kedalam tas anak-anak.''kata Shanum menginterupsi sambil meletakan bekal untuk sang suami di dalam paper bag.


''Baik nyonya.''jawabnya.''Sudah nyonya.''ucapnya setelah selesai mengerjakan tugas yang diberikan oleh nyonya rumah.


''Terimakasih ya.''ucap Shanum.''Mbak dan lainnya silahkan sarapan terlebih dahulu.''katanya lagi...memang kalau dia serta keluarga kecilnya sarapan maka para pekerja juga harus sarapan karena dia tidak mau kalau sampai para pekerjanya sakit karena telat untuk hanya sekedar mengisi perut mereka.

__ADS_1


Setiap hari Arya beserta istri dan ketiga buah hatinya selalu berangkat bersama karena jalan yang mereka lalui memang searah hanya kalau pulang mereka akan di jemput sendiri-sendiri karena memang tidak sama jam kepulangannya,pertama dia akan mengantar anak-anaknya terlebih dahulu karena mereka satu sekolah yaitu di sekolah milik Arya walau mereka beda tingkat...abang Alvan yang saat ini sudah kelas 2 SLTP sedangkan Axel dan Alexa masih di taman kanak-kanak kelas nol besar,begitu urusan dengan anak-anak selesai maka baru mengantarkan sang istri ke rumah sakit dan terakhir barulah dia menuju ke perusahaan.


Mungkin terbilang ribet atau repot tapi bagi Arya dan Shanum hal-hal seperti ini merupakan sebuah momen berharga yang nantinya akan sangat mereka rindukan saat para buah hatinya beranjak dewasa dan memiliki kehidupan masing-masing.


__ADS_2