
❤️ Happy Reading ❤️
*****
Didalam mobil mewah Arya...
''Ehm...tuan muda kita langsung ke restoran apa mau pergi kemana dulu?''tanya Henry memecah keheningan.
''Langsung saja Hen.''jawab Arya dingin.
''Siapa pria tadi...?tanya Arya tiba-tiba.
''Nona Shanum...jawab pertanyaan saya.''kata Arya tegas dan membuat Shanum kaget.
''Maaf tuan Arya saya tidak tau kalo anda bertanya pada saya...saya kira anda berbicara dengan asisten Henry tuan.''kata Shanum.
''Sekarang anda sudah tau kan kalau saya bertanya pada anda,jadi jawab pertanyaan saya.''kata Arya sambil tetap memandang lurus kedepan.
''I...itu...rekan sejawat saya tuan...namanya dokter Dani...dia dokter spesialis anak.''kata Shanum terbata.
''Tuan muda...tuan muda ternyata anda cemburu melihat kejadian tadi...tidak disangka secepat ini anda sudah menyukai nona Shanum...''batin Henry sambil senyum-senyum mendengarkan apa yang ada di belakangnya.
''Henry...kenapa kamu...mau saya potong gajih kamu.''kata Arya yang mengetahui gelagat sang asisten.
''Ti...tidak tuan muda.''jawab Henry.
''Saya paling tidak suka kalau calon istri saya dekat-dekat dengan pria lain...mengerti.''kata Arya penuh penekanan.
''Em..iy tuan muda.''jawab Shanum.
''Belum juga jadi suami,sudah posesif...menyebalkan...eh atau jangan-jangan dia udah mulai suka sama aku...''batin Shanum sambil senyum-senyum.
''Kenapa kamu?jangan gr ya...aku cuma gak mau aja ada berita aneh-aneh karna itu...karna kamu calon istriku,jadi aku gak mau nama baikku jadi taruhannya.''jelas Arya.
''Iya tuan muda.''jawab Shanum singkat.
''Tuan muda-tuan muda... kalo suka ya bilang aja suka...pakek gengsi segala.''batin Henry sambil geleng-geleng kepala dengan tingkah tuan mudanya.
''Maaf tuan muda kita sudah sampai.''kata Henry memberi tahu.
''Ehm.''dan hanya dijawab deheman oleh Arya.
*****
__ADS_1
Didalam ruang VVIP di restoran.
Tok....tok...tok...
''Masuk.''kata Arya.
''Maaf tuan...saya mau mengantar daftar menu...tuan dan nona mau pesan apa?''tanya seorang pelayan wanita dengan sopan.
''Pilihlah.''kata Arya pada Shanum.
''Saya pesan ini...ehm ini...dan minumnya ini...anda tuan?''kata Shanum.
''Samakan saja.''jawab Arya singkat.
''Yang tadi masing-masing dua porsi y mbak...terimakasih.''ucap Shanum sambil tersenyum.
''Manisnya...cantik.''batin Arya yang sejak tadi memperhatikan Shanum dan Shanum tidak mengetahuinya.
Kalau pada tanya dimana asisten Henry...tentu saja dia berada di ruangan terpisah,karena Arya hanya ingin bicara berdua dengan Shanum.
*****
''Sebenarnya ada apa tuan tiba-tiba mengajak saya untuk bertemu?''tanya Shanum setelah keheningan yang tercipta beberapa saat.
Terdengar suara ketukan pintu saat Arya baru akan mulai buka suara menjawab pertanyaan Shanum.
''Masuk.''jawab Arya.
Ternyata pelayanan yang membawa beberapa hidangan yang mereka pesan dan menyajikannya di atas meja.
''Selamat menikmati tuan dan nona...semoga hidangan kami sesuai dengan selera anda.''kata pelayan itu setelah selesai menyajikan makanan.
''Iya terimakasih.''jawab Shanum.
''Jadi...''kata Shanum yang ingin menanyakan hal tadi tapi sudah keburu disela oleh Arya.
''Makanlah dulu...''sela Arya.
Setelah kata-kata Arya itu,mereka saling diam dan sama menikmati makanan yang ada di depan mereka...yang terdengar hanya suara dentingan sendok dan garpu yang beradu serta bergesekan dengan piring.
*****
Setelah beberapa saat...
__ADS_1
''Jadi ada apa tuan mengajak saya untuk bertemu?''ucap Shanum menanyakan kembali yang dia tanyakan sebelum mereka makan.
''Apa aku tidak boleh menjemput dan bertemu dengan calon istriku sendiri?''dijawab dengan pertanyaan oleh Arya.
''Bu-bukan begitu maksud saya tuan.''jawab Shanum.
''Bisakah kamu memanggilku tanpa kata tuan...''pinta Arya.
''Akan terdengar aneh bila orang-orang mendengar kalau kamu memanggil calon suamimu dengan sebutan tuan.''lanjut Arya lagi.
''Baiklah...apa ada hal yang ingin dibicarakan dengan ku tu...ehm maksudku m...mas Arya?''tanya Shanum gugup,takut Arya tidak suka dia panggil dengan sebutan mas.
''Mas...?''Arya sedikit mengernyitkan dahinya...''tidak terlalu buruk...''kata Arya lagi.
''Aku mau tanya sama kamu...kenapa kamu mau menikah dengan aku?kamu tau sendiri bagaimana keadaan aku...aku tu lumpuh...muka aku jelek sampai harus pakek topeng,apa kamu gak malu nikah sama aku?tanya Arya.
''Ya ampun mas Kok ngomongnya gitu...aku gak malu punya calon suami kamu,yang aku tau....apa pun itu keputusan dari orangtuaku...adalah hal yang paling terbaik untuk hidupku,karna gan ada orang tua yang ingin anaknya menderita...sengsara... mereka pasti ingin yang terbaik untuk anak-anaknya dan ingin melihat anaknya bahagia...''jawab Shanum.
''Apa kamu mau menikah denganku karna harta kekayaanku?tanya Arya lagi.
''Kok pikiran kamu sedangkal itu mas ke aku sama keluarga aku...menurut mas dengan kehidupanku dan keluargaku sekarang ini apa masih kurang berkecukupan?''tanya Shanum balik.
''Mas...aku dan keluargaku sudah sangat bersyukur dan kehidupan kami sudah lebih dari cukup...kedua orangtuaku PNS,aku dokter,Satria punya cafe walau kecil-kecilan...kami sudah mendapatkan yang lebih dari yang kami inginkan.''kata Shanum.
''Kalau aku dan keluargaku gila harta...apa mas pikir dengan aku yang seperti ini dan karirku yang saat ini...aku gak bisa dapet pria yang sempurna...yang juga kaya...?''jelas Shanum.
''Ehm...kamu bener Sha...kamu cantik... body kamu bagus...mandiri...karir kamu oke...gak susah buat kami dapetin cowok yang lebih dari aku.''kata Arya.
''Aku minta maaf ya Sha kalo omongan aku jadi menyinggung perasaan kamu...aku gak bermaksud...aku cuma takut kali ternyata kamu kaya perempuan-perempuan yang selama ini dekati aku...karena mereka cuma mau manfaatin aku aja.''lanjut Arya sendu.
''Iya mas...aku gak papa kok...aku bisa ngerti.''kata Shanum.
''Terimakasih...''ucap Arya sambil menggenggam salah satu tangan Shanum yang berada di atas meja dan Shanum tersenyum menanggapinya.
''Oiya Sha apa kamu udah bener-bener yakin mau nikah sama aku dengan segala kekuranganku?''tanya Arya.
''Iya mas...aku udah berusaha buat menetapkan hati aku untuk bisa menerima perjodohan ini... menerima mas Arya.''jawab Shanum.
''Baiklah,mulai sekarang kita berdua coba untuk saling membuka hati... menerima satu sama lain dengan segala kekurangan dan kelebihan masing-masing...''kata Arya mantap.
''Siap pak bos...''jawab Shanum dengan senyumnya...dan Arya pun ikut tersenyum mendengar jawaban dari Shanum.
''Sha kamu jangan nyesel lo...soalnya apa yang udah jadi milik aku gak bakal pernah aku lepasin...dan bagiku menikah cuma 1x...ingat itu.''tegas Arya dan jawab anggukan oleh Shanum.
__ADS_1