Pesona Tersembunyi Sang Tuan Muda

Pesona Tersembunyi Sang Tuan Muda
142.Bab 142


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


*****


Cinta hadir tanpa di duga...cinta hadir tanpa di rencana...cinta akan datang sendiri sesuai takdirnya...cinta tidak dapat di pilih tapi cinta sendirilah yang akan memilih di hati mana dia akan bertahta...(aduh enggak banget ya kata-kata aku...maaf soalnya aku bukan tipe yang romantis dan pandai berkata-kata manis🙏😊✌️).


Sejak pertemuan dengan orang tua Samudra di rumah sakit kemarin...Aurora sering belajar memasak bahkan saat Shanum membuat sarapan,bekal dan makan malam dia selalu ikut membantu.


Dia benar-benar ingin menjadi istri...menantu juga nantinya seorang ibu idaman buat suami,mertua serta anak-anaknya kelak seperti sang kakak ipar.


Setiap hari di sajikan dengan keharmonisan,keromantisan,perhatian serta kehangatan sebuah rumah tangga membuatnya memimpikan rumah tangga yang dilakoni seperti abang dan kakak iparnya.


Aurora banyak mendengar bahwa jika seorang wanita yang sudah menikah bekerja maka kalau tidak kariernya yang turun ya rumah tangganya yang gak harmonis karena kesibukan masing-masing tapi dengan melihat kehidupan rumah tangga yang di jalani oleh abang serta kakak iparnya ini seolah-olah dapat mematahkan persepsi itu semua...kehidupan karier dan rumah tangga kakak iparnya berjalan seimbang...karier sukses...rumah tangga pun demikian...di tambah dengan kehadiran ketiga buah hatinya pun tak membuat sang kakak ipar melupakan tugasnya sebagai istri bukan hanya sebagai ibu...dan hal itu semakin menambah kekaguman Aurora pada sang kakak ipar.


''Heum roman-romannya lagi ada yang gencar belajar masak nih...''goda Arya saat menghampiri dua wanita yang sangat berarti di hidupnya.


''Ih abang kalau mau romantis-romantisan jangan di sini dong...bikin iri tau.''sungut Aurora yang melihat sang abang sudah memeluk kakak iparnya dari belakang dengan tangan yang sudah melingkar di perut kakak iparnya dan jangan di lupakan juga dengan dagu yang sudah di tumpukannya di bahu sang istri.


''Makanya cepet nikah biar gak iri.''ujar Arya.


''Ih kakak...abang resek tu...''adu Aurora.


''Papi mana by?''tanya Shanum agar sang suami tidak terus menggoda adiknya.


''Tu lagi sama anak-anak liat mang Ujang bersihin kolam ikan.''jawab arya yang masih setia dengan pelukan eratnya.''Bunda sama yang lainnya jadi kesini yank?''tanya Arya kemudian.


''Jadi donk.''jawab Shanum.

__ADS_1


''Kamu gak jalan sama Samudra dek?''tanya Arya.


''Enggak.''sahut Aurora cepat.


''Loh kenapa?''tanya Arya heran...kan bisanya kalau orang yang baru-baru jadian itu masih pada suka keluar untuk kencan berdua...nah ini kenapa adiknya enggak...


''Karena nanti Samudra kesini kumpul bareng sama kita.''bukan Aurora yang menjawab melainkan Shanum.


''Oh...kirain lagi berantem atau ada masalah...''kata Arya.


''Ya enggak dong by kan masih baru jadian jadi masih anget-angetnya...masih sayang-sayangnya...''sahut Shanum sambil menggoda sang ipar.


Sekedar informasi kalau sebulan itu kan ada empat minggu jadi biasanya minggu pertama itu mereka semua kumpul di rumah Satria yang kebetulan rumah ayah Bayu dan bunda Sinta juga terus minggu kedua itu di rumahnya Lila baru minggu ke tiga di rumah Arya dan Shanum,nah kalau minggu ke empat itu biasanya mereka liburan sendiri-sendiri karena gak ada jadwal mau mingguan di rumah siapa...mungkin nanti setelah Aurora menikah maka minggu ke empat mereka akan berkumpul di sana.


Kalau ada yang tanya kenapa gak ada agenda ngumpul di rumah papi Alan itu karena papi Alan sekarang lebih banyak tinggal di rumah Arya sama seperti Aurora bahkan rencananya setelah Aurora menikah papi Alan akan benar-benar pindah ke rumah Arya karena permintaan putra dan menantunya dengan alasan agar dia tidak kesepian dan bisa lebih dekat dengan ketiga cucunya.


''Bang...''seru Aurora.


''Mendingan abang keluar deh.''sahutnya.''Aku lagi belajar masak ni...''sungutnya.


''Belajar tinggal belajar kok...apa hubungannya dengan abang di sini.''ujar Arya.


''Ih gak peka banget sih.''kesal Aurora.''Kalau abang kayak gitu bikin aku gak konsentrasi tau...''sungutnya lagi.


''Mau belajar masak tapi di suguhi dengan adegan live romantis mana bisa konsentrasi...yang ada bikin ngiri.''gerutu Aurora yang membuat Arya terkekeh dan Shanum tersenyum simpul.


''Iya...iya...abang keluar sekarang.''jawab Arya lalu mengecup sekilas pipi sang istri dari samping dan meninggalkan mereka berdua.

__ADS_1


*****


''Kakak sama abang...makin kesini...makin hari tambah sweet deh...''kata Aurora yang membuat Shanum tersenyum menanggapi celotehan adik iparnya itu.


''Kak...''panggil Aurora.


''Hem.''jawab Shanum.


''Aku pernah denger kata orang ni ya kak...katanya sebuah hubungan itu semakin lama akan semakin membosankan...menjenuhkan yang memicu sebuah pertengkaran dan berakhir dengan berakhirnya sebuah hubungan...''kata Aurora.


''Tidak semuanya seperti itu dek...contohnya orang tua kakak tetap bertahan sampai sekarang...setiap hubungan harus mempunya pondasi...dan kamu tau pondasinya apa?''kata Shanum.


''Cinta...bener gak kak...''jawab Aurora.


''Bukan tapi sebuah komitmen...cinta bisa luntur tapi selama mempunyai komitmen yang kuat di pernikahan kalian insyaallah hubungan akan tetap bertahan...dan jika hubungan kalian sudah berada di titik terendah ingatlah bagaimana awal perjuangan cinta kalian sampai ketahap ini...ingatlah suka duka yang kalian sudah lalui bersama.''jawab Sifa.


''Gitu ya kak...''sahut Aurora sambil mencerna semua kata-kata kakak iparnya.


''Dan ingat dek ini bukan hanya buat kamu tapi juga untuk Samudra...jika kalian bersitegang karena ada masalah...jangan di lanjutkan dengan berujung pertengkaran lebih baik salah satu dari kalian menghindar sebentar untuk saling introspeksi dan sekedar meredam emosi...baru setelah emosi kalian terkontrol kalian bisa membicarakannya dengan baik-baik dan kalau bisa jangan saling meninggikan suara...jangan pernah mengungkit-ungkit hal yang pernah terjadi...paham.''tutur Shanum lagi.


''Paham kak...''jawab Aurora.''Terimakasih atas ilmunya kakakku tersayang.''ucapnya lagi.


''Jangan lupakan perhatian juga sangat penting...sekecil apa pun yang kita berikan atau kita dapat itu akan sangat besar pengaruhnya...jangan sampai dia merasa terabaikan jangan pernah membanding-bandingkan dengan orang lain.'lanjut Shanum.


''Seperti yang selama ini kakak lakukan ke abang kan...''kata Aurora.


''Bener banget...''kata Shanum.''Sesibuk-sibuknya kami berdua...kami selalu bertukar pesan walau hanya sekedar mengingatkan untuk makan siang...itu contohnya.''timpal Shanum lagi.

__ADS_1


''Iya kak akan aku inget semua...aku juga ingin mempunyai rumah tangga seperti kakak dan abang...aku juga ingin menjadi istri yang seperti kakak.''kata Aurora.


''Kakak yakin hubungan kalian mungkin akan lebih dari kakak dan abang.''kata Shanum.


__ADS_2