
❤️ Happy Reading ❤️
*****
''Maaf ya kak...kakak jadi harus ketemu sama papa.''lirih Kinara saat mereka sedang berjalan masuk.
''Iya gak apa-apa.''sahut Alvan tenang.
''Assalamualaikum.''salam Alvan dan Kinara begitu masuk melewati pintu utama.
''Wa'alaikumsalam.''jawab yana ada di dalam.
''Masuk.''seru papa Kinara.
''Selamat malam pak, bu'.''sapa Alvan sopan kepada kedua orang tua Kinara.
''Malam.''sahut wanita yang menyandang status mama Kinara.
''Duduk.''kata papa Kinara lagi dengan nada datar dan dingin.
''Nama kamu siapa?''tanya papa Kinara.
''Alvan pak.''jawab Alvan yang masih dengan tenangnya.
''Kamu siapanya putri saya?''kok bisa kamu nganter pulang putri saya...''tanyanya lagi.
__ADS_1
''Saya temannya pak,kami satu kampus namun beda fakultas.''jawab Alvan jujur.
''Orangtua kamu kerjaannya apa?''tanya papa Kinara lagi.
Kalau boleh jujur sebenarnya Kinara tidak suka dengan sikap papanya ini karena terkesan seperti sedang mengintrogasi.
''Ayah saya hanya bekerja jual beli.''jawab Alvan.
''Oh hanya seorang anak pedagang rupanya.''kata papa Kinara meremehkan.
Alvan tidak berbohong dengan ucapannya hanya saja papa Kinara salah menafsirkan.
Usaha Arya kan memang ada yang di bidang properti juga punya mall tempat jual beli.
''Pa...''tegur Kinara.
''Apa Kinara...kamu mau membela laki-laki ini yang statusnya jauh di bawah kita.''seru papa Kinara.''Dan kamu...asal kamu tau bahwa putri saya Kinara sudah saya jodohkan dengan seorang anak dari rekan saya pengusaha juga.''kata papa Kinara lagi.''Jadi lebih baik kamu jauhi putri saya dan carilah perempuan yang sepadan dengan status kamu.''sambungnya.''Saya rasa kamu sudah mengerti dengan ucapan saya jadi kamu sudah boleh pulang.''katanya lagi mengusir secara halus.
''Baik pak,bu',Kinara saya permisi dan saya juga cukup mengerti serta memahaminya.''pamit Alvan.''Assalamualaikum.''
''Wa'alaikumsalam.''
''Kak...''panggil Kinara begitu Alvan akan melangkahkan kakinya Alvan menoleh sekilas sambil menampilkan senyumnya pertanda kalau dia baik-baik saja lalu kembali melangkahkan kakinya.
''Kinara masuk ke kamarmu.''seru sang papa.
__ADS_1
''Papa jahat...papa egois.''sentak Kinara lalu berlari menuju ke kamarnya dengan deraian air mata di pipinya.
*****
Sedangkan Alvan hanya bisa menghela nafasnya kasar begitu keluar dari kediaman rumah Kinara.
Bukannya sakit hati tapi Alvan malah merasa semakin kasihan serta semakin memikirkan bagaimana wanita yang sudah diam-diam masuk kedalam relung hati serta pikirannya itu.
Alvan juga bingung apakah dia akan membagi cerita tantang kejadian hari ini kepada kedua orangtuanya...bagaimana reaksi sang daddy begitu mendengarkan semuanya...dia takut kalau sang daddy akan tersulut emosinya.
Tapi bagaimana pun dia butuh tempat berbagi...tempat berkeluh kesah dan membagi masalahnya...dan tempatnya yang paling tepat hanyalah kepada kedua orangtuanya.
Alvan kembali memfokuskan pikirannya karena dia tidak mau sampai terjadi apa-apa dalam berkendaranya apabila pikirannya terpecah.
*****
''Assalamualaikum.''salam Alvan.
''Wa'alaikumsalam.''sahut semua yang ada di dalam begitu mendengar salam dari Alvan.
''Mom...dad...''sapa Alvan lalu menyalami dengan takzim secara bergantian.''Alvan ke kamar dulu ya mom...dad.''kata Alvan yang membuat mommy dan daddy saling pandang.
''Anakmu kenapa mom?''tanya Arya yang melihat keanehan dalam diri putra sulungnya.
''Aku gak tau dad tapi yang pasti ada sesuatu yang gak beres.''sahut Shanum.
__ADS_1