
❤️ Happy Reading ❤️
*****
Nona muda dari keluarga Hartono keluar dari perusahaan Arya Narendra dengan perasaan kesal dan amarah yang semakin membuncah setelah di tolak serta di usir dari perusahaan itu.
Dengan perasaan jengkel yang membuncah diapun memasuki mobilnya.
Brak
Sangking jengkelnya sampai pintu mobil yang tak bersalah pun menjadi sasaran sang nona muda.
''Br*****k.''umpatnya.
''Memang dia pikir dia itu siapa...berani-beraninya menolak nona muda dari keluarga Hartono.''kesalnya sambil memukul setir mobil miliknya.
Setelah sedikit puas meluapkan emosinya yang disertai dengan umpatan serta sumpah serapah akhirnya dia memutuskan untuk keluar dari pelataran perusahaan megah tersebut dan mencari tempat untuk meredam amarahnya serta mencari cara untuk membalas tuan muda dari keluarga Narendra itu.
*****
''Ar.''panggil Henry.
''Hem.''sahutnya dengan tangan yang memijat pelipisnya.
''Kenapa?kok kamu kayaknya marah banget tu sama nona muda keluarga Hartono.''tanyanya.
''Gila aja tuh cewek...di kira aku tertarik apa sama tubuhnya itu...''gerutunya.
''Eh...maksudnya gimana tuh...?''tanyanya penasaran.
Arya pun menyodorkan laptopnya pada Henry.
''Lihat aja sendiri di rekaman cctv...''katanya.
''Oh wow mau menggoda ni ceritanya tuh cewek...''kata Henry.''Aku bener- gak nyangka kalau ternyata nona muda keluarga Hartono se murahan ini.''kata Henry lagi.
''J****g tepatnya.''sahut Arya.
''Ya udah deh aku balik ke ruangan aku.''pamitnya.
''Hem.''jawab Arya singkat.
*****
Waktu sudah menunjukkan pukul 3.00,sebentar lagi waktunya Shanum pulang dari rumah sakit jadi dia memutuskan untuk membereskan pekerjaannya.
Dret...dret...dret...
''Telpon dari rumah.''gumamnya setelah melihat nomor siapa yang menelponnya.
📱''Halo assalamualaikum.''ucapnya setelah menggeser ikon warna hijau.
__ADS_1
📱''Wa'alaikumsalam.''jawab yang di sebrang sana.''Mom,abang sama adek-adek mau ijin berangkat ke tempat latihan ya...''ucapnya lagi.
📱''Iya sayang.''jawab Shanum.''Hati-hati ya bang...mommy titip adek-adek kamu.''lanjutnya.
📱''Iya mom,assalamualaikum.''ucapnya.
📱''Wa'alaikumsalam.''jawab Shanum dan sambungan telepon pun terputus.
Hari ini twins ikut si abang ke tempat latihan,mereka ingin ikut belajar beladiri yang sama dengan si abang yang saat ini sudah memegang sabuk merah strip dua hanya nunggu umur genap 17 tahun baru bisa mengambil sabuk Dan atau sabuk hitam,bahkan daddy mereka pun juga ikut latihan beladiri itu dulunya...
Setelah sang putra sulung yang menelpon...pasangan halalnya pun juga menelponnya memberi tahu bahwa dia akan pulang sedikit terlambat karena banyaknya pekerjaan yang harus dia selesaikan.
*****
''Princess jangan lari-lari.''seru Alvan saat sang adik sudah berada sedikit jauh di depannya karena begitu keluar dari mobil Alexa berjalan mendahului sang abang dan kembarannya.
Princess dari keluarga Narendra itu sudah tidak sabar ingin mengikuti pelajaran pertamanya latihan taekwondo.
Ternya dari ujung jalan ada seseorang yang memperhatikan ketiga bocah itu.
''Pucuk di cinta ulam pun tiba.''gumamnya dengan senyuman smirk tercetak di bibirnya.
''Gara-gara kalian keluargaku dalam masalah,terutama kamu gadis kecil...''katanya lagi.''Kalian harus mendapatkan balasan dariku.''lanjutnya lalu melajukan mobilnya ke arah anak-anak Arya Narendra...terutama Alexa yang menjadi sasaran utamanya.
''Alexa awas!''seru Alvan dan Axel yang melihat ada mobil dengan kecepatan tinggi menuju arah princess mereka,tapi yang di peringatkan malah menghentikan langkahnya dan menoleh kebelakang menghadap ke kedua saudaranya.
Bruk
Brak
Ya begitu melihat mobil semakin mendekat ke arah Alexa si abang Al berlari lalu mendorong sang adik alhasil dialah yang tertabrak dan tak sadarkan diri sedangkan Alexa hanya lecet di lutut serta sikunya akibat di dorong sang abang.
''Tuan muda.''seru sang supir yang menghampiri ketiga anak itu setelah mendengar teriakan dari si kembar,juga ada beberapa orang lagi yang menghampiri mereka termasuk pelatih Al.
''Ayo bawa ke rumah sakit.''kata salah satu dari mereka.
''Biar saya saja,tolong bantu angkat tuan muda saya ke mobil.''kata sang supir.
Ditempat lain Shanum yang baru saja sampai rumah merasakan sesuatu yang tidak enak di hatinya,tiba-tiba dia merasakan sebuah ke khawatiran dan hatinya mendadak sedih sampai serasa ingin menumpahkan air matanya karena sesak.
''Ada apa ini?''gumamnya.''Ah mungkin hanya perasaanku saja sekarang lebih baik aku mandi dan sholat agar pikiran aku lebih fresh dan hati aku sedikit tenang.''gumamnya lagi berusaha menepis segala rasa dan pikiran buruknya.
Di perusahaan pun Arya tiba-tiba merasakan hal yang sama...hatinya gelisah tak menentu.
Dret...dret...dret...
📱''Halo.''jawabnya begitu ponselnya ada panggilan masuk.
📱''....''
📱''Apa?''tanyanya kaget dan tak terasa ada buliran bening yang menetes dari mata elangnya.
__ADS_1
📱''....''
📱''Urus wanita itu,nanti aku sendiri yang akan menentukan apa yang pantas di dapatkan.''katanya dengan marah.
📱''....''
Arya memang menarik semua bodyguard yang mengawal istri dan anak-anaknya karena rengekan mereka yang merasa tidak nyaman tapi bukan Tuan Muda Arya Narendra namanya kalau tidak menempatkan pengawal bayangan yang bertebaran di sekitar mereka berempat.
Brak
Arya membuka dengan kasar pintu ruangan Henry sampai si empunya yang sedang konsen memeriksa berkas terjingkat kaget.
''Hen,batalkan semua meeting.''ucapnya dengan nafas yang memburu.
''Hah.''kata Henry yang belum sepenuhnya sadar dengan ke kagetanya.
''Batalkan semua meeting dan kamu ikut aku sekarang.''seru Arya.
''Kemana Ar?''tanyanya.
''Kita kerumah sakit...Alvan tertabrak mobil.''jawabnya.
''Kok bisa?''tanya Henry lagi.
''Sudah jangan banyak nanya...ayo sekarang kita berangkat nanti aku jelasin di mobil.''kata Arya lalu berjalan keluar bahkan setengah berlari di ikuti Henry di belakangnya.
*****
''Siapa yang nglakuin Ar?''tanya Henry saat mereka berjalan menuju rumah sakit.
''Cindy Hartono.''jawab Arya dengan geram.
''Shanum...Shanum sudah tau Ar?''tanya Henry lagi.
''Belum.''jawabnya.''Tapi aku sudah menghubungi Aurora agar menjemput dan membawa Shanum ke rumah sakit karena aku tau dia pasti akan sangat syok mendengar kabar ini.''tuturnya.
Dan benar saja seperti dugaan Arya begitu Aurora memberi tahu Shanum,sang kakak iparnya itu langsung menangis histeris dan tak sadarkan diri.
''Huft...''Arya menghela nafasnya begitu membuka pesan dari sang adik.
''Kenapa Ar?''tanya Henry.
''Shanum pingsang di rumah begitu tau Alvan kecelakaan.''jawabnya.''Ayo Hen...''ajak Arya begitu mobil berhenti di depan lobi rumah sakit AN hospital.
*****
''Tuan muda.''sapa dua orang pengawal dan supir yang berjaga di depan pintu ruangan Alvan.
''Hem.''jawab Arya lalu meraih handle pintu.
Cklek
__ADS_1
''Daddy...''panggil twins yang sedang duduk di sofa saat melihat daddynya masuk.