
❤️ Happy Reading ❤️
*****
''Panji kamu mau kemana.''teriak tuan Prakoso.''Panji.''teriaknya lagi namun hanya di abaikan oleh yang punya nama.
Suasana di ruangan VVIP restoran tersebut mendadak hening karena semua orang yang ada di sana diam membisu dengan pikiran masing-masing terutama kedua orangtua Panji dan Kinara.
''Kalau begitu saya juga permisi.''pamit Kinara kemudian.
''Kamu mau kemana Kinara?''tanya tuan Atmaja.''Kamu tidak boleh pergi.''katanya lagi.
''Maaf pa Kinara ada urusan jadi Kinara pamit...permisi.''kata Kinara melangkah pergi.
Sebenarnya Kinara tidak ada urusan apa-apa hanya saja dia sudah terlalu muak berada di ruangan itu.
Setelah memberhentikan sebuah taksi Kinara pergi ke sebuah taman...dilangkahkan kakinya menyelusuri taman yang di mana saat itu dia ketemu dengan Alvan setelah berpisah di jalan dengan Panji.
Kinara melihat sosok yang di kenalnya di sana...di ayunkan langkahnya tepat di depan orang tersebut.
''Kinara.''panggilnya dengan kaget setelah melihat siapa orang yang berdiri di depan mereka saat ini.''Ngapai kamu di sini?''tanyanya.
''Lagi suntuk aja.''sahut Kinara.''Boleh gabung?''tanyanya.
''O iya silahkan.''kata yang wanita.
__ADS_1
''Kamu gak mau ngenalin kita Ji?''tanya Kinara.
Ya sosok yang di kenal Kinara tak lain tak bukan adalah Panji yang sedang bersama seorang perempuan.
Panji pun langsung mengenalkan keduanya.
''Jadi kamu yang mau di jodohkan dengan Panji?''tanya Aleta dan Kinara pun menganggukinya.
''Kakak?''tanya Kinara menggantung.
''Dia pacar aku.''sahut Panji.
''Cantik...pantes aja Panji cinta banget.''puji Kinara.
*****
''Kak Al.''sahut Kinara dengan senyum manisnya.
Lagi dan lagi Kinara sungguh tak menyangka kalau bakal ketemu dengan Alvan di sana.
''Sini kak.''kata Kinara lagi.''Kakak di sini juga?''tanya Kinara.
''Iya habis latihan sama anak-anak.''jawab Alvan.''Ini?''tanya Alvan menunjuk ke arah dua orang yang kini di hadapannya.
Kinara pun memperkenalkan mereka dan menceritakan semuanya kepada Alvan termasuk kejadian yang baru saja terjadi.
__ADS_1
Kinara juga melihat bahwa Aleta tak kaget setelah mendengarkan ceritanya,itu berarti Panji sudah menceritakan lebih dulu pada sang kekasih.
''Terus rencana kalian apa?''tanya Alvan setelah mendengar ceritanya.
''Kalau aku ya tetap menolak dan membatalkan perjodohan ini.''sahut Kinara.''Mungkin papa cuma akan lagi dan lagi memperkenalkan dan menjodohkan aku dengan pria lain.''katanya lagi dengan santainya.''Nah yang perlu di pikirin itu kamu Ji.''kata Kinara lagi.
''Loh memangnya kenapa?''ada apa?''tanta Aleta.
''Kamu belum cerita Ji?''tanya Kinara pada Panji dan di jawab dengan gelengan kepala.
''Ada apa kak?''tanya Aleta.
''Aku akan kehilangan semuanya kalau aku tetap menolak perjodohan ini dan memilihmu.''lirih Panji yang membuat Aleta sedikit terkejut.
''Maafkan aku kak...karena kamu lebih memilihku kamu jadi kehilangan segala fasilitas yang kamu miliki.''ucap Aleta sedih.
''Gak perlu minta maaf.. karena kamu lebih berharga dari segala fasilitas yang aku miliki.''jawab Panji.''Tapi mungkin aku sudah tidak bisa membuatmu hidup berlebih hanya bisa secukupnya saja.''lanjutnya.
''Iya aku tidak apa-apa kak...kita bisa berusaha bersama.''sahut Aleta.
''Ehem.''dehem Alvan bak sedang melihat adegan di drakor yang sering di lihat si princess jika waktu sengangnya.
Dan benar saja deheman Alvan mampu mengalihkan atensi ketiga orang yang ada di sana.
''Rencana kedepanmu apa?''tanya Alvan.
__ADS_1