Pesona Tersembunyi Sang Tuan Muda

Pesona Tersembunyi Sang Tuan Muda
213.Bab 213


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


*****


Alvan mengendarai motor hitamnya menuju ke taman yang tadi telah di beritahukan sang daddy.


Alvan sedikit mengeryitkan dahinya begitu sampai di taman yang di maksud oleh sang daddy,bagaimana tidak lokasi taman bisa di bilang sepi karena ini bukan hari libur dan juga bukan pagi atau sore hari tapi ini siang bolong...jadi wajar kalau taman itu sepi.


''Ngapain sih Daddy minta aku datang ke sini?''tanya Alvan dalam gumamnya.


Setelah memarkirkan kendaraannya,Alvan mulai masuk berjalan menyusuri taman tersebut...berkeliling dan semakin masuk


dengan pandangan mata menyapu kesegala penjuru.


Kaki Alvan tiba-tiba berhenti begitu melihat sesosok wanita yang sedang duduk di bawah pohon yang rindang...tubuhnya bergetar...sehingga Alvan bisa menyimpulkan bahwa wanita itu sedang menangis.


Satu sosok yang seperti begitu dikenalnya walau hanya melihat dari belakang saja.

__ADS_1


Alvan melangkahkan kakinya pelan...selangkah demi selangkah sampai dia benar-benar tepat berada di belakang wanita itu.


Suara tangisnya serasa memilukan hati...


''Kinara...''panggil Alvan pelan supaya sang empunya yang punya nama tidak kaget.''Ra...''panggilnya lagi.


Kinara yang semula menangis dan mengira panggilan itu hanyalah halusinasinya saja,menoleh seketika ketika namanya di panggil lagi,tapi sebelum itu dia sudah menghapus air matanya dan mencoba menahan tangisnya.


''Ka...kak Al.''sahut Kinara terbata begitu tau siapa yang memanggilnya.


''Oh...eng...enggak ngapa-ngapain kok...iya gak ngapa-ngapain kak.''jawabnya.''Kakak sendiri?''tanya Kinara.


''Lagi nyari seseorang.''jawab Alvan.


''Oh...''beo Kinara.


''Kamu gak nanya atau gak mau tau gitu siapa yang aku cari?''tanya Alvan namun Kinara menggelengkan kepalanya.''Aku lagi nyari seorang gadis yang diam-diam sudah menangis di sini dan berusaha sok tegar...sok kuat di depanku.''sindir Alvan yang tau Ahwa Kinara berusaha menahan tangisnya.''Sini duduk.''ajak Alvan dan duduk di bawah pohon itu juga.

__ADS_1


''Ra lihat aku.''kata Alvan setelah mereka duduk dan Alvan sadar bahwa sejak tadi Kinara berusaha menghindari tatapan matanya.''Tatap mata aku Ra.''kata Alvan lagi sambil menangkup kedua pipi Kinara dengan tangannya dan di hadapkan padanya.


Cairan bening pun jatuh tanpa permisi dari pelupuk mata indah Kinara.


''Aku gak akan tanya kamu kenapa?kamu ada apa?aku gak akan tanya apapun sampai kamu mau cerita sendiri padaku ada apa sebenarnya.''kata Alvan.''Tapi kamu bisa menangis di hadapanku...di pelukanku jika memang itu kamu butuhkan...bisa membuat hatimu sedikit lega.''tuturnya.''Kamu bisa bersandar di bahuku...karena aku akan menopangmu semampuku.''sambungnya.


''Ahaha...aku cengeng ya kak...''kata Kinara.


''Kamu gak cengeng...karena memang terkadang kita perlu untuk menangis agar hati kita terasa lega.''sahut Alvan yang mulai paham juga gadis yang di depannya itu sedang tidak baik-baik saja.


Setelah mendengar kata Alvan sontak saja air mata yang sedari tadi di tahan oleh Kinara mengalir tak terbendung.


Alvan meraih tubuh bergetar itu kedalam pelukannya..bahkan Alvan sampai tak kuasa menahan air matanya yang ikut menetes...hatinya ikut sakit melihat gadisnya menangis.


Bahkan tanpa Alvan sadari Kinara pingsan dalam pelukannya.


''Ra...''panggil Alvan yang merasa tubuh Kinara melemas dan tak terdengar lagi isak tangisnya.

__ADS_1


__ADS_2