Pesona Tersembunyi Sang Tuan Muda

Pesona Tersembunyi Sang Tuan Muda
78.Bab 78


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Hoek...Hoek...Hoek...


Arya yang tertidur lelap pun spontan langsung berjingkat dari tepat tidurnya dan lari menuju ke kamar mandi.


''Sayang.''panggil Arya dengan sebelah tangannya memegang rambut Shanum yang terurai dan sebelah lagi memijat tengkuk leher Shanum.


''By,kamu keluar aja.''pinta Shanum.''Ini kotor dan nanti bikin kamu jijik by.''lanjutnya.


''Kamu ini ngomong apa yank,aku sama sekali gak merasa jijik.''ucap Arya.


Hoek...Hoek...Hoek...


Shanum terus memuntahkan apa yang ada di perutnya sampai lemas karena semua yang ada di perutnya sudah terkuras habis.


Karena melihat sang istri yang lemas...Arya langsung membopong tubuh istrinya dan membaringkannya di tempat tidur.


''Maaf ya sayang karena kamu harus merasakan hal ini.''kata Arya sendu.


''Kamu ini ngomong apa sih by dan kenapa minta maaf?ini mang sudah kodratku sebagai wanita...dan aku sangat senang serta menikmati masa ini.''jawab Shanum dengan tersenyum.


''Anak-anak daddy...jadi anak baik ya...jangan nyusahin mommy.''ucap Arya di atas perut Shanum dengan tangan yang mengelus perut itu.


''Iya daddy.''kata Shanum menjawab ucapan Arya dengan menirukan suara anak kecil yang membuat Arya gemas dengan ulah istrinya itu.


Cup


Cup


Cup


Cup


Arya pun langsung menghujani wajah sang istri dengan ciuman bertubi-tubi.


*****


''Maaf ya by karena aku belum bisa masakin sarapan sama siapin bekal buat kamu.''kata Shanum sedih waktu mereka sudah berada di ruang makan untuk sarapan.


''Gak apa-apa sayang,sekarang yang terpenting itu kamu sama baby twins.''ucap Arya.


''Maaf tuan sudah di tunggu dengan asisten Henry di luar.''kata pak Nuh memberi tahu setelah melihat Arya selesai memakan sarapannya.


''Iya pak...terimakasih.''kata Arya.


''Kamu beneran gak apa-apa yank aku tinggal?''tanya Arya yang masih khawatir mengingat tadi pagi melihat sang istri yang lemas tak berdaya.

__ADS_1


''Iya aku gak apa-apa by.''jawab Shanum.


''Kamu yakin yank?''tanyanya lagi.''Kalau enggak aku dirumah aja nemenin kamu...aku gak usah kekantor.''kata Arya.


''Kamu apaan sih by,aku gak apa-apa dan kamu harus berangkat ke kantor kasihan kak Henry.''jawab Shanum.


''Tapi aku khawatir sama kamu yank.''lirih Arya.


''Aku baik-baik saja by,aku mual dan muntah-muntahnya cuma kalau pagi aja habis itu enggak lagi lagian di sini banyak orang by yang jagain aku.''tutur Shanum.


''Tapi yank...''kata Arya.


''Gak ada tapi-tapian kamu harus kerja lebih keras lagi by karena sekarang yang harus kamu penuhi kebutuhannya bertambah.''potong Shanum.


''Ya ampun yank...uang aku masih cukup kalau hanya untuk memenuhi kebutuhan kalian bertiga.''ucap Arya.


''Udah pokoknya kamu harus berangkat kasihan kak Henry yang sudah menunggu dari tadi.''kata Shanum lagi.


''Ck.''desis Arya yang langsung membuat Shanum geleng-geleng kepala.


''Ayo by aku antar kedepan.''kata Shanum lalu mereka pun jalan menuju ke luar rumah setelah drama yang terjadi.


*****


''Pagi kak.''sapa Shanum yang melihat Henry diteras rumah.


''Pak Nuh,Viana,Jane selama saya di kantor tolong jaga dan awasi nyonya muda.''titah Arya.


''Baik tuan muda.''jawab mereka.


''Sayang ingat jangan capek-capek dan kalau kamu menginginkan sesuatu segera hubungi aku ok.''kata Arya.''Dan satu lagi jangan kemana-mana.''lanjutnya.


''Cui posesif.''gumam Henry yang didengar Arya dan langsung mendapatkan tatapan tajam dari sang tuan muda.


Glek...alhasil Henry hanya biasa menelan ludahnya kasar.


''Iya by.''jawab Shanum.


''Anak-anak daddy baik-baik ya dirumah...jangan bikin mommy kerepotan karena ulah kalian ya my twins...kasihan mommynya.''ucap Arya yang sudah berjongkok di depan Shanum.''Daddy kerja dulu my twins.''sambungnya.


''Iya daddy.''jawab Shanum mewakili anak-anak mereka.


Cup


Cup


Arya mengecup dua kali perut rata Shanum kemudian dia berdiri.

__ADS_1


Cup


lalu dia mengecup kening sang istri.


''Sayang aku berangkat dulu ya...assalamualaikum.''pamit Arya.


''Wa'alaikumsalam.''jawab Shanum.


*****


''Senyum terus dari tadi.''kata Henry ketika mereka sudah berada di mobil menuju perusahan.


''Aku masih gak nyangka dan berasa ini mimpi Hen.''kata Arya.''Sesuatu yang selama ini aku dan Shanum tunggu-tunggu bahkan Shanum banyak mendapatkan cibiran akhirnya hadir juga dikeluarga kecil kami berdua.''sambung Arya sambil menerawang dan mengingat-ingat bagaimana sang istri di cibir semua orang baik dari keluarga besar maupun rekan kerja mereka berdua.


''Kesabaran kalian berdua membuahkan hasil yang luar bisa.''kata Henry.''Aku juga turut bahagia untukmu kamu dan Shanum serta baby twins kalian.''ucap Henry tulus.


''Aku sangat bersyukur Hen...mendengar Shanum hamil saja aku sudah bersyukur banget eh di tambah kalau ternyata baby kami twins...tambah berlipat rasa syukurnya sampai tidak bisa di lukiskan dengan kata-kata.''ucapnya.


''O iya Hen nanti bila umur kehamilan Shanum sudah memasuki usia tiga bulan aku ingin mengadakan acara tiga bulanan dan kalau bisa ada beberapa media yang meliput,aku secara tidak langsung ingin membungkam semua mulut yang selama ini telah menghina istriku.''tutur Arya.''Bagaimana menurutmu?''tanyanya.


''Aku setuju saja Ar yang paling penting keamanannya harus berlipat karena yang ada di sana bukan hanya istri kesayanganmu tapi juga ada calon penerus AN grup dan NRD grup.''kata Henry mengutarakan pendapatnya.


''Kalau masalah itu semuanya aku serahin ke kamu Hen.''kata Arya.''Satu lagi aku ingin kamu memberikan bonus ke seluruh karyawan AN grup dan NRD grup sebagai bentuk syukurku atas kehamilan Shanum.''ujar Arya.


''Baik Ar.''jawab Henry.


*****


''Papi sama Aurora semalam kemana sih?''tanya nyonya Rima pada sang suami yang saat ini mereka sedang sarapan bersama.


''Dari mension Arya.''jawab tuan Alan.


''Tumben?''tanya nyonya Rima lagi.


''Kemarin Arya telpon dan minta papi sama Aurora untuk datang ke mensionnya untuk makan malam.''tuturnya.


''Dalam rangka apa?''tanya nyonya Rima lagi.


''Cuma buat ngerayain kehamilannya Shanum.''jawab tuan Alan.


''Apa Shanum hamil...!''kaget nyonya Rima.


''Iya mi dan katanya debaynya twins.''seru Aurora senang.


''Kembar?beneran pi?''tanya nyonya Rima memastikan dan di angguki kepala oleh tuan Alan.


Aldi juga Naina yang berada disana sama terkejutnya dengan nyonya Rima dan ketiga orang itu semakin geram mendengarnya karena berarti akan semakin sulit untuk menguasai harta tuan Alan dan Arya.

__ADS_1


Pasti kalian bertanya-tanya kenapa setiap tuan Alan berkumpul dengan Arya dan keluarganya hanya bersama Aurora dan nyonya Rima tidak ikut...itu karena Arya selalu mewanti-wanti jika hanya tuan Alan dan Aurora saja yang boleh datang dan tuan Alan memaklumi sikap Arya itu mengingat hubungan Arya dengan nyonya Rima juga Aldi yanag memang tidak baik...mereka selalu saja bersitegang jika berkumpul bersama dan tuan Alan tidak ingin itu terjadi,tidak ingin acara yang harusnya membawa kebahagiaan berubah dengan bersitegang kerena dia membawa istri serta putra tirinya itu.


__ADS_2