
❤️ Happy Reading ❤️
*****
''Baik dokter dan terimakasih.''ucap Shanum.
Lalu Shanum dan Arya keluar dari ruangan itu hendak menuju ke mobil mewahnya yang berada di lobi Rumah Sakit,dan ingat di belakang mereka juga ada Henry dan Lila.
Arya menggenggam erat tangan Shanum ketika melewati lorong-lorong Rumah Sakit seolah ingin menegaskan bahwa wanita yang ada di sampingnya adalah miliknya dan juga dia sama sekali tidak perduli akan tatapan orang-orang yang ada di sana...terlebih para wanita yang sedang mengagumi pesona serta ketampanannya...ya saat ini memang Arya sudah tidak memakai topeng dan kursi rodanya..kata Arya buat apa dia harus memakai itu semua toh semuanya juga sudah terbongkar.
Tapi berbeda dengan Shanum,gadis cantik itu sangat malu juga merasa risih dengan tatapan-tatapan yang tertuju pada mereka.
Benar-benar dua pasangan yang sangat serasi karena yang wanita cantik sempurna sedangkan yang laki-laki tampan paripurna.
*****
''Kamu beneran gak apa-apa sayang?''tanya Arya dengan wajah yang masih jelas menunjukkan rasa kekhawatirannya.
''Aku gak apa-apa mas...jadi mas Arya gak usah khawatir.''jawab Shanum.''Dan satu lagi...stop nanya itu lagi.''tegasnya karena pasalnya dari Rumah Sakit sampai mereka di jalan menuju rumah Shanum si babang Arya sudah menanyakan hal yang sama berkali-kali...walaupun Shanum senang karena berarti Arya sangat menyayangi dan khawatir padanya tapi lama kelamaan dia merasa jengah juga.
Sedangkan di lain tempat ada Nyonya Rima juga putranya yang sedang uring-uringan karena sama sekali tidak ada kabar dari orang-orang suruhannya,mereka terus saja memaki serta mengumpat para anak buahnya yang sekarang entah dimana rimbanya.
*****
''Assalamualaikum.''ucap salam dari mereka berempat setelah sampai di rumah Shanum.
''Wa'alaikumsalam.''jawab ayah serta bunda yang kebetulan mereka sedang duduk santai di teras depan rumah.
''Loh Sha tangan kamu kenapa?''tanya bunda yang melihat tangan Shanum di perban ketika bersalaman dengannya.
''Oh ini gak apa-apa kok bun,cuma luka kecil saja ''elak Shanum sambil menampilkan senyum manisnya.
''Ayah...bunda...Arya minta maaf karena tidak bisa melindungi Shanum.''kata Arya dengan raut wajah menyesalnya.
''Tunggu...tunggu...maksud nak Arya apa?ayah gak ngerti.''sahut ayah.''Coba kalian jelaskan.''kata ayah lagi.
Lalu Lila menceritakan kejadian yang menimpa Shanum tadi pagi sampai kejadian yang terjadi sore tadi dengan jelas dan gamblang.
__ADS_1
''Ini semua bukan salah nak Arya jadi jangan menyalakan diri sendiri.''kata ayah.
Setelah bercengkrama beberapa saat Arya dan Henry memutuskan untuk pamit sedangkan Lila menginap di rumah Shanum.
*****
''Ke markas Hen.''perintah Arya ketika mereka sudah berada di dalam mobil.
''Baik Ar.''jawab Henry singkat pasalnya dia juga sudah tidak sabar untuk bertemu para penyerang tadi.
''Hen,apa kamu sudah menyuruh orang untuk mencari informasi lengkap tentang para penjahat itu?''tanya Arya.
''Sudah Ar...seperti biasa.''kata Henry.
''Bagus.''ucap Arya.
*****
Begitu sampai Arya juga Henry langsung di sambut oleh para anak buahnya.
''Dimana mereka?''tanya Arya.
Cklek...
Terlihat ada 8 orang yang duduk terikat disana dengan tubuh yang penuh luka.
''Siapa yang menyuruh kalian?''tanya Arya dengan nada pelan dan datar tapi penuh penekanan.Dan jangan lupa dengan aura membunuh yang sangat terpancar kuat dari Arya juga Henry yang seketika membuat ruangan tersebut menjadi dingin dan sesak.
''Cuih...sampai mati pun kami tidak akan memberi tahu.''kata salah seorang dari mereka.
''Siksa mereka!.''perintah Henry karena kesal,dan terdengarlah suara-suara siksaan yang sangat memilukan hati bagi siapapun y mendengarnya.
''Cukup!.''perintah Arya menghentikan siksaan itu.''Aku tau kalian tidak akan semudah itu mengaku...tapi...''kata Arya.''Hen,bawa kemari ponselnya dan tunjukkan pada mereka!''perintah Arya.
Semua penjahat itu terbelalak kaget ketika Henry memperlihatkan photo-photo dari keluarga mereka masing-masing.
''Bagaimana...?''tanya Arya.''Masih tet.ap tidak mau mengaku?''tanyanya lagi.''Hen,segera hubungi anak buah kita...sepertinya mereka lebih menyukai kita mengeksekusi keluarganya dari pada mengaku.''ucap Arya dingin.
__ADS_1
''Ja...jangan tuan.''seru salah satu dari penjahat.''Ba...baiklah biar sayang yang bari tahu asal anda berjanji untuk tidak menyakiti keluarga kami.''katanya lagi dengan raut ketakutan.
''Baiklah...cepat beri tahu.''kata Arya penuh penekanan.
''Yang me...menyuruh kami adalah Nyo...Nyonya Rima tuan.''jawabnya gemetar.
''Br*****k.''umpat Arya.''Berani-beraninya mereka melakukan ini semua.''kata kesal.
''Hen,rekam semua pengakuan mereka.''kata Arya.''Dan untuk kalian setelah kami bebaskan pergi jauh-jauh dari sini dan jangan coba-coba buat masalah denganku lagi.''tegas Arya lalu hendak melangkahkan kakinya ke luar dari ruangan.
''O iya Hen,beri mereka uang yang cukup agar bisa mengajak keluarganya pindah dan untuk memulai hidup yang baru.''kata Arya sejenak berhenti dari langkahnya.
''Terimakasih tuan.''jawab para penjahat itu kompak.
''Kalian masih beruntung karena tuan muda Arya masih mau berbelas kasih pada kalian setelah apa yang ingin kalian lakukan terhadap tunangannya.''pungkas Henry lalu menyusul Arya keluar.
''Benar-benar beruntung mereka...bisa di lepas oleh tuan muda.''batin para anak buah Arya yang ada disitu.
*****
''Tuan apa yang harus kita lekukan kepada wanita licik dan anaknya itu?''kata Henry.
''Aku masih bingung Hen apa yang harus aku lakuin untuk membalas mereka.''kata Arya dengan memijat pelipisnya.
''Apa kamu akan diam saja Ar setelah apa yang mereka lakukan ke Shanum.''kata Henry geram.''Bukan hanya sekali Ar tapi bekali-kali.''bentak Henry spontan.''Coba kamu pikir kalau seandainya tadi kita tidak ada disana...apa yang sudah terjadi kepada Shanum Ar.''katanya lagi.''Mungkin sekarang Shanum sudah terluka parah dan lebih buruknya lagi mungkin Shanum sudah terbujur kaku.''kata Henry.
Deg...
Jantung Arya seakan berhenti mendengar apa yang baru saja dituturkan oleh sang asisten sekaligus sahabatnya itu.
''Maafkan aku Sha...maafkan aku...mungkin kalau kamu tidak menerima perjodohan ini semua ini gak bakal terjadi,tidak akan ada hal buruk yang menimpamu.''batin Arya sedih sekaligus gusar.
''Gak usah berpikir macam-macam Ar.''kata Henry seolah tau apa yang dipikirkan sahabatnya itu.
''Aku bingung Hen harus berbuat apa,bertindak bagaimana...''kata Arya.''Aku bimbang Hen.''katanya lagi.''Di satu sisi memang aku ingin menghukum ibu dan anak itu tapi di sisi lain aku memikirkan papi juga Aurora.''kata Arya bener-bener bimbang.
''Lebih baik kamu diskusiin ini semua dengan Shanum juga keluarganya Ar...mereka sedikit banyak pasti akan membantu kita mencari jalan yang terbaik atau paling tidak kamu tidak memikirkannya sendiri.''saran Henry.
__ADS_1
''Iya Hen nanti kalau waktunya sudah pas aku bakal cerita ke mereka.''kata Arya yang menerima saran dari Henry.''Kamu memang selalu bisa di andalkan Hen,gak tau lagi gimana aku kalau gak ada kamu.''kata Arya.
''Kamu terlalu berlebihan Ar,harusnya aku yang ngomong kayak gitu...aku gak tau gimana aku kalau gak ada kamu yang waktu itu menolongku...entah sudah jadi apa aku sekarang.''kata Henry sambil menerawang ke masa lalunya saat dia bertemu dengan Arya.