
❤️ Happy Reading ❤️
*****
Siang ini Shanum,Lila,Aurora dan di tambah lagi dengan Angel sedang makan siang bersama di salah satu restoran dan tentu saja semua itu di pelopori oleh Lila yang minta pajak jadian dari Aurora.
''Cie yang udah gak jomblo...''ledek Lila pada Aurora.
''Kak Lila ih...ngledek terus deh dari tadi.''sungut Aurora.
''Gimana Ra rasanya tiba-tiba jadian sama cowok cool,tampan dan mapan lagi?''tanya Angel.
''Gimana ya kak?''kata Aurora.''Bingung mau mendeskripsikan rasanya...''jawab Aurora.
''Hahaha nano-nano dong Ra rasanya.''ujar Lila.
''Bener banget kak...aku juga gak nyangka bakal jadian sama dia.''kata Aurora.
''Terus apa yang bikin kamu yakin buat nerima dia?''tanya Angel.
''Ya dia serius poin pentingnya...dia langsung minta ijin sama abang dan kakak.''jawab Aurora.
''Gentel juga ya dia berani ngomong langsung sama bang Arya yang notabene adalah atasannya..''puji Angel.
''Aku juga gak nyangka si kak...''sahut Aurora.
''Balik yuk...''kata Shanum.''Jam istirahat udah mau abis ni...''lanjutnya.
Akhirnya mereka berempat bubar dan menuju tepat kerja masing-masing...Angel kembali kesekolah,Aurora mau pergi ke butiknya sedangkan Shanum dan Lila kembali ke rumah sakit.
*****
Dret...dret...dret...
''Kak Samudra.''kata Aurora begitu melihat siapa orang yang menghubunginya.''Ada apa ya...''gumamnya.
''Ehem...hal..halo...assalamualaikum kak.''sapa Aurora begitu menggeser ikon hijau di layar ponselnya.
Aurora sangat gugup mengangkat sambungan telepon dari Samudra karena ini adalah kali pertama Samudra menghubunginya via telpon setelah mereka berdua jadian semalam.
''Wa'alaikumsalam Ra.''jawab Samudra.''Kamu di mana sekarang Ra?''tanyanya.
''Ini lagi di parkiran restoran xx kak....habis makan siang sama kakak ipar.''jawab Aurora.
''Yang gak jauh dari rumah sakit bukan?''tanya Samudra.
''Iyq bener kak.''jawab Aurora.''Ada apa ya kak?''tanyanya.
''Memangnya harus ada apa-apanya ya kalau mau telvon pacar?''godanya.
''Ya enggak gitu sih kak...''kata Aurora yang sudah salah tingkah.
__ADS_1
''Ehm kamu ada acara gak siang ini?''tanya Samudra lagi.
''Gak sih kak ini cuma mau ke butik aja.''jawabnya.
''Bisa gak mampir dulu kerumah sakit Ra...''pintanya.''Mama pengen ketemu sama kamu katanya.''lanjutnya.
''Ya udah aku kesana kak.''sahut Aurora.
''Kakak jemput ya...''tawarnya.''Ni kakak juga ada di rumah sakit.''sambungnya lagi.
''Gak usah kak...kita ketemu di sana aja.''tolak Aurora.''Aku bawa mobil kok kak.''ujarnya.
''Ya sudah...hati-hati ya jangan ngebut-ngebut.''peringat Samudra.
''Iya...assalamualaikum.''
''Wa'alaikumsalam.''
Setelah sambungan telepon terputus...Aurora bergegas masuk kedalam mobilnya dan langsung meluncur ke rumah sakit sesuai permintaan sang kekasih.
*****
Ketika di lobi rumah sakit Aurora gak sengaja ketemu dengan Shanum dan Lila yang kebetulan juga masih berada di lobi.
''Kak...''panggil Aurora.
''Lo dek kok kamu ke sini?''tanya Shanum.''Kalau tau kesini kan tadi bisa bareng.''lanjutnya.
''Cie yang mau ketemu calon mertua...''ledek Lila yang membuat Aurora tersipu malu.
''Aku duluan ya kak...''kata Aurora.
''Ya udah sana...dan sampaikan salam kakak sama orangtua Samudra ya...''kata Shanum.
''Iya kak.''sahutnya lalu meninggalkan Shanum dan Lila.
*****
Tok...tok...tok...
''Masuk.''
Cklek
''Assalamualaikum.''
''Wa'alaikumsalam.''
''Selamat siang ma...kak.''sapa Aurora.
''Sayang...''panggil mama Samudra.
__ADS_1
Cklek
''Oh ada Aurora rupanya...''kata papa Samudra yang baru keluar dari kamar mandi.''Sudah lama Ra?''tanyanya.
''Belum kok om baru saja nyampek.''jawab Aurora.
''Kok om panggil papa juga dong seperti manggil mamanya Samudra.''kata papa Samudra ramah.
''Baik om...eh papa.''sahut Aurora.
''Duduk sini sayang...''kata mama Samudra meminta Aurora duduk di kursi yang ada di dekatnya.
''Sudah makan siang belum sayang?''tanyanya lembut begitu Aurora di dekatnya.
''Sudah ma tadi bareng sama kak Shanum.''jawab Aurora sopan.
''Kegiatan kamu sekarang apa Ra?''tanya papa Samudra.
''Ngampus aja sih pa...''jawab Aurora.
''Aurora lagi menempuh pendidikan S2nya pa.''sahut Samudra.
''Benarkah?''tanya papa.''Ambil jurusan apa...bisnis juga?''tanyanya lagi.
''Oh bukan om.''jawab Aurora.
''Aurora itu desainer pa...dia juga sudah punya butik sendiri dan sebagian besar yang di jual dari rancangannya sendiri.''sahut samudra lagi membantu sang kekasih menjawab pertanyaan sang papa.
''Oh ya...boleh dong kapan-kapan mama di buatin baju...''selorohnya.
''Tentu saja ma.''jawab Aurora.
''Kenapa yang ambil bisnis dan ikut mengelola perusahaan papimu?''tanya papa Samudra sedikit heran.''Kasihan juga kakak kamu harus mengurus dua perusahaan besar...''lanjutnya.
''Saya ingin seperti abang yang punya usaha sendiri selain usaha milik keluarga...sama halnya abang yang mendirikan AN grup...saya juga ingin mendirikan APN butik dan mengembangkannya...saya juga gak begitu tertarik pa karena bidang usahanya bukan bidang saya.''jelas Aurora.''Lagian NRD itu memang perusahaan keluarga tapi saham mayoritas adalah milik bang Arya...''lanjutnya.
''Saham mayoritas...kok bisa?''tanya papa Samudra lagi.Walaupun dia berteman dengan papi Alan tapi karena kesibukan masing-masing membuat mereka jarang atau bahkan hampir gak pernah bertemu belakangan ini.
''Ya selain saham yang di bagi dari keluarga...bang Arya juga membeli saham dari beberapa pemegang saham yang menjual sahamnya.''tutur Aurora.''Lebih dari 50% saham NRD milik abang.''sambungnya.
''Papa itu benar-benar salut dan kagum dengan abang kamu itu...''puji papa Samudra.''Dengan usia yang masih muda tapi sudah mempunyai usaha yang gemilang bahkan nama dan juga perusahaannya sangat di perhitungkan di dunia bisnis.''katanya lagi.
''Iya pa dan beruntungnya dia di bantu oleh orang-orang yang berkompeten seperti kak Henry dan kak Samudra...juga di dampingi oleh seorang istri yang hebat seperti kak Shanum yang selalu setia di sampingnya apapun yang terjadi...satu-satunya orang yang langsung bisa meredam emosinya saat amarahnya membuncah...''puji Aurora pada kakak iparnya.''Dan bahkan beberapa tahun ini kak Shanum ikut membantu meringankan pekerjaan abang dengan mengambil alih serta mengelola rumah sakit-rumah sakit milik abang.''tuturnya lagi.
''Kak Shanum itu tu bener-bener sosok yang hebat banget di mata aku.''kagum Samudra.
''Memang seperti apa sosok kakak ipar kamu itu sayang...mama kok jadi ikut penasaran.''kata mama.
''Kak Shanum itu sudah cantik,baik,ramah,sopan dengan semua orang...juga pekerja keras tapi tidak pernah melupakan bahkan mengabaikan tugasnya sebagai seorang istri,ibu,anak bahkan kakak.''kata Aurora.
''Aku kadang suka ngiri kalau lihat bang Arya...''ujar Samudra.
__ADS_1